Suami Amnesiaku

Suami Amnesiaku
Welcome Triple Baby


__ADS_3

9 bulan kemudian....


Sudah sejak dua bulan yang lalu, Mika sudah tidak bisa berjalan lagi karena kehamilannya kali ini sungguh sangat luar biasa.


Perut Mika sangat besar karena ada tiga bayi yang menghuni perut Mika dan itu membuat Mika susah untuk berjalan, bahkan kaki Mika tampak bengkak dan membuat Bian harus bekerja dari rumah karena Bian sangat khawatir kepada Mika.


"A, bisakah AA antar Mika ke rumah sakit," seru Mika.


Bian yang saat ini sedang mengotak-ngatik laptopnya langsung menoleh ke arah Mika.


"Kenapa sayang? apa ada yang sakit?" tanya Bian panik.


"Tidak kok, Mika hanya ingin diperiksa saja," dusta Mika.


Sebenarnya Mika sudah mengalami kontraksi dari seminggu yang lalu, tapi Mika tidak memberitahukannya kepada Bian karena Mika tidak mau membuat Bian panik dan khawatir.


Seperti saat ini, perasaan Mika sudah mengatakan kalau hari ini dia akan melahirkan karena kontraksinya sudah mulai sering dan bagaimana pun Mika adalah seorang Bidan, jadi dia tahu apa yang dia rasakan.


"Baiklah."


Bian pun segera mengambilkan jaket untuk Mika dan memakaikannya kepada Mika. Bian memapah Mika untuk menuruni anak tangga, Bian menawarkan ingin menggendong Mika tapi Mika menolaknya.


"Neng, mau ke mana?" tanya Ayah Rusdi.


"Mau ke rumah sakit, Ayah."


"Ada apa? Neng sudah merasakan sakit?" tanya Ayah Rusdi panik.


"Tidak Ayah, Mika hanya ingin memeriksakan saja kandungan Mika."


Mika melirik ke arah Mama Nuri dan Mama Nuri tahu akan apa yang ingin anaknya bicarakan. Tanpa banyak menunggu, Mama Nuri segera mengambil tas yang ada di kamar bayi yang sudah Bian siapkan sebelumnya.

__ADS_1


Bian dan Mika segera pergi ke rumah sakit, sedangkan Mama Nuri akan menyusul belakangan.


"Ayah, kita harus ke rumah sakit, sepertinya Mika akan melahirkan," seru Mama Nuri.


"Tapi barusan si Eneng hanya bilang ingin diperiksa saja," sahut Ayah Rusdi.


"Ayah seperti tidak kenal Mika saja, dari dulu Mika memang tidak mau membuat kita khawatir makanya dia selalu mengatakan baik-baik saja padahal kenyataannya dia sedang tidak baik-baik saja," seru Mama Nuri.


"Ya sudah, Mama hubungi Bu Maharani dulu biar dia dan Pak Ganendra ikut menyusul ke rumah sakit."


"Oh iya Mama lupa."


Mama Nuri pun segera menghubungi Mama Maharani dan Papi Ganendra, setelah itu mereka pun segera berangkat ke rumah sakit untuk menyusul Mika dan Bian.


***


Sesampainya di rumah sakit, Bian langsung memanggil perawat dan menyuruh untuk membawakan kursi roda untuk Mika.


Mika langsung dibawa ke ruangan pemeriksaan dan benar saja, saat ini Mika sudah mengalami pembukaan 7 dan itu artinya Mika akan segera melahirkan.


Bian menggenggam erat tangan Mika dan Mika tersenyum ke arah Bian.


"Jangan khawatir, AA do'akan saja Mika karena Mika dan anak-anak kita akan baik-baik saja," lirih Mika.


Bian mencium kening Mika. "Pasti sayang, aku akan selalu mendo'akan kalian."


Kedua orangtua Bian dan Mika sudah sampai di rumah sakit dan Mika ternyata sudah masuk ruangan bersalin, mereka duduk di kursi tunggu dan hanya bisa berdo'a supaya Mika dan cucu-cucu mereka selamat.


Mika mulai mengejan, dan tidak membutuhkan waktu lama anak pertamanya pun keluar, berselang 5 menit kemudian anak keduanya keluar. Disaat anak ketiga, Mika sudah kehabisan tenaga membuat Bian panik dan ketakutan tapi Dokter dengan sigap memasang infusan dan Mika pun kembali bersemangat dan bertenaga hingga akhirnya bayi ketiga pun keluar dengan selamat.


"Selamat Pak, Bu, ketiga anaknya lahir dengan sehat dan sempurna. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki," seru Dokter.

__ADS_1


"Alhamdulillah," sahut Mika dan Bian bersamaan.


Bian langsung memeluk Mika dengan deraian airmatanya.


"Terima kasih sayang, kamu memang istri dan Ibu yang hebat," seru Bian dengan deraian airmatanya.


Mika tersenyum dan ikut meneteskan airmatanya juga. Setelah dibersihkan, Bian pun segera mengadzani anak-anaknya satu persatu dan karena berat badan ketiganya kurang jadi terpaksa ketiga anaknya harus dibawa ke ruangan khusus dan di simpan di inkubator.


Kedua orangtua Bian dan Mika sangat bahagia, akhirnya mereka mempunyai cucu dan tidak tanggung-tanggung mereka langsung mempunyai 3 cucu.


Mika sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap dan saat ini Bian sedang menyuapi Mika.


"Anak kalian kok semua wajahnya mirip Bian sih, gak ada yang mirip Mika," seru Mami Maharani.


"Hah, serius Mami?" sahut Mika.


"Iya, ketiganya mirip Bian."


Bian tersenyum bangga, karena ternyata ketiganya mirip dengannya.


"A, setelah makan, Mika ingin melihat anak-anak kita ya."


"Iya."


Setelah selesai makan, Bian pun membawa Mika untuk melihat anak-anak mereka. Bian mendorong kursi roda, dan mereka hanya bisa melihat anak-anaknya dari luar kaca.


"Ya Allah, anak-anak kita wajahnya memang mirip AA semuanya gak ada yang mirip Mika."


Bian terkekeh. "Tampan-tampan, kan?"


"AA mau kasih nama siapa?"

__ADS_1


"Aku sudah siapkan nama untuk mereka, Ghani Ganendra, Garra Ganendra, dan Ghaza Ganendra, aku akan menjadikan mereka orang-orang hebat di masa depan," sahut Bian.


Mika pun tersenyum dan menggenggam erat tangan suaminya itu, Mika sangat bahagia karena saat ini dia sudah mempunyai 3 jagoan kecil yang akan mengubah kehidupan Mika ke depannya.


__ADS_2