
"Ada sesuatu yang membuat dia syok berat dan mengganggu fikiran nya. dan sepertinya itu adalah guncangan yang sangat besar. apakah sebelumnya dia pernah mengalami kecelakaan atau sesuatu seperti oprasi? "
"aku tidakk tahu. aku hanya membawanya kesini atas permintaan anak anak"
"baiklah. jika dia sudah sadar berikan dia minum air hanga dan sup hangat juga. spertinya dia sudah sedikit lama kedinginan dan sepertinya tubuhnya memiliki alergi dingin"
"baiklah. terimakasih han"
Itu adalah sedikit percakapan antara Evan dan Johan seorang dokter keluarga Chevalier yang baru saja memeriksa keadan Bianca.
Setelah mengantarkan Johan keluar Evan kembali kekamar tamu. dan melihat kedua anaknya menjaga wanita yang mereka panggil Kaka Bi. Bahkan Anna sampai memeluk perempuan yang sedang tertidur itu.
"Dad kenapa kaka Bi belum bangun? " tanya Anna
"dia sedang kelelahan, biarkan dia beristirahat"
Evan menjeda kata katanya
"anak anak bukan kah kalian harus menjelaskan dulu siapa perempuan yang kalian panggil dengan kaka Bi ini! "
"aah, iya dad"
"kita keluar dulu dari sini"
*saat ini mereka sudah di ruang keluarga*
"Jadi? "
Evan menunggu anak anaknya untuk menjelaskan.
"Kami bertemu dengan kaka Bi dipesta minggu lalu dad" Austin memulai.
"ya mungkin itu pertama kalinya kita mengobrol. tapi sebelumnya aku pernah bertemu dengan kaka Bi di Mall dad" Anna menambahkan.
"lalu kenapa kalian bisa begitu peduli kepadanya? "
Evan bertanya seperti ini karena tidak biasanya anak kembarnya ini terlihat begitu menyayangi dan peduli pada orang yang baru pertama kali bertemu dengan mereka terlebih itu adalah seorang perempuan. Biasanya mereka sangat anti.
"Karena kaka Bi baik" jawab Austin
Evan mengerutkan alisnya. tidakk biasanya anak laki lakinya memuji perempuan. atau bahkan ini pertama kalinya Austin memuji orang lain selain keluarganya.
"ya dia baik dad. bahkan dia meminta maaf ketika aku terjatuh. biasanya perempuan lain suka menyalahkan orang lain ketika berbuat salah" Anna menjelaskan
"kaka Bi membantuku mengambilkan cake"
"Baiklah baiklah jadi dia baik pada kalian. dan dia salah satu tamu dady ketika pesta kemarin. "
mereka mengangguk serempak
"karena hari sudah malam, sekarang waktunya kalian tidur"
__ADS_1
"eeem dad bolehkah Anna tidur dengan kaka Bi? "
Evan tidak langsung menjawab "boleh, tai jangan sampai mengganggu nya"
"yeeee...baik dad" jawab Anna dengan senyum cerianya
"As kau ikut? "
Austin mengangguk sebagai jawaban
"jangan lupa sikat gigi sebelum tidur"
"siap dad"
Anna besorak sambil berlari ke kamarnya untuk gosok gigi di ikuti oleh Austin dibelakangnya.
***
pagi hari jarum pendek pada jam dinding menunjuk angka 7.
Bianca sedikit mengerjapkan matanya, untuk membuka mata.
Dia merasa ada sebuah tangan yang memeluk perutnya. ketika dia membuka mata benar saja ada sebuah tangan kecil memeluknya.
Bianca sedikit kaget, dengan hal tersebut terlebih dia tidak tahu dia ada dimana.
dia tidak bisa melihat wajah orang yang memeluknya.
"kaka Bi sudah bangun? "
tapi belum sempat dia membuka tangan yang memeluknya sebuah suara mengagetkannya.
itu adalah suara Austin yang baru saja masuk ke dalam kamar.
Bianca tidak menjawab, dia masih memproses apa yang sedang terjadi.
Sedikit mengerutkan alisnya, tanda dia sedang berfikir pernah bertemu dengan anak tampan yang baru saja bertanya padanya. dan dia mulai ingat.
"Austin? " tanya Bianca, karna di negara ini siapa yang tidak mengetahui mengenai putra kembar orang terkaya di negara A ini
Austin mengangguk mengiyakan.
Anna yang sedang tidur perlahan terbangun karena mendengar suran suara.
