
sudah seminggu berlalu sejak pesta penyambutan yang diadakan oleh keluarga Chevalier. semuanya berjalan seperti biasanya tidak ada yang berubah.
sikembar sudah mulai dengan aktivitas mereka di sekolah baru nya. sang ayah yang dengan rutinitasnya pergi kekantor di pagi hari sambil mengantar sikembar kesekolah (TK), kemudian berangkat ke kantor.
Bianca seperti biasa hanya ada dirumah, membuat beberapa desain pakaian. semenjak insiden kaburnya dari para bodyguard Bianca jadi lebih jarang keluar rumah atas perintah tuan fortune. ya mau bagai mana lagi dia harus mematuhi sang ayah sebagai kepala keluarga.
"Selesai"
saat ini Bianca sedang memasak di dapur ditemani oleh koki keluarga. sebentar lagi waktu makan siang dan dia akan mengantarkan bekal makan siang untuk sang kaka di perusahaan.
Bianca akan memberikan kejutan untuk kakak nya di perusahaan keluarga fortune yang sekarang dipimpin oleh Antonio. karna sebelumnya Bianca memang belum pernah mengantarkan makan siang untuk Anthonio.
Sebelumnya Bianca sudah menanyakan kepada Robert, asisten Antonio apakaah kakak nya ada di sedang sibuk atau tidak. dan jawabannya tidak terlalu. itu artinya Bianca biasa sedikit mengganggu sang kaka.
"sebaiknya sekarang aku mandi dan ganti baju dulu, rasanya sangat gerah"
"Bibi mey tolong masukan bekal ini ke tas yang sudah aku siapkan ya. aku ingin bersih bersih dulu"
"baik nona. silahkan"
__ADS_1
***
Setelah selesai membersihkan diri, Bianca langsung pergi ke perusahaan keluarga fortune, setelah sebelumnya berpamitan pada ayah dan ibunya. dengan diantar oleh seorang sopir Bianca pergi ke perusahaan keluarga fortune.
sesampainya di perusahaan, seorangng resepsionis menyapaanya dan mempersilahkaan nya masuk ke ruang direktur.
Bianca masuk sendirian dan sang sopin hanya menunggu saja di parkuran
"selamat siang nona"
"siang kaka" balas Bianca dengan ramah
orang orang perusahaan memang sudahh mengenal Bianca sebagai putri bungsu keluarga fortune.
Bianca pikir mungkin Robert sedang ke kamar mandi. entahlah.
biannca membuka pintu ruangan dengan perlahan, agar tidak menimbulkan suara.
matanya melihat sedikit dari celah pintu untuk melihat keberadaan kakanya. tapi alih alih dia melihat sang kakak yang sedang bekerja dia malah mendengar suara seorang perempuan.
__ADS_1
"dia berhak tau segalanya Nio"
"ini belum saatnya sayang"
"tapi mau sampai kapan? "
Bianca menghentikan niatnya untuk masuk kedalam. setelah mendengar percakapan yang ada di dalam dia memutuskan untuk menguping nya sedikit. memang tidak baik mendengarkan percakapan orang lain diam diam, tetepi ada sesuatu dalam dirinya yang berdenyut ketika mendengarkan percakapan tersebut.
"entahlah sayang. aku tidak tahu harus memulainya dari mana. aku takut dia akan pergi dari hidup kita, dan jika dia pergi maka kondisi kesehatan mommy akan terganggu. aku terlalu takut sayang" ucap Antonio sambil memeluk sang kekasih.
ya, wanita yang sedang berbicara dengan Antonio adalah Elisa tunangan Antonio.
"sayang aku tidak memaksamu. tapi dia juga berhak tau. kalian sudah memasukannya kedalam keluarga membuatnya menjadi keluarga secara hukum. dia lebih baik tau darimu, aku rasa kesehatan mentalnya sudah stabil. jadi aku rasa tidak akan apa apa"
Antonio terdiam sejenak, memikirkan kata kata sang kekasih.
"akan ku coba. tapi aku masih merasa bersalah mengenai kejadian 5 tahun yang lalu yang menyebabkan Bianca sakit apalagi saat itu dia baru saja melahirkan" Balas Antonio dengan sendu
Deg..
__ADS_1
Deg..
Deg..