
Keesokan harinya....
Garra beserta Ambu dan Abahnya berangkat ke Jakarta dengan menggunakan mobil jadul Abah.
Garra memang sangat dekat dengan Ambu dan Abahnya, menurut Garra suasana perkampungan sangatlah nyaman dan tenang membuat Garra betah lama-lama tinggal di rumah Ambu dan Abahnya itu.
"Bah, rencananya Garra mau kuliah jurusan pertanian, Garra ingin melanjutkan kerja keras Abah," seru Garra disela-sela perjalanannya.
"Wah, serius kamu Garra?" tanya Abah tidak percaya.
"Seriuslah Bah."
"Memangnya Papa dan Bunda kamu akan mengizinkan kamu kuliah jurusan pertanian?" tanya Ambu Nuri.
"Papa sama Bunda tidak pernah memaksakan keinginan anak-anaknya, Ambu. Kalau anaknya merasa bahagia dan nyaman dengan bidang itu, pasti mereka akan mendukung Garra," sahut Garra.
"Kamu teh memang anak kebanggaan Abah dan Ambu," seru Abah Rusdi dengan mengusap kepala Garra.
***
Menjelang sore, mobil jadul Abah Rusdi sampai di depan rumah mewah dan megah milik Bian dan Mika. Bian dan Mika sudah beberapa kali bicara kepada Abah Rusdi, untuk mengganti mobil jadulnya dengan mobil baru tapi Abah Rusdi lagi-lagi menolaknya, Abah hanya ingin mobil jadul itu tidak mau mobil baru.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Abah, Ambu, kenapa gak bilang kalau mau ke sini, Gaza bisa jemput kalian ke sana," seru Gaza.
Plettaakkk....
Garra memukul kepala Gaza membuat Gaza meringis kesakitan.
"Abah dan Ambu kan ada aku, jadi gak usah di jemput segala," sahut Garra.
"Sini, biar Ghani yang bawakan barang-barang kalian," seru Ghani.
Ketiga cucu-cucunya memang sangat menyayangi mereka, cuma bedanya Ghani dan Gaza jarang ke kampung sedangkan Garra, sesibuk apa pun dia, dia selalu menyempatkan waktu untuk ke kampung walaupun sebulan sekali.
"Ayah, Mama, kalian sehat kan? ayo duduk dulu," seru Mika.
"Alhamdulillah sehat Neng, Bian ke mana?" tanya Abah Rusdi.
"Masih di kantor Ayah, hari ini A Bian pulang terlambat karena harus lembur banyak kerjaan," sahut Mika.
"Oh begitu ya."
Tidak lama kemudian, Gaza datang dengan membawa kopi dan teh.
__ADS_1
"Abah sama Ambu pasti capek kan, ini Gaza bawakan kopi dan teh untuk kalian," seru Gaza.
"Wah, kamu baik banget, Gaza."
"Lah, bukanya dari kecil Gaza baik ya Abah, kok baru sekarang sadarnya," seru Gaza.
Semuanya tertawa mendengar ocehan si ceriwis, Gaza memang anak Bian dan Mika yang paling ceria, ceriwis, dan slengean berbeda dengan kedua saudara kembarnya.
Malam pun tiba....
Menjelang makan malam, Bian pulang dari kantor dan langsung mencium punggung tangan kedua mertuanya itu.
"Ma, Ayah, Bian mandi dulu ya."
"Iya Nak."
Bian pun segera naik ke kamarnya untuk mandi, Bian mandi sangat cepat karena semuanya sudah menunggunya untuk makan malam bersama.
"Maaf ya, kalian lama menunggu," seru Bian.
"Tidak apa-apa Nak."
Mika pun mengambilkan nasi dan lauknya untuk Bian dan kedua orangtuanya, mereka makan dengan hening tidak ada satu orang pun yang berbicara.
Setelah selesai makan malam, semuanya berkumpul di ruangan keluarga.
"Tidak Pa, Garra kuliah di sini saja. Oh iya, Garra juga ingin meminta izin kepada Papa dan Bunda, bolehkah Garra kuliah ambil jurusan pertanian?"
"Pertanian? kenapa kamu ingin ambil jurusan pertanian?" tanya Papa Bian.