"pagi kaka Bi" sapa Anna dengan surat khas anak anak yang baru saja bangun tidur.
"Anna? "
Anna mengangguk sebagai jawaban.
"kaka Bi sudah merasa lebih baik? " tanya Austin sambil mendekat kearah ranjang dan memberikan segelas air kepada Bianca.
__ADS_1
"heeem... kaka Bi baik. Terimakasih tampan" Balas Bianca dengan sedikit senyuman.
"sama sama"
"Apakah tidur kaka bi nyenyak"
Bianca mengangguk "Jadi kenapa aku bisa ada di sini? "
"Tadi malam Kami menemukan kaka Bi dipinggir jalanan sedang kehijauan. Kami ingin menawarkan tumpangan pada kaka tapi begitu daddy menghampiri kaka, kaka tiba tiba saja pingsan. jadi, kami memutuskan membawa kaka Bi pulang. karena kami tidak tahu rumah kaka Bi" Anna menjelaskan.
Bianca terdiam dengan penjelasan Anna. Dia jadi teringat dengan kejadian kemarin. mengenai pembicaraan yang dia dengar di dalam ruangan Anthonio. Yang itu artinya Bianca bukan bagian dari keluarga Fortune.
mereka tidak sadar bahwa dari tadi ada seorang pria yang sedang memperhatikan mereka.
"Kinds bukan kah kalian harus membersihkan diri. daddy ada perlu dengan kaka Bi kalian. "
"baik dad" sikembar langsung pergi ke kamar mereka masing masing.
"dan untuk mu Nona, saya menunggu penjelasan dari mu. tapi sebelum itu silahkan bersihkan dirimu terlebih dahulu. dan kami tunggu kehadiranmu di ruang makan untuk sarapan"
Ini pertama kalinya Evan berbicara panjang lebar pada orang lain terlebih itu pada seorang perempuan. biasanya Evan akan berbicara banyak pada orang tertentu saja seperti keluarganya dan pada saat dia sedang bekerja pun dia jarang sekali menjelaskan panjang lebar.
Evan memberikan sebuah paper bag yang berisi pakaian wanita. dan menaruh papper bag itu di atas nakas.
"jangan hawatir, yang menggantikan pakaianmu semalaam adalah bibi merry"
Jelas Evan karena dia melihat gelagat Bianca yang memperhatikan baju yang dikenakannya sudah berganti dengan baju yang kemarin ia pakai.
Bianca mengehela nafas lega mendengar perkataan Evan.
Setelah itu Evan kembali ke dapur karena dia sedang memasak. Sebetulnya Dia merasa sedikit aneh pada dirinya sendiri karena tidak biasanya dia bisa merasa nyaman berbicara dengan lawan jenis. Dia malah merasa wajah Bianca yang baru saja bangun tidur itu sedikit imut.
tapi langsung dia tepis jauh jauh rasa tersebut.
Bianca yang saat ini berasa di kamar mandi bukannya langsung membersihkan diri tapi malah melihat pantulan dirinya di cermin kamar mandi.
"Jadi dia melihatku dengan tampilan seperti ini"
dia menatap nanar pantulan dirinya di cermin.
sungguh Bianca merasa tampilannya sangat buruk. rambut panjangnya acak acakan matanya yang sedikit sembab habis menangis dan jangan lupakan baju tidur yang dia kenakan. baju tidur dengan motif 3 beruang.
"sungguh luar biasa dirimu Biiii"
"ya... Luar biasa memalukan"
Bianca bicara dengan dirinya sendiri.
"aaah tapi mengapa aku tidak merasa takut dengan tuan Evan dan perasaan terancam akan orang baru tidak ada. padahal tadi kita berada dalam satu ruangan?? "
Bianca bertanya pada dirinya sendiri. dan dia sendiripun tidak tahu jawabannya. karna memang Bianca memiliki penyakit yang tidak biasa, biasanya di akan merasa bahwa dia sedang dalam bahaya atau sedang terancam ketika dia berdekatan dengan lelaki. hal itulah yang membuat kelaurga fortune khawatir pada Bianca. walau terkadang Bianca ingin melihat dan berbaur dengan orang orang diluar sana.
__ADS_1
tapi sepertinya hal itu tidak berlaku pada sikembar dan Evan. karena mereka oranng baru yang pertama bisa memberikan kenyamanan untuk Bianca. begitupun sebaliknya kehadiran Bianca diantara sikembar dan daddynya yang membuat mereka nyaman