
"by dad, by mom"
sikembar saling bergantian memeluk dan mencium pipi ayah dan ibunya.
"by sayang"
"dad hati hati menyetir nya ya. kami masuk dulu"_Anna
"Baiklah tuan putri. Boy jaga adik mu"
"siap dad"
Setelah sarapan yang begitu ramai di rumah Evan, kini Evan dan Bianca sedang mengantar Austin dan Anna kesekolah.
Mereka datang sedikit terlambat jadi depan gerbang sekolah sudah sepi. hanyaa tinggal pa satpam saja.
Jika mereka datang seperti biasanya mungkin orang tua murid yang lain akan heboh karena sikembar diantar oleh Evan dan seorang wanita cantik. dan pastinya langsung menjadi tranding topik.
Setelah memastikan Austin dn Anna masuk kelas dengan selamat, sekarang Evan akan mengantarkan Bianca pulang. awalnya Bianca menolak karena takut merepotkan Evan dan menyarankan dijemput saja oleh sopir. Tapi Evan tak merasa keberatan sekalian mengantarkan anak anak kesekolah sekalian juga mengantarkan Bianca pulang.
Jadilah saat ini mereka hanya berdua saja didalam mobil. Evan yang fokus menyetir dan di sebelahnya Bianca hanya menatap keluar jendela.
setelah beberapa lama hening.
"eem tuan apakah tidak apa apa jika sikembar memanggil saya mommy? " _Bianca memulai percakapan.
"Memang kenapa?, kau merasa keberatan? "
"Tidak sama sekali tuan. hanya saja... "
"Hanya saja apaa? "
"apakah anda mengijinkan nya? lalu apakah istri anda tidak akan marah, jika tahu anak anaknya memanggil perempuan lain mommy? "
Evan menghentikan mobil nya. karena saat ini mereka sedang di lampu merah.
Evan melirik ke sebelah nya, melihat wajah Bianca.
__ADS_1
"selagi itu membuat anak anak saya senang saya tak maasalah, bukan kah kau juga merasa tidak keberatan?"
"iya tuan.. "
"dan Istri saya? "
Bianca mengangguk
"Apakah kau pernah mendengar berita mengenai istri seorang Gheovano Chevalier? "
"Tidakk tuan"
"dan apakah ketika kemarin kau berkunjung kerumahku sampai menginap disana apakah kau pernah melihat seorang perempuan yang terlihat seperti istri ku? "
"Tidak juga tuan"
"lalu kenapa kau mempertanyakan istriku? "
"saya merasa tidak enak tuan. kalau bisa saya juga ingin meminta ijin dari istri anda juga"
"sayang nya kau tidak bisa meminta ijin darinya"
Tiiiit... Tiit.. tiiiiiiiiit
Suara klakson mobil dibelakang mobil evan saling bersahutan. Evan langsung melajukan mobilnya begitu sadar bahwa lampu lalu lintas sudah berubah warna.
"eem maksud anda tadi apa tuan? "
"Sudahlah jangan dipikirkan"
"tapi saya.. "
"cukup saya yang memberi ijin. bukankah itu sudah cukup? lagi pula yang merawat mereka dari bayi hanya saya"
"a_aa.. "
'jadi sikembar benar benar hanya dirawat oleh keluarga Chevalier tanpa seorang ibu?' _Dalam hati Bianca
__ADS_1
"dan berhenti lah memanggi ku Tuan karena aku bukan majikan mu"
"lalu saya harus memanggil anda apa? saya memanggil anda tuan karena menghormati anda sebagai rekan kerja keluarga saya"
"ya... ya... tapi jangan pangil aku tuan karena aku tak punya hubungan kerja sama apa pun dengan mu"
"eemm.. baiklah tapi saya harus memanggil anda apa? " _Bianca sedikit mencebikkan bibirnya.
dan Evan tidak sengaja melihat itu, ketika dia melirik Bianca sesaat.
'kenapa dia mengeskan sekali. padahal dia bukan anak kecil lagi' _ Dalam hati Evan
"Terserah mu asal jangan panggil saya tuan"
"Bagaimana dengan Om? "
"Saya tidak setua itu untuk kau panggil om"
"Lalu aku harus memanggil apa? "
"panggil nama saja Evan"
"Tapi tidak sopan rasanya jika memanggil anda hanya dengan nama. lagi pula umur anda lebih tua dari saya"
"aaah bagaimana kalau saya memanggil anda kaka saya? bukan kah ada seumuran dengan kaka saya juga? "
"heeem boleh juga"
"sudah sampai. turunlah"
"baiklah baiklah" Bianca membuka sabuk pengamnnya. lalu membuka pintu mobil. tapi sebelum keluar dia melirik Evan.
"Terimakasih kaka Ghe"
dan Bianca pun keluar dari mobil itu dan masuk ke rumahnya.
Evan terdiam mendengar panggilan baru yang diberikan Bianca
__ADS_1
"kaka Ghe huh? " katanya sambil tersenyum tipis. sangat tipis