STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
SEBUAH FAKTA YANG MENGEJUTKAN 2


__ADS_3

"Apa???!!! Jadi si brengsek itu menghajar Stella ??" ucap Raga marah saat sopir yang ia suruh untuk mengantar Stella pulang, sopir itu menjelaskan bahwa saat ia menunggu didepan rumah Andi tak berapa lama ia melihat 2 orang wanita paruh baya memasuki rumah dan beberapa menit ia melihat sebuah mobil ambulan masuk kepekarangan rumah yang sopir itu yakini jika Stella yang dibawa oleh mobil ambulan itu.


Mendengar penuturan sang sopir membuat Raga geram bukan baik, psyhco itu menghajar Stella harusnya ia yang lebih dulu menghabisi Andi , Raga terlambat benar benar terlambat.


"Cari disemua rumah sakit dan temukan dimana Stella dirawat !!?" ucap Raga nampak memerintah seseorang melalui ponselnya.


"Pria sialan itu..." geram Raga mendesis.


....


Disebuah ruangan Andi nampak menjerit jerit karena tangan dan kaki nya terikat diranjang sebuah rumah sakit jiwa.


Setelah Andi memukuli Stella memang sang Bunda geram dengan Andi dan berkali kali menampar Andi namun respon Andi hanya tertawa mengerikn membuat Bunda dan Bibi memasukan Andi kerumah sakit jiwa .


"Lepaskan aku sialan!!! aku tidak gilaaa !!!" teriak Andi mencoba melepaskan ikatan nya namun sayang ia tak bisa lepas.


Salah satu dokter yang memasuki ruang inap Andi melihat Andi berteriak dan memberontak membuat Dokter itu menyuntikan bius pada Andi agar andi tenang .


"keadaan nya semakin parah " ucap salah satu dokter kenalan bunda Andi dan terlihat Bunda menangis serta disamping nya ada Bibi yang setia menemani Bunda.


"Lakukan apapun asal Andi bisa sembuh dok" ucap Bunda .


"Aku tak bisa janji .. kalaupun sembuh akan membutuhkan waktu yang sangat lama, " ucap Dokter yang merasa iba .


Setelah cukup lama berbincang bincang dengan Dokter, Bunda dan Bibi berjalan menuju ruangan Andi.


Dilihatnya tubuh putra satu satunya yang terikat diranjang serta wajah pucat putranya yang kini terpejam.


Bunda mengelus rambut Andi lembut.


"Kamu harus kuat sayang" bisik Bunda ditelingga Andi.


"Nyonya lebih baik kita pulang dulu, bukankah Nyonya belum makan sejak pagi??!" ucap Bibi yang masih setia disamping Bunda.


"Aku tidak lapar Bi... aku ingin disini saja " ucap Bunda lemah.


"Biar saya pesankan makanan dan makan disini ya nyonya ???" bujuk Bibi.


"Tidak Bi... aku tidak lapar " ucap Bunda menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.


"Nanti Nyonya bisa sakit kalau tidak makann" ucap Bibi dengan raut sedih.


"Sakit Bi... melihat Andi seperti ini lagi rasanya tak sanggup lagi untuk hidup" Bunda kembali menangis.


"Sabar Nyonya... Den Andi pasti sembuh dan bisa melewati ini semua.." ucap bibi menyemangati Bunda.

__ADS_1


"Iyaa... Andi harus sembuh harus bi..." ucap Bunda yakin.


....


"Tasya..." ucap Stella saat membuka matanya dan melihat Tasya duduk disamping ranjangnya.


"Apa yang elo rasain ??? mau gue panggilin Dokter ??" tanya Tasya dengan wajah Iba.


Stella menggeleng pelan " kok elo tau Gue disini ??' .


"Bunda yang ngasih tau Gue , dan Gue mau jagain elo kasian elo nya sendirian " ucap Tasya.


"Makasih yaa , " ucap Stella.


"Udah elo nggak usah mikir apa apa dulu, sekarang yang penting elo harus cepet sembuh , oke ???" ucap Tasya menyemangati.


"Sakit sya...Gue udah percaya sama mas Andi sepeenuhnya tapi nyatanya malah kayak gini" ucap Stella menangis melihat bagaimana brutalnya Andi menghajar Stella tanpa ampun.


"Gue juga nggak nyangka, Kak Andi yang gue pikir pria terlembut bisa memperlakuin elo kayak gini, " ucap Tasya.


