STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
Kembali


__ADS_3

"wow ini rumah kaka Bi? " tanya Anna sambil melihat keluar jendela.


"Ya ini rumah orang tua kaka"


Sekarang mereka sedang mengantarkan Bianca pulang kerumah.


Setelah sebelumnya Evan berdebat dengan anak anaknya yang tidak memperbolehkan Bianca pulang. mereka ingin mengobrol dan bermain lebih lama dengan Bianca. tetapi tentu saja hal itu ditolak oleh sang daddy. karena Bianca harus pulang kerumahnya.


Evan yang sebelumnya meminta waktu Bianca untuk mengobrol atau lebih tepatnya meminta penjelasan pada Bianca tetapi Bianca hanya menjawab


'aku hanya kelelahan setelah berjalan jalan'


dan apakah Evan percaya?


tentu saja tidak


Orang bodoh mana yang berjalan jalan dibawah guyuran hujan pada malam hari terlebih dia memakai pakaian yang tipis dan tidak membawa payung. jangankan payung dia membawa dompet atau bahkan tanda pengenal saja tidak.


Mungkin jika bukan mereka yang menemukannya dipinggir jalan Bianca bisa saja sudah berada di rumah sakit sekarang.


Dan dari obrolan mereka juga Evan jadi tahu bahwa Bianca adalah Putri bungsu keluarga Fortune. Keluarga Fortune memang termasuk keluarga terpandang di kota ini bahkan Anthonio yang notabennya adalah kakak dari Bianca beberapa waktu yang lalu melakukan kerjasama dengan perusahaan yang Evan pimpinan saat ini.


Tapi karena Evan memang baru saja pindah di kota ini dia tidak terlalu mengenal keluarga tersebut. walaupun Evan memang lahir di kota ini.


Sebetulnya Bianca agak sedikit enggan untuk pulang kerumahnya. karena dia yakin jika Anthonio sudah tahu dia kabur dan keluarganya sekarang pasti tengah mencarinya. Tetapi Bianca mengusir ke engganannya untuk pulang ketika teringat mommy nya yang sangat menyayanginya. Padahal Bianca bukan puteri kandung mereka tetapi mereka begitu menyayangi Bianca layaknya putri mereka.


Kembali pada mereka saat ini yang baru sampai dikediaman Keluarga Fortune. para satpam yang sebelumnya tidak mengetahui mobil yang ada didepan tentu saja menghadang sang pengendara.


Tetapi begitu melihat nona muda mereka ada didalam sana mereka langsung membuka gerbang. dan ketika mobil Evan masuk anak anak begitu terkagum melihat kemegahan rumah keluarga fortune (seperti percakapan diawal).


Padahal kalau dilihat lagi sebetulnya rumah keluarga fortune tidak ada bedanya dengan kemegahan kediaman keluarga Chevalier. bahkan bisa dibilang kediaman keluarga Chevalier lebih megah dan mewah.


"ayo kita masuk" Bianca mengajak sikembar masuk.


Begitu dia membuka pintu sikembar terperangah lagi dengan arsitektur di dalam rumah.


Dan ketika mereka sudah berada didalam menuju ruang tamu ternyata diruang tamu ada banyak orang. disana ada Anthonio, Elsa, Petter dan Robert. mereka yang sedang berdiskusi disana kaget dengan kedatangan Bianca.


Begitu pula dengan Bianca yang kaget melihat banyak orang yang sedang berkumpul di rumahnya.


Tapi yang menjadi pusat perhatian Bianca hanyalah satu orang yaitu Anthonio.


"Bi.. " kata mereka dengan serempak langsung berdiri.


"Tuan Evan"


"Bos"

__ADS_1


Jelas jelas dari semalam mereka kalang kabut mencari Bianca dan pagi ini mereka melihat Bianca yang baru saja datang. dan jangan lupakan dengan siapa Bianca datang kerumah.


Dan oranng tersebut pula lah yang juga membuat mereka sedikit kaget. karena Bianca datang dengan Evan dan kedua anak kembarnya. oooh ayolah, siapa sih di negara ini yang tidakk mengenal mereka?. Jelas semua orang mengenal Keluarga Chevalier karena sekarang mereka sedang menjadi tranding topik.


Anthonio yang melihat sang adik pulang kerumah dengan keadaan baik baik saja begitu bersyukur sampai sampai matanya berkaca kaca menahan tangis.


