Suami Amnesiaku

Suami Amnesiaku
Triple G (Ghani, Garra, Gaza)


__ADS_3

20 tahun kemudian....


Ghani, Garra, dan Gaza tumbuh menjadi anak-anak yang dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya. Walaupun mereka tumbuh dengan kelebihan kasih sayang, tapi ketiganya tidak menjadi anak-anak yang manja karena Bian dan Mika tidak memanjakan ketiganya.


3 pangeran Bian dan Mika tumbuh menjadi anak-anak yang tampan, mereka sangat menyayangi kedua orangtuanya serta Kakek Nenek mereka.


Bahkan ketiganya tidak segan-segan membatu Ambu dan Abah mereka di kampung untuk mengurus perkebunan.


"Ambu, Abah, Ghani dan Gaza lusa akan berangkat ke Amerika melanjutkan sekolahnya, Garra tidak ikut karena Garra tidak bisa meninggalkan Bunda," seru Garra.


"Memangnya kamu teh tidak mau seperti saudara-saudara kamu yang lainnya, pergi sekolah ke Amerika?" seru Ambu Nuri.


"Tidak, Garra kuliah di sini saja kasihan Bunda sedih terus kalau ditinggal sama anak-anaknya, biarkan Garra di sini saja menemani kalian semua," sahut Garra.


Ambu Nuri mengusap kepala Garra dengan penuh kasih sayang, Garra memang mempunyai sifat penyayang dan perhatian yang berlebihan kepada keluarga beda dengan kedua saudara kembarnya.


Mereka bertiga memang kembar tapi sifat dan kelakuan mereka tidak sama, mereka mempunyai karakter yang berbeda-beda.


Ghani, anak yang pertama lahir itu mempunyai sifat yang tegas, dingin, dan cuek tidak banyak bicara kalau bicara pun sangat irit. Sifat Ghani itu sangat menurun dari Kakek Ganendra, entah kenapa sampai bisa nurun kepada Kakeknya itu.

__ADS_1


Garra, anak lahir kedua itu mempunyai sifat penyayang dan sangat perhatian kepada keluarganya. Dia paling tidak bisa melihat orang-orang yang dia sayangi bersedih, Garra termasuk anak yang pendiam dan kalem tidak pernah neko-neko. Selain itu, Garra juga mempunyai sifat yang tertutup, dia gak pernah mengadukan masalahnya kepada siapa pun dan memilih memendamnya dan sudah bisa dipastikan sifat Garra menurun kepada Bundanya Mika.


Sedangkan si tampan yang terakhir, Gaza dia lebih terbuka dan slengean. Bahkan dia juga selalu ceplas-ceplos kalau bicara, entah menurun dari siapa sifat Gaza karena Papa Bian tidak slengean.


"Kamu memang anak baik, Garra," seru Abah Rusdi dengan menepuk pundak Garra.


"Abah, Ambu, besok Garra harus pulang ke kota kalian ikut ya sama Garra, soalnya lusa Ghani dan Gaza mau berangkat."


"Iya Nak, besok kami ikut ke kota," sahut Ambu Nuri.


Sementara itu di Jakarta....


"Bun, si Garra yakin gak mau ikut?" tanya Gaza sembari bermain game bersama Ghani.


"Katanya sih begitu, dia mau kuliah di sini saja," sahut Bunda Mika.


"Dasar anak Mami, maunya dekat-dekat sama Bunda dan Papa," ledek Gaza.


"Bukanya begitu Gaza, Garra itu tipe anak yang penyayang dan tidak tegaan. Dia tidak mau melihat Bunda sedih, makanya dia memilih kuliah di sini dan tidak ikut bersama kalian," sahut Bunda Mika.

__ADS_1


"Bukan Garra saja Bunda, kami pun sama tidak mau melihat Bunda sedih, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Papa dan Kakek menginginkan kami kuliah ke Amerika," seru Ghani.


"Papa meminta kalian melanjutkan kuliah ke Amerika karena Papa dan Kakek ingin menjadikan kalian pria-pria hebat, dulu Papa juga seperti kalian dikirim ke Amerika oleh Kakek untuk menjadi pria hebat, dan buktinya sekarang kalian bisa lihat seberapa hebatnya Papamu ini," seru Bian yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Ghani dan Gaza.


"Papa selalu menyombongkan diri," ledek Gaza.


"Bukanya sombong Gaza, Papa ingin kalian juga semangat seperti Papa supaya kelak kalian bisa membahagiakan pasangan kalian," sahut Papa Bian.


"Siap Komandan, kami akan menurut apa kata Komandan," seru Ghani.


Papa Bian dan Bunda Mika tampak tersenyum, mereka sangat bersyukur memiliki 3 jagoan yang sangat penurut dan menyayangi kedua orangtua.


"Papa ikut main dong," seru Papa Bian dengan menghampiri kedua jagoannya.


"Memangnya Papa bisa?" tanya Gaza.


"Kamu meragukan kemampuan Papa, Gaza? sini, biar Papa tunjukan kepada kalian kalau Papa juga bisa."


Gaza pun memberikan stik PS itu kepada Papanya, mereka bertiga tampak asyik dengan kegiatannya hanya Garra yang saat ini tidak ada di rumah karena sedang berada di kampung di rumah Ambu dan Abah.

__ADS_1


__ADS_2