"Dan gue juga minta maaf sama elo Stell" ucap Tasya.


" Minta maaf buat apa ??" tanya stella binggung.


"Udah nggak usah ngerasa berslaab gitu sama gue, gue nggak apa apa" ucap Stella


"Dan kalau kamu mau sama mas Raga juga nggak apa apa sih, dia udah resmi cerai sama kak keyla , dulu aku pikir ia cerai gara gara Elo tapi ternyata Kak Keyla yang selingkuh duluan " ucap Tasya.


"Eloo dah tau ???" tanya Stella kaget


"Iya .. orang orang sekantor rame banget pada bicarain itu. .. duh gue jadi nyeesel udah marah sama elo kemaren" ucap Tasya.


"Nggak apa apa lagi yang penting kan sekarang kita udah baikan" ucap Stella tersenyum.


"Ada satu hal lagi yang mau gue ceritain lagi"


"Apa ???"


"Gue dulu pernah suka sama kak Andi, tapi nyatanya dia nggak suka sama gue dan malah milih elo, ehhh elo yang beruntung disukai sama kak Andi malah pacaran sama suami orang , kesel banget kan makanya gue marah banget sama elo " ucap Tasya membuat Stella terkekeh mendengar kejujuran Tasya.


"*****... gue malah diketawain" ucap Tasya kesal.


"Sorry Sorry .. ngapain coba nggak jujur dari dulu ??' tanya Stella.


"Ya Gue pengen Kak Andi bahagia aja sama wanita pilihan nya tapi malah nggak dibahagiain malah dibikin babak belur gini" ucap Tasya kini trkekeh.

__ADS_1


"Trus sekarang elo masih mau sama Kak Andi ???" tanya Stella.


"Mau lah " ucap Tasya mantap membuat Stella melinggo.


"Udah cinta banget nih ceritanya ??" tanya Stella dan tasya hanya mngangguk.


" Gue nggak peduli , gimana pun keadaan nya gue masih mau kok sama Kak Andi " ucap Tasya sambil tersenyum dan dibalas senyumna Stella.


Mereka berbincang bincang cukup lama hingga akhirnya Stella kembali tertidur.


Tasya yang melihat Stella tertidur pun menyelimuti Stella dan hendak keluar mencari makan malam.


...


Setelah mendapatkan alamat rumah sakit dimana Stella dirawat, Raga dengan kesetanan melajukan mobilnya kencang menuju rumah sakit yang dimaksud tak peduli suara tlakson mobil yang kesal dengan Raga yang ugal ugalan dijalan.


sesampainya didepan rumah sakit Raga berlari menuju ruangan inap Stella .


"Ngapain lo disini ?" tanya seorang yang Raga kenal yang baru saja keluar dari kamar Stella, dia Tasya sahabat baik Stella dan juga mantan adik iparnya.


"Bukan urusan eloo ???!!!" ucap Raga dingin.


"Sekarang jadi urusan Gue karena yang didalam sahabat Gue !!!' ucap Tasya ketus.


"Minggir Loo.. atau gue lempar elo ke jurang " ucap Raga kesal tak bisa masuk karena dihadang oleh Tasya.


"Gilee... sadis amat sekarang, patah hati nih mesti gaara gara diceraiin kakak gue " ucap Tasya menggoda membuat Raga semakin kesal karena tak bisa segera masuk.


"Sialan... minggir nggak ????!!!?" ucap Raga galak.


"Iye iye.. nggak sabaaran amat jadi orang" ucap Tasya yang kini memberikan jalan pada Raga.


Namun saat hendak masuk , Tasya memegang lengan Raga membuat langkah Raga terhenti.


"Apa lagi hah ??!!' ucap Raga kesal karena sedari tadi Tasya mengerjainya.


"Sekarang gue percaya elo bisa jagain Stella gue tapi sekali elo bikin dia sakit gue yang akan hajar elo lebih dulu, inget itu mantan kakak ipar gue.." ucap Tasya.


"Sialan ... minggir ..." ucap Raga tak mengubris ucapan Tasya.


Tasya hanya tersenyum melihat Mantan kakak iparnya itu memasuki ruangan Stella.


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen yaaaa karena mungkin bentar lagi cerita ini mau ending.. sapa yang setuju Stella sama Raga Cunggg ??? 👆 yukk komen sebanyak banyak nya biar Raga bisa sama Stella 😁😁

__ADS_1


__ADS_2