
"eem... "
"Kenapa Ann? "
"soal yang tadi... "
"ya? "
"Anna memanggil kaka Bi Mommy... " Anna menjeda lagi kata katanya. Takut salah bicara.
"aaah yang tadi. Jadi kenapa Anna memanggil kaka Bi Mommy hem? "
"Ituuu... maaf"
"kenapa minta maaf sayang. ada apa hem? "
"mereka berkata kami tidak punya ibu" Austin yang berbicara.
deg
"me_mereka bilang seperti itu? " Byanca berbicara sedikit terbata. Aah kenapa dada Bianca rasanya sedikit sesak ketika Austin berbicara seperti itu.
"ya" jawab mereka sambil menganggukan kepala.
"Bisa ceritakan semuanya pada kaka Bi? "
"Jadi.. " dan Anna mulai menceritakan kejadian tadi.
__ADS_1
Yang Anna panggil mommy tadi adalah Bianca.
Dan saat ini mereka sedang berada dirumah keluarga Fortune. Tepatnya diruang TV. ditemani beberapa mainan yang mereka bawa.
Anna sengaja memanggil Bianca mommy didepan 4 anak anak tadi yang mengejeknya. supaya mereka tidak mengejek nya dan Austin lagi.
Bianca memang berjanji pada mereka akan menjemput mereka di sekolah. mereka memiliki janji bermain dirumah Bianca setelah sebelumnya mendapatkan ijin dari daddy mereka.
Bianca sudah terlalu lama menunggu di mobil dan jam pulang sekolah pun sudah cukup lama terlewati. Tapi sikembar tidak muncul juga. maka dari itu Bianca memutuskan untuk melihat ke dalam sekolah.
Ternyata sikembar sedang bersama teman temannya dipinggir lapang. Bianca kira mereka sedang bermain sehingga sedikit melupakan jam pulang.
tapi ternyata dugaan nya salah. Mereka sedang mengganggu sikembar dengan kata kata mereka yang menyakitkan
Lalu Bianca memeluk Anna yang sudah selesai bercerita dengan suara yang sedu.
"Tidak apa apa heeem. sini kaka peluk."
Austin mendekat dan masuk kepelukan Bianca. jadi merek bertiga sekarang berpelukan. tepatnya Bianca yang memeluk autin dan Anna sambil menenangkan mereka.
'pelukan kaka Bi sangat nyaman dan menenangkan ' dalam hati si kembar.
"Kalian berdua adalah anak anak yang hebat"
"kalian anak anak yang kuat"
"Bukankah kalin memiliki daddy kalian yang begitu sayang dn cinta pada kaliaan? "
__ADS_1
"kaka memang tidak tahu seberapa kesepiannya kalian selama ini. tapi kaka bisa merasakan kalian begitu merindukan seseorang"
"jika orang yang kalian rindukan adalah seorang ibu. mungkin kalian bisa menganggap kaka Bi Ibu kalian"
"kaka Bi sungguh tidak keberatan. malah kaka Bi sangat senang sekali jika kaka Bi memiliki anak kembar yang lucu dan imut serta pintar seperti kalian"
Bianca beebicara sambil memeluk mereka. dan memberikan ketenangan untuk sikembar.
"Benarkah? " Austin berbicara.
(Austin jadi banyak berbicara didekat Bianca ðŸ¤)
Bianca melepaskan pelukannya lalu memegang wajah Austin.
"Tentu saja Boy"
kemudian beralih pada Anna dan mengusap sedikit air mata Anna yang terjatuh.
Bianca menatap sikembar dengan senyum nya yang menenangkan.
Bianca rasanya dapat merasakn kesedihan bersama mereka. Karena Bianca juga merasakan hal yang sama. Bianca sudah tau mengenai dirinya yang bukan anak kandung keluarga Fortune.
Tapi Bianca masih dibilang beruntung karena Keluarga fortune masih lengkap mommy dan daddy nya masih ada, ada kaka nya juga yang sangat menyayangi Bianca.
Sedangkan si kembar yang hidup hanya bersama daddy nya. Sebenarnya Bianca juga sangat ingin bertanya mengenai kehidupan sikembar dan keluarganya. tapi ini mungkin belum saatnya.
'Padahal mereka masih sangat kecil. kenapa harus mendapatkan cobaan yang begitu berat?' Bianca
__ADS_1
'Andai saja kaka Bi benar benar Mommy kita. pasti kita akan sangat senang sekali' Anna
"Terimakasih Mommy" Ucap sikembar kemudian tersenyum dan memeluk Bianca lagi.