STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
sikembar yang lucu


__ADS_3

Austin yang mulai bisa mengendalikan hatinya mengangguk sebagai jawaban


Bianca tersenyum karna merasa bahwa anak ini begitu lucu


"Naah sekarang kau ingin cake yang mana? "


"aku ingin cake strawberry dengan krim coklat"


"baiklah mari kita ambil cake nya"


"mau berapa"


"satu sajaa"


"apakah ada lagi?


" aku rasa aku ingin cake coklat tanpa krim yang ada di sana" tunjuk Austin


"baiklah mari kita ambil yang sebelah sana. Aaah makanan makanan ini juga merupakan makanan kesukaan ku"


"apakah kau akan menghabiskan semuannya? "


"tidak. cake coklat memang untuk ku tapi cake coklat strawberry ini untuk adikku"


"kau punya adik? "


Austin mengangguk dan menjawab "ya, adik perempuan"


"woaaah apakah dia sama lucunya dengan mu? "


Bianca menyerahkan piring yang sudah diisi dengan cake. Austin mengambilnya, tidak langsung menjawab pertanyaan dari Bianca.


"KAKAAAAAA"


tiba tiba ada suara melengking yang mengejutkan mereka. kemudian seorang gadis kecil yang imut menghampiri mereka.

__ADS_1


"kakaa kenapa lama sekali! apakah kakimu berubah menjadi seekor siput?. rasanya perut anna sudah keroncongan tau"


"kalau kakak lama kenapa kau tidak ambil sendiriii? "


"iissh kaka As kan tadi yang menawarkan ingin mengambilkan cake. tapi Anna tunggu tunggu kaka As gak muncul juga"


"heeem heem"


"hukum haaam heem heem... lamaaa tau! "


Austin tidak menjawab tapi langsung memasukan potongan cake coklat strawberry ke dalam mulut Anna.


"kwakwa Aws"


Bianca yang melihat pertengkaran dua anak kecil didepannya hanya tersenyum geli.


setelah mengunyah dan menelan cake di mulutnya Anna baru sadar bahwa kakaknya tidak berdiri sendirian dari tadi. karena Anna terlalu kesal pada Austin sampai dia tidak memperhatikan sekitarnya.


Anna memperhatikan perempuan cantik didepannya yang sedang tertawa geli, terlihat begitu cantik.


"apakah ini adik mu?"


"ya dia adik ku, sebetulnya kami saudara kembar"


"aaaah ternyata begitu. pantas saja kalian begitu mirip dann sama sama lucu dan menggemaskan"


'kenapa kaka ini begitu cantik dan rasanya tidak asing. sepertinya kita pernah bertemu tapi dimana yaaa?? ' dalam hati Anna


"ya aku memang sangat cantik dan menggemaskan tidak sepertinya yang bermuka datar dan menyebalkan"


"hery siapa yang kau bilang bermuka datar dan menyebalkan"


"entahlah aku tidak tau siapa dia. yang jelas dia seseorang yang pernah berbagi rahim denganku"


"ANNASTASYA"

__ADS_1


"hahaaaaa... bercanda kakak Austin ku yang tampan"


Bianca kembali tertawa melihat tingkah keduanya.


dia merasa begitu dekat dengan mereka berdua. rasanya dia ingin sekali memeluk keduanya mencubit dan menc*um kedua pipinya


entah perasaan apa ini Bianca pun tidak bisa menjelaskannya.


"Baiklah saudara kembar yang lucu karena kalian sudah mendapatkan cake yang kalian inginkan dan rasanya sudah agak lama kalian disini sebaiknya kalian kembali kemeja kalian"


"baiklah. aku rasa begitu"


"sebentar.. sebentar.. kaka as" Anna berbicara kemudian menatap Bianca


"Kaka cantik bolehkan aku tahu namamu?, karna rasanya aku pernah bertemu denganmu"


"namaku Bianca. kalian bisa memanggilku kaka Bi. Benarkah kita pernah bertemu? lalu di mana itu? daan bolehkah kaka tau siapa nama kalian? "


" yaaa. namaku Annastasia dan dia adalah Austin kakaku. Anna rasa kaka yang waktu itu menabrak ku di Mall? "


"di Mall? menabrak? "


"kamu pernah kecelakaan di Mall? apakah kamu baik baik saja?. kenapa tidak cerita?" Austin menimpali


"aku baik baik saja kak. itu bukan sesuatu yang serius"


"aaah kejadian minggu lalu. kaka ingat menabrak seorang anak kecil di Mall, ternyata itu kamu nak. kaka sunggu minta maaf itu benar benar tidak disengaja"


"tidak apa apa kaka Bi, aku baik baik saja"


"syukurlah, aku benar benar minta maaf"


"kaka Bi kita pamit dulu yaa sampai jumpa" kata Austin


"daa daaah kakka Biiii.. " Anna berkata sambil melambaikan tangannya menjauh dari Bianca.

__ADS_1


dan Bianca membalas lambaian tersebut


__ADS_2