
Pada jam 10:30 Austin dan Anna sudah bersiap siap untuk pergi ke bandara.
kedua bocah manis ini sangat bersemangat untuk pulang ke negara kelahiran mereka.
setelah kurang lebih 3 tahun menetap di negara N karna mengikuti pekerjaan sang ayah. mereka akhirnya bisa kembali ke negara A.
Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil untuk menuju bandara. mobil yang dikendarai oleh Petter. disampingnya ada Evan yang fokus pada tablet nyanya, yang sedang memeriksa beberapa pekerjaan.
sedangkan sikembar yang duduk dikursi belakang sedang sibuk dengan mainan mereka masing masing. Anna yang bermain boneka dan Austin yang bermain rubik.
setelah kurang lebih 20 menit akhirnya mereka sampai di bandara.
kemudian setelah beberapa saat mereka sudah duduk dikursi pesawat yang akan mengantarkan mereka ke negara A.
tidak terasa setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka tiba di negara A.
senyum yang tidak pernah lepas dari wajah cantik Anna. Austin juga tersenyum sedikit tidak selebar senyum Anna.
"akhirnya.. " gumam Anna
__ADS_1
sedangkan Evan dengan mata yang agak satu bergumam dalam hatinya. "sebenarnya dimana dirimu? "
ketika mereka sedang berjalan dari arah kedatangan dari luar negeri menuju mobil yang sudah terparkir dan siap mengantarkan mereka kerumah. tiba tiba Anna berisik pada sang kaka yang sedang menggenggam tangannya.
"kaka.. "
Austin merespon hanya dengan lirikan.
tapi Anna sudah memahaminya karna Austin memang seperti itu.
"Aku ingin menemukan mommy. kaka, ayo kita buat rencana untuk menemukan mommy yang baik buat kita dan juga Daddy". Anna berbisik kembali supaya tidak terdengar oleh sang ayah. padahal posisi mereka agak jauh dan jelas tidak akan terdengar oleh ayahnya.
" kau punya rencana? " balas Austin sambil memandang adik kembarnya.
"nanti akan ku jelaskan ketikan kita sudah sampai dirumah. disini aku ingin mengajak dulu kakak agar kita memiliki tujuan yang sama ketika kita sudah sampai di negara N."
Austin mengangguk sambil membelai kepala sang adik. dia sangat paham mengenai keinginan terbesar Anna yaitu memiliki mommy.
"Oke. sepakat. kita harus menemukan mommy"
__ADS_1
Anna kembali berbicara.
"ya"
karena mereka begitu menginginkan kehadiran seorang mommy. tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan perasaannya mengenai keinginannya itu.
dulu mereka penah bertanya pada Evan mengenai mommy mereka. tapi raut wajah Evan langsung berubah. seperti memendam kecewa dan luka.
dari mulai saat itulah mereka tidak pernah menyinggung lagi masalah mommy.
kecuali hari ini, karna mereka bertekad untuk menemukan mommy mereka
bukannya mereka tidak bersyukur memiliki daddy seperti Evan. mereka bahkan sangat sangat berterimakasih kepada Tuhan karna menjadikan Evan sebagai orang tua mereka.
Evan adalah sosok ayah yang tegas tapi penyayang. dia bisa menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka. membuatkan mereka sarapan, menemani bermain, membacakan dongeng sebelum tidur, dan diakhir pekan mereka akan jalan jalan bersama.
Mereka tau bahwa ayah mereka bukan orang biasa. ayah mereka adalah CEO, pemimpin perusahaan yang memiliki banyak pekerjaan.
itulah yang membuat mereka bangga pada Evan. sosok yang bisa membagi waktunya antara pekerjaan dan keluarganya.
__ADS_1
tapi mereka hanyalah anak anak umur 5 tahun yang menginginkan pelukan seorang ibu. mereka yang mendambakan sosok wanita penyayang dan penuh cinta yang bisa memberikan pelukan hangat untuk mereka.
bukan seorang wanita dengan make up menor dengan gaya yang centil dan memakai pakaian kurang bahan untuk menarik perhatian daddy mereka. karna mereka sangat sangat tidak suka wanita seperti itu.