
"dad hari ini benar benar mau berangkat ke kantor? "
"Iya babby, ada beberapa pekerjaan yang harus daddy selesaikan"
"jadi Daddy tidak akan menemani kami menyambut mommy?. padahal ini pertama kali nya mommy berkunjung"
"Sorry babby. tapi akan daddy usahakan untuk pulang lebih cepat"
"dad janji? "
"tentu. akan daddy usahakan"
"thank you dad"
Itu adalah sedikit percakapan antara Anna dan Evan di pagi ini.
Setelah semalam sikembar berbincang dengan Bianca. dan sikembar mengajak atau mungkin sedikit memaksa Bianca untuk datang berkunjung kerumah mereka.
Dan Bianca menyetujui untuk berkunjung kerumah sikembar.
Tapi ternyata setelah berbicara dengan sang daddy. daddy mereka tidak bisa menyambut kedatangan Bianca karena ada beberapa pekerjaan yang harus Evan selesaikan.
"hati hati dad. babay"
"bayi sayang"
hari ini bukan hari libur.
lantas kenapa sikembar tidak kesekolah?
jawabannya karena guru guru disekolah mereka hari ini ada rapat. jadi seluruh anak anak sekolah dianjurkan untuk belajar diirumah.
"Kakaaaaa Aaaaaas kau sedang apaaa? "
Anna menghampiri Austin yang sedang berada di dapur.
"sedang memasak bersama Bibi"
"kalian memasak apa?"
"kami membuat cemilan dan cake"
"waah Waah boleh kah Anna ikut membantu? "
"tentu"
Anna cepat cepat pergi ke wash tapel untuk mencuci tangan.
walaupun sebenarnya Austin tidak begitu yakin adiknya akan membantu, tapi tak apa untuk sedikit meramaikan suasana.
"ini untuk menyambut mommy kan? "
"heeemm, tentu? "
__ADS_1
"waaah senang rasanya mommy berkunjung kesini"
"mommy? " _Bibi Elen
"Iya Bibi mommy. mommy Anna dan kaka As"
"memangnya siapa mommy kalian itu? apakah Bibi pernah bertemu dengannya? "
"kurasa tidak" _Austin
"memangnya seperti apa mommy kalian itu? "
Bibi Elen bertanya karena penasaran dengan perempuan yang dipanggil mommy oleh sikembar.
Terlebih ketika melihat sikembar menceritakan orang yang mereka panggil mommy dengan bahagia.
"Mommy adalah permpuan yang sangat cantik dan baik, ramah dan senyumnya sungguh cantik kemudian pelukannya begitu menenangkan" _Anna
"aaah ternyata seperti ituuu" Bibi Elen hanya mengangguk ngangguk saja seolah mengerti.
"Dia terlihat seperti Anna dalam persidangan wanita dewasa"_ Austin
" Seperti non Anna? "
"Heeemm seperti Anna" Anna ikut mempertegas.
Bibi Elen menatap lekat wajah Anna.
"oooh begitu"
"siap bi" jawab sikembar serempak
"Bibi akan panggil dulu beberapa pelayan untuk membantu"
"iya Bi"
...
Berrm
Suara mobil yang baru saja samapai di kediaman Evan.
Sikembar yang sudah selesai membatu memasak dan sudah mandi juga berpakaian rapi langsung menuju pintu depan rumah.
"Mommyyyyyy"
"mooom"
Sikembar berlari bersiap memeluk Bianca
"Haii kinda"
Bianca mensejajaarkan tingginya dengan sikembar dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sikembar.
__ADS_1
muah
ciuman Anna dipipi kiri Bianca
"Bagaimana perjalanan mommy? lancar?"_Anna
"Tentu saja babby"
"Apa mommy lelah? "_ Austin
" Tidak sayang"
"Mom ayo masuk."_ Austin
" Ayoo ayooo mom"_ Anna
"Baiklah baiklah sayang. aaah mommy membawa sesuatu di mobil, sebentar biar mommy minta paman sopir untuk membawakannya"
"Pak tolong bawakan barang barang yang tadi saya bawakedalam ya"
"Baik Non"
"ayo mom, sekarang kita masuk dulu"
..
"waah rumah kalian luas sekali"
"bagus kan mom? "
"eem bagus sekali"
Dulu Bianca memang pernah kerumah sikembar ketika tuan evan menolongnya. tapi waktu itu di tidak sempat mengagumi rumah tersebut. Padahal rumahnya pun tidak kalah bagus.
"mommy duduklah dulu. Nanti pelayan akan mengantarkan minum dan cemilan kesini"
mereka sekarang berada diruang keluarga. itu atas permintaan Anna yang menyambut mommy nya tidak diruang tamu.
para pelayan datang menghidangkan beberpa kue dan cemilan serta minum.
kemudian datanglah Bibi Elen ke ruangan tersebut
"selamat datang nona. saya Elen Kepala pelayan disini" sambutan Bibi Elen dengan kepala sedikit tertunduk.
"Terima aksih Bibi Elen. salaam kenal saya Bianca"
Kemudian Bibi Elen mengangkat kepalanya untuk sedikit melihat Bianca yang kata Austin tadi mirip dengan Anna
Begitu kepala Bibi Elen terangkat dan melihat Bianca yang sedang tersenyum rasanya seperti dejavu.
"sama sama nona. kalau begitu selamat menikmati waktu kalian. saya undur diri dulu"
"iya Bibi"
__ADS_1
Dan Bibi Elen pun pergi dari ruangan itu. sambil terus mengingat ngingat wajah Bianca yang menurutnya tidak asing. tapi dia lupa pernah melihat nya dimana.
'sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya. tapi dimana yaa aku melihatnya? '