
"dad bolehkan aku minta sesuatu? "
"apa sayang? "
"emmm... "
Anna melirik sang kakak yang duduk di kursi belakang melalui kaca yang ada ditengah mobil.
saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah diantar oleh sang daddy
"bolehkah setelah pulang sekolah kami main kerumah teman kami sebentar dad? " Austin membantu Anna menjawab pertanyaan sang daddy
"teman kalian? "
"yes dad"
"ke rumah siapa? "
"eemmm... "
"kerumah kaka Bi dad" Austin menjawab lagi
"Bianca? " "Bianca Fortune? " Evan menanggapi pertanyaan putra putri nya dengan terus fokus menyetir
"yes dad Bianca Fortune, kaka Bi"
"Boleh"
"yes,/thank you dad"
"kalau begitu daddy akan meminta ijin dulu pada Tuan Anthonio kalau kalian akan berkunjung dan nanti siang daddy akan mengantarkan kalian ke rumah keluarga Fortune"
__ADS_1
"tidak perlu dad" Anna mencegah
"why? "
"kami sudah meminta ijin pada kaka Bi. Kaka Bi bilang kita boleh main ke rumahnya kapan pun asalkan kami mendapatkan ijin dari daddy"
"dan untuk masalah menjemput kami sepertinya juga daddy tidak perlu repot repot mengantarkan kami karena kaka Bi sendiri yang akan menjemput kami dari sekolah dad"
"baiklah, tapi dari mana kalian tau bahwa dia akan menjemput kalian hari ini? "
"kami sudah bertukar nomor dad" jawab Anna
"dan kami juga tidak ingin mengganggu pekerjaan daddy di kantor"
"memangnya kalau Bianca yang menjemput kalian tidak mengganggu dia"
"kata kaka Bi tidak mengganggu, karna kaka Bi jua sering merasa bosan jika terus dirumah. jadi kalau menjemput kami kaka Bi pasi akan sangat senang karena bisa keluar rumah"
Dari semenjak mereka menolong Bianca, ini sudah terhitung kurang lebih 1 minggu.
Sebetulnya yang berinisiiatif meminta nomor whatsapp adalah Anna.
Saat itu ketika mereka mengantarkan Bianca pulang Anna meminta nomor whatsapp bianca. tapi karena Anna lupa membawa handphone nya maka dia tulis nomor tersebut di secarik kertas.
Dan karena Anna lupa menyimpan kertas tersebut, selama satu minggu ini mereka mencari nomor tersebut tidak menemukannya juga.
mereka ingin meminta nomor Bianca pada ayahnya, tapi mereka yakin pasti ayahnya tidak akan repot repot menyimpan nomor telepon seorang perempuan.
Lalu tadi malam mereka teringat pada paman Petter, sekretaris sang daddy yang pada saat mereka mengantarkan Bianca pulang. Petter ada di rumah keluarga Fortune.
jadilah mereka meeminta no Bianca pada pater. dan pada akhirnya mereka bisa bertukar pesan dan menanyakan kabar masing masing.
__ADS_1
Setelah mereka menghubungi Bianca ternyata, nomor whatsapp Bianca yang tertulis di secarik kertas tersebut Anna simpan dibalik casing handphone nya. Dasaar Anna.
"baiklah"
"thank you dad"
"karena kita sudah sampai disekolah kalian sekarang sekolah dulu yang rajin baru nanti kalian boleh main"
"tentu dad" thank you " jawab sikembar yang turun dari mobil di ikuti oleh evan
"dad kami masuk dulu ya"
Sikembar berpamitan pada sang ayah dengan memeluk evan dan mencium tangannya sebagai rasa hormat mereka.
"yes twin"
"bay bay dad"
"hati hati dijalan, jangan lupa makan siang"
teriak sikembar bersahutan melambaikan tangan sambil berjalan menjauhi Evan.
Evan membalas dengan senyuman dan lambaian tangan.
Kedatangan dan Interaksi mereka di depan sekolah tentu saja menjadi perhatian orang orang. tidak sedikit orang yang mengabadikan hal tersebut.
Bayang orang yang salut kepada Evan yang bisa merawat dan membesarkan kedua putra kembarnya. walau banyak juga dari mereka yang kerap kali mempertanyakan mengenai keberadaan ibu sikembar.
Sebenarnya banyak sekali spekulasi tentang keberadaan sikembar. Dari mulai sikembar merupakan anak adopsi, sikembar anak kerabat jauh keluarga Chevalier yang dibesarkan evan, sikembar anak pungut dan yang terahir sikembar adalah anak dari perbuatan terlarang ayahnya apalagi mengingat Evan yang dulunya sangat terkenal didunia hitam.
Tapi itu semua hanyalah spekulasi mereka tanpa ada bukti bahwa sikembar itu datang dari mana yang jelas mereka adalah anak anak Evan. Itu semua jelas terlihat dari ciri pisik mereka yang menurun dari Evan.
__ADS_1
Tetapi tidak ada orang yang berani menyinggung mengenai keberadaan ibu si kembar.