
.....
"Jadi apa hubungan mu dengan Tuan Evan Bi? "
"kami.. "
"Mooomyy Anna ngantuk" Anna berbicara dengan suara manja.
"kau mau tidur sayang? " Tanya Bianca. Anna hanya mengangguk dengan mata yang sudah merem melek tidak kuat menahan kantuk.
sekarang sudah jam 9 lebih. tentu saja anak kecil seperti Anna sudah waktunya tidur.
"Baiklah ayo kita ke kamar"
"Gendooong"
"Anna kau... " _Austin berniat menegur anna untuk membebani mommy mereka.
"ayo sinii... happ... " Blanca kemudian melirik Austin "Tak apa As, kau juga mau di gendong hem? "
Austin menggeleng "Tidak mom As sudah besar, nanti mommy berat jika menggendong As"
"Baiklah Boy" Bianca memberikan senyumnya pada Austin "Ayo ke kamar"
Austin mengebor Bianca dari belakang. menuju lantai 2.
"Eeemh pelukan mommy nyaman dan hangat" gumam Anna dengan mata yang sudah sepenuhnya terpejan.
setelah sampai dikamar Bianca langsung menidurkan Anna. karena Anna sudah benar benar terlelap ketika di gendongan Bianca.
"As mau langsung tidur? "
"sepertinya sebentar lagi mom"
__ADS_1
"mau mommy bacakan sebuah cerita"
"boleh mom"
Austin merebahkan dirinya disamping Anna. Dan Bianca pun menceritakan sebuah dongeng buatannya sendiri. karena dia tidak punya buku cerita anak anak.
Setelah cerita Bianca selesai ternyata Austin masih belum tidur. "kau masih belum mengantuk?"
"Belum terlalu mom"
"Mom ini kamar mommy? " sendiri tadi Bianca bercerita Austin memperhatikan ruangan kamar yang mereka tempati. ada beberapa foto Bianca dan oernak pernik lainnya. lemari dan sebuah sofa yanng menghadap ke layar TV.
"heem ini kamar mommy. kenapa hem?"
"kamar mommy nyaman"
"kalau begitu as mau sering sering mengina se disini? "
"jika daddy mengijinkan as mau momm"
"kau sudah mau mulai mengantuk? "
"eeem"
"Baiklah sini mommy peluk biar lebih cepat tidurnya"
Austin hanya menurut kemudian memejamkan matanya.
"aaah ternyata benar kata Anna pelukan mommy hangat dann nyaman dan dipeluk oleh mommy membuatku lebih cepet tidur"
dan Austin pun sudah benar benar pergi ke alam mimpi.
.....
__ADS_1
*Ruang Kerja Tuan Fortune
Evan duduk di depan tuan Fortune.
Tuan fortune tidak bebicara apapun. Tuan fortune hanya menyimak pembahasan mengenai perusahaan yang dilakukan oleh Anthonio dan Evan.
"Kerja sama antara perusahaan kita semoga terjalin sampai seterusnya. dan untuk proyek kali ini semoga berjalan lancar sesuai apa yang kita harapkan" _Anthonio
"Ya, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan keluarga fortune" _Evan
"Heeem" _Tuan Fortune hanya mengantuk nganggu kan kepalanya saja.
"Keluar dari pembahasan kita tentang perusahaan, saya ingin menanyakan hubungan anda dengan putri saya" _Tuan Fortune
"Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan putri anda" _ Evan menjeda sebentar perkataannya
"anak anak saya menyebut Bianca mommy karena mereka merasa dekat dengan Bianca dan juga Bianca sudah memperlakukan anak saya sebagai mana seorang ibu. Dan Bianca mengijinkan anak anak saya memanggil nya mommy. maaf jika saya dan anak anak saya lancang hal tersebut karena sedari bayi mereka tidak mendapatkan kasih sayang dan sentuhan seorang ibu"
"begitu kah"
Tuan fortune jadi berfikir mengenai berita yang selama ini tersebar di masyarakat bahwa Tuan dan Nyonya Besar keluarga Chevalier dan juga tentang istri Evan.
"Lalu istri anda apakaah tidak keberatan? "
"Istri saya.... " Evan menarik menjeda kalimaatnya dan menghela nafasnya berat. masih sedikit berfikir apakaah ia harus menceritakan mengenai masalahnya atau tidak.
"Saya sedang mencari ibu dari anak anak saya?"
Tuan fortune dan Anthonio sama sama mengerutkan dahinya.
"mencari? " _Tuan fortune
"memangnya dia kemana? " _Anthonio
__ADS_1
Hening beberapa saat.