STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
Menginap


__ADS_3

"anak anak saya dimana? "


Evan dan Anthonio baru saja sampai diruang santai. Karena kata nya tadi Bianca, anaak anak nya dan Nyonya Maria pergi keruangan santai untuk menonton TV. Tapi sekarang ketika dia masuk keruangan tersebut tidak ada siapapun disana.


"aaah mungkin mereka sudah tidur Tuan"


Evan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul 10 lewat 10. Tentu nya anak anak nya sudah tidur dijam segini.


"Eem anda benar"


"Akan saya tanyakan kepada Bianca" _Anthonio


"Dimana kamarnya?" _Evan


"Huh?... Mari ikut saya tuan"


Evan mengebor anthonio dari belakang menuju lantai dua, kamarnya Bianca.


Sebetulnya mereka bisa saja bertanya pada Nyonya Maria karena kamar mereka ada dilantai bawah. Tapi anthonio tidak ingin mengganggu ibu nya.


Tok...


Tok...


Tok....


"Bi ini kaka, kau sudah tidur?"

__ADS_1


selang beberapa saat.


Cklek


"Kenapa kak?"


Bianca membuka pintu kamar nya dengan wajah yang masih basah. sepertinya dia hapus dari kamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan menggosok gigi sebelum tidur.


"Apakah kau anak kecil? tidur dengan menggunakan pakaian seperti itu. Dasar bocah" _Dalam fikiran Evan.


jangan lupakan pakaian yang dikenakan Bianca saat ini. sebuah piyama berwarna pink yang berlengan panjang. memang piyama nya tidak ada yang aneh hanya saja piyama tersebut mempunyai kupluk dengan karakter kelinci lengkap dengan telinga nya yang panjang. Evan yakin kalau dibelakangnya juga pasti ada ekornya.


Stop Evan jangan memikirkan yang tidak tidak.


"anak anak tidur disini? " _Evan


"aaah, iya mereka sudahh tidur" _Bianca


Evan meminta ijin, karena menurut nya tidak sopan masuk ke kamar seorang perempuan begitu saja.


"tentu, silahkan" Bianca bemberikan rung pada Evan untuk memasuki kamar nya.


Antonio juga ikut masuk. Antonio sedikit aneh pasalnya Bianca sangat anti sekali pada orang lain yang ingin masuk ke kamar nya. yang bisa masuk kesana hanya keluarga nya saja. Bahkan pelayan di rumah mereka pun tidak di ijinkan untuk membersih kan kamar Bianca. dan Bianca sendiri lah yang membersih kan dan merapikan kamarnya sendiri. dia hanya bilang ini privasi.


Tapi lihat lah sekarang dia mengijinkan Evan yang notaben nya orang baru yang mereka kenal bisa masuk ke dalam sana dengan mudahnya.


Evan melihat kedua anak nya yang terlelap dengan tenap diatas ranjang. Evan mendekat ke sisi sebelah kanan ranjang bersiap mengangkat tubuh Anna.

__ADS_1


"Eeeeh eeeeh sebentar, anda mau bawa kemana? " _Bianca bertanya


Evan menghenti kan gerakan nya dan melirik Bianca.


"Tentu saja membawa mereka pulang. mereka anak saya"


"Saya tau mereka anak anak anda. Tapi jika anda mengangkat dan memindahkan mereka kedalam mobil itu akan menggangu tidur mereka. Biarkanlah mereka tidur disini untuk malam ini" _Bianca


Evan menatap Bianca dengan manaikan sebelah alisnya. Bianca yang ditatap agak sedikit salah tingkah


"Iya Tuan sebaiknya anda juga menginap disini. Lagi pula hari sudah sangat malam tidak baik jika anda menyetir dimalam hari dengan membawa anak anak" _Antonio menambah kan


Evan menarik tangan nya dari tubuh Anna


"Saya tidak bisa terus merepotkan keluarga fortune terus menerus" _Evan


"kami tidak merasa keberatan tuan" _Antonio


"Iya kaka Ghe sebaiknya menginap saja disini_"


"Kaka Ghe?"


Antonio bertanya dengan ekspresi yang aneh.


Evan tersenyum tepis sangat tipis sekali sampai Bianca dan Antonio yang ada disana tidak melihat senyum itu karena senyuman itu hanya beberapa detik saja.


"Baiklah jika kalian memaksa"

__ADS_1


'apa lagi ini? '


Bersambung


__ADS_2