
Bianca dan Anthonio yang baru saja memasuki ruangan pesta dan langsung mencari tempat duduk dan meja yang dipersiapkan untuk perusahaan mereka.
"kalian sudah datang? "
"duduk lah disini Bi"
Seorang lelaki yang memakai setelan jas hitam berdiri dan menarikan kursi disebelahnya mempersilahkaan Bianca untuk duduk.
Dia adalah Petter teman Antonio. merupakan salah satu lelaki yang bisa dekat dengan Bianca. sebetulnya dia sudah menyukai Bianca sedari lama tapi dia selalu memendamnya.
Jika kalian berfikir bahwa Petter ini adalah oranng yang sama dengan orang yang menjadi sekretaris Gheovano. maka jawabannya ya mereka adalah orang yang sama.
"Bi kau sangat cantik malam ini. aku tidak menyangka kau akan hadir di pesta ini"
"yaa karna ini paksaan dari beberapa orang" jawab Bianca sambil melirik keluarganya yang sedang bercengkrama dimeja yang sama.
Ya, yang duduk disana bukan hanya ada mereka berdua tapi ada juga tuan dan nyonya fortune serta Anthonio.
"Tidak apa-apa Bi kau bisa sedikit belajar berbaur dengan orang orang jika mengikuti pesta seperti ini. lagian aku jamin disini aman karena ada aku dan juga keluarga mu"
Bianca hanya membalas dengan senyuman
Petter tau bahkan sangat tahu bahwa Bianca tidak mudah untuk dekat dengan orang baru apalagi dengan laki laki. dia ingat saat dulu Anthonio memperkenalkannya pada Bianca, Bianca terlihat sedikit takut dan enggan. tapi seiring berjalannya waktu dan mereka sering bertemu Bianca menjadi terbiasa akan adanya dirinya. tapi masih dalam tahap yang begitu sederhana.
"An aku pergi dulu kemejaku. untuk kerja sama antara perusahaan aku yakin dia akan menyetujuinya."
__ADS_1
"ya pergilah ke majikan mu. dan thanks sudah membantu"
"Sama-sama brothers"
"Bi aku pamit dulu"
"om tante saya pamit dulu"
"iya/iya nak"
Petter pun pergi dari meja keluarga fortune.
"Bi kau bosan? "
"heem ya, sedikit"
"eem, tidak perlu kak biar aku ambil sendiri, hitung - hitung mengusir rasa bosan ku"
"baiklah kalau begitu"
kemudian Bianca beranjak dari kursinya untuk pergi ke stan makanan.
sepertinya Bianca Anthonio juga pamit pergi ke mommy dan daddy nya
"mom dad ak pergi dulu sebentar untuk menemui rekan kerjaku"
__ADS_1
"iya An"
***
ketika Bianca menuju stand makanan dari kejauhan dia melihat seorang anak lelaki yang sedang kesusahan untuk mengambil cake. dan tidak ada orang di sekitarnya yang membantu anak tersebut. mejanya memang agak tinggi untuk anak umur 5 tahun, walaupun anak itu memiliki tubuh yang lebih tinggi dari anaak seumurannya.
Bianca mendekatinya.
"Hallo, Apakah kau membutuhkan bantuan? "
si anak yang sedang kesusahan mengambil cake berhenti kemudian membalikan badannya untuk melihat siapa yang bertanya padanya. ketika dia ber balik
'Deg'
'Deg'
Dada Austin terasa berdenyut ketika melihat paras wanita yang menyapanya dan menawarkan bantuan.
Tapi tidak hanya Austin yang merasakan denyutan tersebut namun Bianca pun merasakan hal yang sama, Dia merasa begitu sangat dekat dengan anak ini dan hatinya entah mengapa begitu merindukan anak lelaki ini. padahal seingat Bianca, mereka belum pernah bertemu. ini merupakan pertemuan pertama mereka. dan ini pula pertama kalinya Bianca tidak memiliki perasaan takut ketika berdekatan dengan orang lain.
"apakah kau memerlukan bantuan?, anak tampan"
Bianca adalah orang pertama yang bisa mengendalikan diri. dan kembali bertanya lagi pada Austin.
Austin tidak menjawab dan masih menatap perempuan cantik yang ada di depannya ini dengan tatapan anak kecilnya. ini juga merupakan pertama kalinya Austin tidak merasa risih ketika didekati oleh wanit dewas*.
__ADS_1
Dia masih berpikir pernah melihat perempuan ini di mana. kemudian dia teringat perempuan didepannya ini mirip dengan adiknya.