Suami Amnesiaku

Suami Amnesiaku
Kecemburuan Bian


__ADS_3

Saat ini Mika dan Bian sedang menikmati masa-masa menjadi sepasang orangtua untuk ketiga jagoan mereka.


Mika tidak memakai jasa baby sitter, karena dia ingin merawat sendiri ketiga jagoannya walaupun kadang-kadang sedikit kewalahan tapi ada Mama Nuri dan Mami Maharani yang siap untuk membantu.


Seperti biasa, pagi-pagi sekali Mika sudah bangun dan menyiapkan keperluan suami dan anak-anaknya.


"Sayang, ayo cepat bangun nanti kamu terlambat ke kantor," seru Mika dengan menggoyangkan tubuh suaminya itu.


Bian mulai menggerakkan tubuhnya, dan justru menarik tubuh istrinya itu sehingga Mika terjatuh di atas tubuh Bian.


"AA apa-apaan sih, ayo bangun."


"Sebentar sayang, lima menit saja."


"Tapi Mika belum menyiapkan baju AA."


"Nanti saja, mumpung anak-anak masih tidur soalnya kamu itu sekarang sibuk ngurusin anak-anak, sedangkan suami sendiri diabaikan."


Mika melepaskan pelukan suaminya dan duduk di samping Bian dengan mengelus pipi Bian.


"Sama anak sendiri kok cemburu sih."


"Habisnya semenjak punya anak-anak, kamu jadi jarang memperhatikan aku," rengek Bian.


Mika tersenyum sembari mengusap kepala suaminya itu.


"Makanya aku minta kamu buat nyewa baby sitter biar kamu tidak kewalahan mengurus Ghani, Garra, dan Gaza," seru Bian.


Mika kembali tersenyum, melihat wajah memelas Bian membuat Mika tidak tega juga.

__ADS_1


"Ya sudah, kita sewa baby sitter saja buat mereka," seru Mika.


Bian langsung bangun dan memeluk Mika dengan senangnya.


"Oke, aku akan segera mencari 3 baby sitter biar semuanya dapat satu baby sitter."


Mika tampak geleng-geleng kepala melihat tingkah Bian.


"Sudah sana mandi, nanti telat loh ke kantor."


Bian bangkit dari atas ranjangnya dan tanpa basa-basi Bian pun mengangkat tubuh Mika dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"AA, Mika sudah mandi!" teriak Mika.


Bian tidak mendengarkan teriakan Mika, akhirnya keduanya pun masuk ke dalam kamar mandi dan sudah dipastikan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Setengah jam kemudian, Bian dan Mika pun keluar dari dalam kamar mandi. Ternyata ketiga jagoan mereka sudah bangun, ketiganya memang masih tidur di kamar kedua orangtuanya karena Mika juga masih memberikan ASI kepada ketiganya.


"Ya Allah, jagoan-jagoan tampan Bunda sudah bangun," seru Mika dengan menghampiri ranjang bayi.


Bian segera memakai bajunya, sedangkan Mika masih menggunakan handuk kimononya.


"Kalian pasti lapar kan?"


Mika segera mengambil ASI yang dia pompa dan di simpan di lemari pendingin yang ada di kamarnya, kemudian menghangatkannya.


Bian sudah selesai memakai baju kantor yang sudah disiapkan oleh Mika.


"A, tolong jaga mereka sebentar, Mika mau pakai baju dulu."

__ADS_1


"Siap sayang."


Mika pun segera memakai bajunya, sedangkan ketiga jagoan mereka tampak menangis serempak, