STRENGTH; Super Daddy

STRENGTH; Super Daddy
Bianca Bimbang


__ADS_3

"Kenapa Bi? "


"aaah ka.... "


"kau kenapa? "


Anthonio melihat adiknya beberapa kali termenung setelah kepulangan sikembar dan Evan dari rumah mereka.


Dan sekarang setelah makan malam Anthonio menanyakan kegelisahan yang dirasakan sang adik.


"eemmm.... "


"apa kau masih memikirkan tentang sikembar yang menyebutmu mommy? atau sikap Tuan Evan tadi?"


Bianca mengangguk


"Aku tidak masalah mereka memanggil ku mommy selagi itu membuat mereka senang. Aku juga sangat menyukau dan menyayangi mereka. Yang jadi masalah adalah daddy mereka. aku takut Tuan Evan tidak Terima mengenai panggilan anak anaknya pada ku dan berakhir memarahi mereka atau lebih buruknya menjauhkan mereka dari ku"


"Tenang lah kurasa tuan Evan tidak akan memarahi sikembar"


"kuharap begitu. tapi bukan kah sikembar memiliki seseorang yang memang seharusnya mereka panggil mommy sebagai ibu kandung mereka?"


"heeemm yaa. tapi kurasa ibu dari sikembar tidak tinggal bersama mereka"

__ADS_1


"iya tapi.., walaupun semisal ibu nya tidakk tinggal bersama mereka, mereka tetap punya ibu kandung yang mereka panggil mommy juga. dan pasti tuan Evan tidak akan Terima jika ada wanita lain yang dipanggil sikembar dengan sebutan mommy selain istrinya"


"kenapa kamu begitu yakin Bi? "


"Aku yakin karena melihat tatapan dan sikap tuan Evan tadi. terlebih tuan Evan begitu menyayangi kedua anak nya. Aku yakin dia juga pasti begitu mencintai istri nya"


'Aaah begitu beruntungnya menjadi perempuan yang dicintai oleh tuan Evan' Dalam hati Bianca


"Tenang lah Bi jangan risaukan apa yang belum tentu terjadi. Dan juga setau ku Tuan Evan sampai saat ini masih lajang dia belum pernah tercatat pernah menikah dengan wanita manapun"


"A_apa? dia belum pernah menikah? lalu sikembar anak siapa? aku yakin mereka bukan anak adopsi karena mereka begitu mirip dengan tuan Evan"


"Aku tidak tau mengenai itu. yang pasti mereka memang benar anak tuan Evan. terlebih keluarga Chevalier telah mengumkannya. mungkin kau bisa bertanya pada sikembar mereka terlihat seperti anak anak yang cerdas dan aku yakin mereka mengetahui keadaan mereka saat ini. "


"Aah iya, saat ini tidak seharusnya aku meragukan keberadaan sikembar. aaah sepertinya aku harus menghubungi mereka. kak aku kekamar dulu ya selamat malam. terima kasih karena sudah menenangkan ku"


"sama sama Bi. segera lah hubungi mereka hem. mungkin mereka sedang merindukanmu"


"Bay kak. selamat malam selamat beristirahat"


...


"Aaaah hallo Mommy" sapa Anna dengan begitu ceria dengan senyum lebar begitu dia mengangkat panggilan telpon dari Bianca.

__ADS_1


"Hallo cantik. apa kabarmu? "


"Sangat baik mom"


"kau sedang berada dimana? apakah kau sendiri? As tidak bersama mu? "


"Aah aku sedang dikamar, dan ya aku sendiri, sepertinya kaka As ada dikamarnya. eem sebentar aku ke kamar kaka As dulu. jangan dulu dimatikan telpon nya ya mom"


"iya sayang" sebenarnya Bianca tidak sabar menanyakan tentang panggilan mom yang diberikan Anna, tapi dia tau saat ini Anna pasti sedang berjalan kekamar Austin. Jadi Bianca menahan sebentar pertanyaannya itu.


Untung saja kamar Anna dan Austin bersebelahan jadi tidak memerlukan waktu lama Anna sudah samapai dedepan pintu kamar Austin.


Tok.. tok... tok...


"Kaka As ini Anna, Bolehkan aku masuk? "


"Iya An masuk saja"


Begitu masuk terlihat Austin yang sedang bermain dengan leptop nya.


"Kenapa? "


"Mommy menelpon"

__ADS_1


__ADS_2