Anthonio begitu mengkhawatirkan adiknya ini. walaupun Bianca bukan adik kandung nya tapi dia begitu menyayangi Bianca.


"Bi.. maaf"


Anthonio menghampiri Bianca dan memeluknya.


"Bi, maafkan aku"


"ya kakk tak apa. maaf aku harusnya bersyukur memiliki keluarga seperti kalian"


"Sekali lagi maafkan aku Bi. mulai sekarang jika kau ingin mengetahui segala sesuatu aku akan menceritakan semuanya"


"ya kak, terimakasih sudah menyayangi"


Mereka melepaskan pelukannya.


Orang orang yang menyaksikan mereka menghela nafas lega begitu merasakan kasih sayang keduanya. Kecuali tiga orang yang lain


"Dad mengapa Kaka Bi dan paman itu menangis"


lelaki kecil ini begitu ingin memonopoli Bianca.


"Itu untuk mengungkapkan rasa rindu dan sayang pada orang yang kita sayangi"


jawab Evan sambil menatap kedua anaknya


"Apakah jika Anna rindu pada daddy Anna juga harus menangis ketika bertemu daddy?"


"tapi Anna setiap hari Anna selalu rindu daddy, apakah setiap kali bertemu dengan daddy Anna harus menangis?"


"tidak seperti itu sayang, hal tersebut bisa kalian lakukan ketika kalian sudah sangat lama sekali tidak bertemu dengan daddy kalin"


Sekarang giliran Bianca yang menjelaskan sambil mendekati si kembar.


"kalian ingat waktu daddy pergi ke Spanyol selama 2 minggu dan Anna menangis sambil video call dengan daddy? "


Evan kembali menambahkan


"aah Anna ingat. Jadi seperti itu" Anna menjawab dengan mengangguk nganggu kan kepalanya disertai ekspresi nya yang lucu membuat orang lain gemas saja.


"Dad apakah kita tidak bisa bermain dengan kaka lagi? "

__ADS_1


tanya Austin


"jangan tanya daddy boy. tanyakanlah kepada nya"


"Bisakah kita bermain bersama kaka Bi? " Austin bertanya pada Bianca dengan penuh harap.


"tentu saja boy. kalian bisa bermain bersama kaka Bi kapanpun kakian mau"


"jadi kita boleh sering sering datang kerumah kaka Bi?" sekarang giliran Anna yang bertanya.


"jangan terlalu sering. nanti kalian malah mengganggu nya"


"tidak apa apa. kalian bisa bermain dengan kaka Bi disini atau mungkin sesekali kaka Bi kerumah kalian"


"yeee... boleh kan dad? "


"baiklah baiklah"


Ketika Evan dan Bianca yang sedang berbicara kepada si kembar membuat oranng orang yang ada di sana seperti menyaksikan sepasang oranng tua yang memberikan penjelasan kepada anak anak mereka.


"Tuan Evan terimakasih karena sudah mengantarkan adik saya pulang. mari kita duduk dulu"


Anthonio sangat berterimakasih kepada Evan


"sama sama. tapi sepertinya saya tidak bisa lebih lama lagi berada disini tuan Anthonio"


Evan menolahk dengan halus, kemudian melirin anak kembarnya.


"karna saya harus mengantarkan mereka kesekolah"


"ah seperti itu"


"Baiklah kind waktunya kalian pergi kesekolah. Tuan Anthonio saya permisi" kata Evan dan mengajak sikembar keluar.


"Aaah Petter bukan kah kau harusnya ada di kantor? " kata Evan yang menghentikan langkahnya sebentar.


"aah iya tuan maaf. tapi tadi saya sudah ke kantor terlebih dahulu sebelum datang kesini. sekarang juga saya akan kembali kekantor"


"Baiklah aku tunggu".


Selesai kepergian Evan, Petter juga akan langsung pergi.


" aaah Bi senang rasanya kau sudah kembali. aku ke kantor dulu ya. Semuanya aku pergi dulu "


Petter berpamitan.


"ya semangat dan hati hati. semoga ketika sampai di kantor kau tetap baik baik saja" kata Robert menyemangati karena dia tau bahwa Evan orang yang dingin.

__ADS_1


"hais kau ini" jawab Petter sambil pergi.


__ADS_2