Suami Amnesiaku

Suami Amnesiaku
Mika Istri Idaman


__ADS_3

Semenjak Bian tahu Mika hamil, dia begitu sangat posesif bahkan Bian melarang Mika makan makanan yang menurutnya tidak sehat.


Saat ini Mika masih bergeming dengan selimutnya, entah kenapa di kehamilan kedua ini Mika menjadi orang yang pemalas dan bawaannya ngantuk terus.


"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu ya," seru Bian dengan membenarkan dasinya.


Mika mulai menggerakkan tubuhnya dan melihat ke arah suaminya dengan merentangkan kedua tangannya.


Bian tahu kalau Mika ingin dipeluk, Bian pun menghampiri Mika dan segera memeluknya.


"A, maafkan Mika ya, karena akhir-akhir ini Mika jadi gak pernah nyiapin keperluan AA lagi," seru Mika dengan raut wajah sedihnya.


"Tidak apa-apa sayang, aku ngerti kok."


Bian pun melepaskan pelukannya dan Mika pun bangun dan terduduk di atas tempat tidur, Bian merapikan rambut istrinya itu dengan penuh perhatian.


"Entah kenapa di kehamilan kedua Mika ini, Mika malas ngapa-ngapain maunya tidur saja padahal di saat kehamilan pertama, Mika kuat kok masih bekerja di klinik."

__ADS_1


"Iya gak apa-apa, kan beda sayang. Apalagi sekarang kamu hamil 3 sekaligus, pasti akan terasa berat sekali jadi lebih baik kamu bed rest aja gak boleh ngapa-ngapain karena itu yang aku mau," seru Bian.


"Sekali lagi maafkan Mika ya, A."


"Tidak usah minta maaf, aku tidak apa-apa kok. Oh iya, sebentar ya aku ambilkan susu dulu buat kamu."


Bian pun segera keluar kamar dan turun ke bawah untuk membuatkan susu hamil untuk istri tercinta.


Selama Mika hamil, Bian memang menjadi suami yang sangat siaga bahkan apa pun keinginan istrinya, dia akan langsung membelikannya.


Tidak lama kemudian, Bian pun datang dengan membawa segelas susu hamil dan juga buah-buahan.


Mika pun langsung menghabiskan susunya membuat Bian menyunggingkan senyumannya.


"Sekarang kamu lanjutkan saja tidurnya, jangan lupa banyak makan buah-buahan dan jika kamu lapar, kamu telepon saja ke bawah dan kamu gak usah turun dari tempat tidur," seru Bian.


"Iya A."

__ADS_1


"Ya sudah, aku berangkat ke kantor dulu ya."


Bian mencium seluruh wajah Mika dan tidak lupa mencium perut Mika juga.


"Papa kerja dulu ya, anak-anak Papa yang pinter. Jagain Bunda saat Papa kerja dan jangan nakal."


Mika tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


"Aku berangkat dulu ya, sayang."


"AA hati-hati, jangan lupa makan."


"Iya sayangku."


Bian pun mengambil jasnya dan memakainya, kemudian dengan cepat keluar dari kamar. Di saat Mika sedang hamil, semangat kerjanya berkali-kali lipat. Mika dan calon anak-anaknya merupakan mood booster baginya dan penyemangat yang sangat luar biasa.


Begitu pun dengan Mika, dia tidak pernah menyusahkan suaminya kalau dia ingin sesuatu, dia akan menunggu sampai Bian pulang kerja karena Mika tidak mau mengganggu pekerjaan Bian.

__ADS_1


Mika mengusap perutnya. "Sekarang kalian bahagia kan, karena sekarang kalian mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari semua orang. Kalian harus tumbuh sehat, karena Papa dan Bunda sangat menantikan kehadiran kalian di dunia ini," gumam Mika.


Mika ingat, kehamilan pertamanya begitu sangat menyedihkan. Mika harus menjalani masa kehamilan sendirian tanpa kehadiran suami yang menjadi penguatnya, tapi di kehamilan kedua sekarang, Mika sangat bersyukur bisa kembali bersama dengan suaminya dan dikelilingi orang-orang yang sangat baik.


__ADS_2