
Dreet... dreet... Dreet...
[Suara panggilan telpon masuk]
"Hn? "
"Hey kau masih sajja dingin. setidaknya ucapkan hallo kepada orang yang menelpon mu"
"Ya, Hallo"
"Haish, sudah lah. Bagaimana kabarmu? "
"Baik. kau"
"tidak begitu baik"
"Why? "
Hening beberapa saat
"kau sudah menemukan nya? atau mendapatkan sesuatu tentang nya? "
"Siapa? "
"*kau lupa??, astagaaa"
"kau lupa aku pernah meminta bantuanmu untuk mencari istriku*? "
"Bukan kah Clarissa berada di New York dengan mu? "
"Bukan Clarissa. tapi Istri ku yang pertama"
"aaaah, dia"
"ya kau sudah ingat? "
"Hn"
__ADS_1
"Jadi bagai mana perkembangan pencarian nya? "
"aku menyuruh kak Mikail untuk mencarinya"
"Haaah, Kenapa rasanya sulit sekali padahal hanya mencari seorang perempuan saja. bahkan untuk orang orang seperti kalian, itu juga sulit"
"Kau salah menghubungi orang. Seharusnya yang kaau hubungi itu Mikail bukan aku"
"ya.. yaa... ya... akan ku hubungi dia nanti. tapi setidak nya kau juga harus membantuku brother"
"Akan ku usahakan. kirimkan saja data diri nya pada ku"
"oke brother. thanks"
"Hn. kapan kau kembali? "
"Kenapa?. kau rindu padaku? "
"Jangan bercanda. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu. tapi tidak di telpon"
"Aah baiklah, minggu depan aku akan pulang ke tanah air. jangan lupa menjemputku"
"Hais dasar kau ini. ya sudah lah.. untuk saat ini bantu aku mencari Byanca terlebih dahulu oke. datanya akan aku kirim kan melalui email. Sampai jumpa minggu depan brother "
Sambungan telepon pun telah berakhir. Tapi Evan masih menempel kan handphone nya ditelinga dengan tatapan sedikit kosong ketika nama Byanca disebutkan
"Byanca, Bianca? Semoga mereka orang yang berbeda"
Dada nya Evan sedikit bergemuruh tak tenang.
Ting...
sebuah notifikasi email masuk di HP Evan.
Dan pengirim nya adalah Markus
Orang yang tadi berbicara di telpon dengan Evan adalah Markus. Sepupu jauh Evan.
__ADS_1
Evan ingat sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu Markus meminta nya untuk mencari seseorang. Evan menyarankan nya untuk menghubungi Mikail sang kaka. karena saat itu dia memberikan kendali dunia bawah kepada Mikail.
Evan tidak tau ternyata yang dicari oleh sepupunya itu adalah istri sepupunya nya sendiri.
dan Evan sedikit kaget begitu mendengar nama yang di istri sepupu nya yang diucap kaan barusan.
Tangan nya bergerak dengan lambat untuk membuka email tersebut. dia terus merapalkan dalam hatinya. 'semoga mereka orang yang berbeda' secara terus menerus.
Dan begitu Evan membuka email tersebut kemudian membuka dan membaca file yang tertulis disana. dan Ketika di akhir halaman dia melihat foto seorang perempuan yang masih belia sekitar umur 19 atau 20 tahun. seketika dunia nya serasa terhenti. rasanya Evan sulit bernapas.
haah.. haaah... haa.
"Tenang Evan Tenang"
"Mungkin saja mereka hanya mirip. ya mirip"
"Bukan kah banyak orang di dunia ini yang mirip"
Evan langsung mencari kontak bawahan nya yang dia percaya.
^^^[cari orang yang ada dalam file yang aku kirimkan]^^^
[Baik Tuan]
^^^[aku ingin dalam tiga hari kau sudah mendapatkan nya]^^^
[akan saya usahakan Tuan]
Tok... tok..
"masuk"
"permisi tua. ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani"
Petter masuk keruangan Evan dengan membawa beberapa berkas di tangan nya.
Evan mengecek terlebih dahulu berkat berkas itu sebelum membubuhkan tanda tangannya.
__ADS_1
"Petter sudah berapa lama kau mengenal Bianca? "