"Abah sudah tua Pa, kasihan. Sedangkan kebun Abah sangat luas, terus nanti siapa yang akan meneruskan kerja keras Abah kalau bukan Garra. Garra senang kok, bisa mengurus perkebunan."
Papa Bian tampak terdiam, dia menoleh ke arah istrinya.
"Bagaimana, Bunda?" tanya Papa Bian.
"Nak, kalau memang itu sudah menjadi kemauan kamu, Bunda tidak akan melarangnya justru Bunda akan sangat bahagia karena kamu mau meneruskan perkebunan Abah kamu," sahut Bunda Mika dengan senyumannya.
Garra menghampiri Bundanya dan memeluk serta mencium pipi Bundanya itu.
"Terima kasih, Bunda."
"Tapi Papa minta sama kamu, kalau kamu sudah memilih jalan kamu, berarti kamu harus tanggung jawab atas apa pilihan kamu."
"Siap Pa."
"Yang akan meneruskan perusahaan Papa dan Kakek adalah kalian berdua, jadi Papa harap kalian belajar dengan tekun jangan main-main. Terutama kamu Gaza, harus belajar serius jangan banyak bercanda karena dalam dunia bisnis tidak ada yang namanya main-main!" tegas Papa Bian.
__ADS_1
"Siap Papa."
Akhirnya keputusan kali ini yang berangkat ke Amerika hanya Ghani dan Gaza, sedangkan Garra memutuskan melanjutkan kuliah di Indonesia.
***
Keesokan harinya....
Pagi-pagi sekali, keluarga Bian sudah berada di Bandara mengantarkan kepergian Ghani dan Garra.
"Kalian jaga diri kalian baik-baik ya di sana, jangan lupa makan dan jaga kesehatan," seru Bunda Mika dengan deraian airmata.
"Bunda kok nangis?" seru Ghani dengan mengusap airmata Bundanya itu.
"Bunda sedih harus ditinggalkan oleh kalian. Ghani walaupun kelahiran kalian hanya selisih beberapa menit saja, tapi Bunda sudah menganggap kamu adalah Kakak bagi kedua saudara kamu karena diantara Gaza dan Garra, kamulah yang terlihat dewasa. Maka dari itu, jagalah Gaza."
"Baik Bunda."
Ketiga jagoannya itu memeluk Bundanya membuat Bunda Mika semakin sedih.
"Salam sama Kakek dan Nenek di sana, awas jangan nyusahin mereka, kasihan mereka sudah tua," seru Papa Bian.
"Siap Pa, kita tidak akan bandel kok," sahut Gaza.
Nenek Maharani dan Kakek Ganendra memang sudah beberapa tahun yang lalu tinggal di Amerika, dan sekarang Ghani dan Gaza akan tinggal bersama mereka jadi Bian dan Mika tidak terlalu khawatir.
Ghani dan Gaza pun memeluk Abah dan Ambunya secara bergantian, lalu mereka pun memeluk Garra. Ketiga jagoan Mika dan Bian itu berpelukan.
"Jaga Bunda, jangan sampai Bunda sedih dan menangis, karena kalau sampai aku mendengar Bunda menangis karena kelakuanmu, aku akan segera pulang ke sini dan memberimu pelajaran," ancam Ghani.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan membuat Bunda sedih," sahut Garra.
Ketiganya pun bertos ria...
"Sampai ketemu lagi, 5 tahun mendatang," seru Gaza.
Ghani dan Gaza pun akhirnya pergi, Bunda Mika tidak henti-hentinya meneteskan airmatanya karena harus melepas kedua jagoannya.
*
*
*
Note : Halo guys, maaf ya aku skip sampai 20 tahun kemudian karena tidak ada lagi yang harus diceritakan. Kalau aku gak skip 20 tahun kemudian, apa yang harus diceritakan? memangnya kalian tidak akan bosan kalau aku ceritakan tumbuh kembang si 3G dari TK, SD, SMP, sampai SMA🤣🤣😜😜
Jadi aku putuskan di skip saja biar cepat dan tidak bertele-tele🙏🙏
__ADS_1
Siapa nih, yang mau season 2 nya? kalau banyak permintaan akan aku lanjut ke season 2, kalau tidak ada permintaan, aku selesaikan ceritanya🙏☺️