STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
Sarapan


__ADS_3

"ehem"


Bianca terlonjak kaget mendengar suara deheman peria dewasa.


Ternyata Evan sudah ada di depan pintu sedari Bianca tadi ketika Bianca memindahkan tangan Anna.


Evan hanya memperhatikan interaksi Bianca dengan anak nya.


"pagi daddy" _ Austin


Evan mendekat kearah ranjang. mengelus kepala Austin. Bianca yang sedang duduk diatas ranjang memperhatikan gerak gerik Evan.


"Pagi boy, kau tidak akan bangun?"


"Sebentar lagi dad" _Tidak biasanya Austin berlama lama diatas ranjang ketika sudah bangun tidur.


"Baiklah" setelah berkata seperti itu evan langsung mengalihkan tatapan nya pada Bianca. soantak saja Bianca tersentak kaget, karena merasa malu kepergok memelerhatikan evan secara terang terangan.


"Pagi" _Evan


"aah selamat pagi tuan"


"eeengh" Anna sedikit gerusak gerusuk. bangun dari tidurnya.


"Pagi dad" dengan suara seraknya khas bangun tidur dengan mata sedikit terbuka.


Yang pertama kali Anna lihat adalah muka Evan sang ayah.


"pagi girl"


kemudian Anna mengerjap ngerpkan matanya agar terbuka lebih lebar dan mengalihkan pandangan nya dari dari sang ayah.


Dan disampingnya ada wanita cantik. Anna terdiam masih memproses keadaan.


"Aaah mommy yyyyy" ana sedikit berteriak dan langsung banun dari tidurnya.

__ADS_1


"Selamat pagi sayang" _Bianca


Anna langsung memeluk Bianca


"selamaat pagi mom"


"Sebaiknya kalian membersihkan diri kemudian bersiaplah untuk sarapan"


"Oke dad" _Anna


"pakaian mu ada di paper bag itu" _tunjuk evan pada paper bag yang iya bawa tadi. niat awal evan memasuki kamar putrinya selain untukbangunkan mereka juga untuk memberi kan pakaian Bianca.


Tadi pagi pagi sekali pelayan keluarga fortune mengantarkan pakaian Bianca kerumah Evan, atas perintah dari Antonio. karena Antonio tau pasti adiknya tidak membawa pakaian ganti karena pada awalnya Bianca tidak ada rencana untuk menginap.


"Terima kasih tuan"


"hem" dan Evan p untuk benar benar keluar dari kamar Anna.


...


Tidak hanya membantu sikembar mengambilkan makanan tapi Bianca juga memberikannya untuk Evan.


Evan hanya memperhatikan Bianca yang mengambilkan nasi di piring nya dengan beberapa lauk pauk.


'Dia sudah seperti seorang istri yangelayani suaminya'


"Tuan mau tambah apa lagi? "


"sudah cukup"


"baiklah. selamat menikmati"


"mom aku duluuu" Anna menyodorkan piring nya pada Bianca.


"Baiklah sayang kau mau makan dengan apa saja? "

__ADS_1


"sama telur saja mom"


"baiklah, masih ada lagi? "


"tidak, sudah cukup mom. terimakasih"


"sama sama sayang"


"As ingin makan apa sayang? "


"eeem.. "


"As mau ayam atau telur? "


"ayam saja mom, tambah sama sayur Brokoli"


"kaka As tidak suka telur mom. padahal telur kan berasal dari ayam hihiii"


"Begitulah? nah ini untuk Austin yang tampan. selamat menikmati"


"Terima kasih mom"


"sama samaa"


kemudian Bianca mengambil makanan untuk diri sarapan.


dan semua gerak gerik Bianca di meja makan tidak luput dari pandangan mata Evan


"sebelum makan jangan lupa berdoa dulu ya"


Bianca mengingatkan pada sikembar. dan mereka pun mulai makan saran pagi mereka dengan hangat.


Bibi Elen yang melihat semua interaksi dimeja makan pagi ini sedikit tersenyum haru. melihat sikembar begitu antusias dan makan dengan lahap.


meja makan keluarga Evan selalu rmai karena ada sikembar.

__ADS_1


tapi keramaian pagi ini sesikit berbeda karena ada sesosok wanita yang dipanggil sikembar yang dapat lebih memperhangat suasana dirumah itu.


__ADS_2