STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
Evan mengijinkan


__ADS_3

"daddy tidak marah kan? " _Anna


"tentang? "


"memanggil Kaka Bi mommy"_Anna


Anna menatap wajah sang ayah dengan harap harap cemas.


Evan hanya diam tidak menjawab apapun.


Austin menghentikan kegiatan membacanya begitu mendengar percakapan ayah dan adik nya. Dan mengalihkan pandangannya pada sang ayah.


Saat ini mereka sedang berada diruang keluarga kediaman Evan.


"Kenapa kalian ingin memanggil Bianca mommy? Berikan dulu alasnya"


"Eemmm... " Anna ragu ragu untuk memberi tahu ayahnya mengenai kejadian disekolah tadi siang.


"Karena Kaka Bi Baik dan kami menyukai nya" Anna masih memanggil Kaka Bi karena jika dia memanggil mommy dia takut ayahnya belum setuju.


"Hanya itu? Tidak ada hal lain lagi? Bukan kah kalian juga menyukai Bibi Elen? "


Elen adalah wanita paruh baya yang menjadi salah satu Asisten rumah tangga dan juga baby siter yang membantu Evan mengurus sikembar.


Elen sebelumnya bekerja di kediaman utama keluarga Chevalier. dan sekarang dipindahkan untuk bekerja di rumah Evan.


"Iiih daddy Bukan ituuuu... Bibi Elen berbeda dengan kaka Bi walaupun mereka sama sama baik dan sama sama menyayangi kami" _Anna

__ADS_1


"Jadi Bisa berikan daddy alasan yang lebih kuat lagi mengapa harus mengijinkan? "


"Sebenarnya itu karena kejadian siang tadi disekolah dad" Austin menjawab


"Kejadian apa? "


"Ketika pulang aku menyuruh Anna untuk menunggu karena aku harus mengembalikan buku ke perpustakaan. Tapi ketika Anna menunggu ku ada anak anak yang mengganggu Anna. ketika aku datang mereka terus menggangu kami walaupun kami sudah mencoba mengabaikan mereka" _Austin


"apakaah mereka menyakiti kalian? "


"Tidak dad"


"mereka tidak menyakiti kami. Tapi mereka bilang bahwa kami anak tidak tau asal usulnya dan kammi adalh anak yang tidak memiliki ibu" _Austin


Evan mengeraskan rahangnya dia tidak menyangka kalau ternyata anak anaknya mendapatkan ejekan seperti itu dari teman sekolah mereka.


"Tapi kemudian kaka Bi datang menghampiri kami. dan pada saat ituu... " Austin menjeda sejenak ceritanya melirik sebentar wajah Anna.


"Anna memanggil kaka dengan sebutan mommy didepan mereka. Dan sepertinya mereka percaya bahwa kakaa Bi adalah mommy kami. terlebih wajah kaka Bi dan Anna mirip" _Austin


"Kami sudah meminta ijin pada kaka Bi tentang memanggilnya mommy dan kaka Bi tidak keberatan sama sekali" _Anna


"Baiklah Jika dia tidak keberatan dan kalian juga menyukainya daddy ijinkan"


"sungguh daddy mengijinkan nya? "


"iya Babby"

__ADS_1


"Terima kasih daddy" kata Anna kemudian memeluk Evan.


Lalu Austin mendekati "Thank you dad"


Evan membuka lngannya, mempersilahkan Austin untuk memeluknya juga. Austin mesuk kepelukan mereka dengan senyum bahagianya.


"Untuk selanjutnya jika ada yang mengganggu kalian segera beritahu daddy. jangan menyembunyikan apapun dari daddy"


"Baik dad" jawab sikembar


"Eemmm dad" _Austin


"Kenapa Boy? "


"Sepertinya tadi Mommy sedikit takut mengenai respon daddy dirumah keluarga fortune" _Austin


"takut?"


"Iya dad sepertinya mommy sedikit hawatir mengenai kami yang memanggil nya mommy. apalagi ketika di sana daddy langsung pulang tanpa mengatakan apapun" _Austin


Ya setelah mendengar percakan anaknya dengan Bianca, Evan tidak berbicara sedikitpun pada Bianca dan langsung pulang begitu saja.


"nanti daddy akaan berbicara pada Bianca"


"Oke dad. sebaiknya lebih cepat lebih baik" _Anna


"Sebaiknya sekarang kalian tidur. besok harus masuk sekolah bukan? "

__ADS_1


__ADS_2