STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
2. PULANG


__ADS_3

Suasana pagi hari di salah satu rumah sederhana yang ada di negara N. sebetulnya rumah tersebut tidak bisa dibilang sederhana karna memiliki luas sebesar 300 meter persegi yang dilengkapi dengan pasilitas olah raga juga kolam renang.


Terlihat di sebuah dapur seorang ayah muda yang tampan sedang memasak untuk sarapan. walaupun dia hanya mengenakan celana training hitam dan kaos oblong yang berwarna sama. tidak mengurangi ketimpangan dan pesona yang iya miliki.


ya dia adalah Gheovano, tau yang akrab disapa Evan. tengah memasak sarapan untuk mereka bertiga, untuk dia dan juga putera putri nya.


semenjak tinggal jauh dari kedua orang tuanya Evan harus terbiasa mandiri. dari mulai memasak, hingga mengurus putra putrinya. terkadang iya juga mengandalkan jasa asisten rumah tangga utuk membantunya mengurus rumah atau menyewa jasa babby sister untuk menjaga putra puterinya.


ditemani oleh sang putra yang tak kalah taman dari sang ayah. yang sama-sama sedang sibuk di dapur.


jika sang ayah sedang berkutat tengan kompor dan penggorengan. maka, si tampan Austin sedang membuat susu hangat untuk dia dan sang adik.


Evan sendirii lebih suka minum kopi di pagi hari. maka dari itu Austin juga menyiapkan kopi.


Grep... (pelukan)


si cantik Annastasia yang baru bangun tidur langsung memeluk kaki sang ayah. dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.


"Morning Daddyyy.... "


"morning babby. apa tidurmu nyenyak? "


sang daddy menanggapi sambil mengelus kepala puterinya dengan tangan kiri. tanpa menghentikan tangan kanannya yang sedang memasak.


"Nyenyak dad"


"daddy.... "


suara manja Anna masih terdengar. tanpa mau melepaskan pelukannya dari kaki sang daddy.


Evan yang sangat tahu betul karakter puterinya yang manja ini langsung mematikan kompor. kebetulan masakan yang ia buat sudah selesai.


kemudian evan berjongkok untuk agar tubuhnya sejajar dengan sang putri.


Anna merentangkan tangannya dan memeluk leher sang ayah. kemudian mencium kedua pipi sang ayah. melepaskan pelukannya kemudian tersenyum.

__ADS_1


"putri daddy belum mandi. bau"


balas Evan sambil pura-pura menutup hidungnya. Anna cemberut seperti akan menangis mendengar kata-kata daddy nya.


Evan yang hanya ingin mengerjai sang putri dan tidak ingin ada tangisan dipagi hari langsung memberikan ciuman diseluruh wajah putri nya. lalu berkata


"putri daddy akan selalu cantik dan wangi kapan dan dimanapun" lalu tersenyum.


Wajah Anna yang asalnya cemberut pun seketika langsung berbah cerah. secerah mentari pagi.


Austin yang melihat interaksi sang ayah dan adiknya tersenyum lembut. dihatinya tidak ada rasa cemburu sama sekali. karna diapun sangat menyayangi adik kembarnya.


"Sekarang cuci muka, terus duduk disamping kakak mu. kita sarapan bersama"


sebelum menuju washtapel Anna menyapa dulu sang kakak


"morning kak.. "


"morning Anna" balas Austin sambil tersenyum


Ketika mereka makan, datanglah Petter sekertaris pribadi Evan dengan pakaian yang rapih. kemeja putih lengkap dengan celana bahan dan jas hitam serta dasi.


"Selamat pagi tuan.. "


"pagi"


sapa Petter pada Evan. kemudian beralih pada si kembar


"selamat pagi tuan muda dan nona muda"


"selamat pagi paman Petter" balas si kembar


"Pamaan sudah sarapan?, ayo kita sarapan bersama"


tanya Anna si cantik yang ramah

__ADS_1


"terimakasih, saya sudah sarapan nona"


"oke"


"ada apa? " tanya Evan


"tiketnya sudah saya siapkan dan segala kebutuhan tuan serta tuan dan nona muda sudah dibereskan. keberangkatannya pukul 11 siang ini"


"Hmm" Evan hanya menggumam sebagai balasan


sikembar menatap sang daddy penuh minat. kemudian Anna bertannya


"Daddy mau kemana?"


"ke negara A, bukan daddy tapi kita"


"Yeeeee akhirnya kita pulang ke negara A, bisa mengunjungi grandpa sama grandma"


Anna bersorak bahagia


"Iya babby. kita tidak hanya mengunjungi grandpa sama grandma tapi kita akan tinggal bersama mereka"


"apakah itu artinya kita akan menetap di negara A? " sekarang giliran Austin yang bertanya


"Iya"


"Horeee.... ke negara A... ketemu grandma... ketemu grandpa" sorak Anna begitu gembira


"apakah kita juga akan bertemu mommy? "


tiba tiba suasana menjadi hening ketika terdengar suara gumaman Austin.


"Mommy.. "


suara Anna melemah.

__ADS_1


__ADS_2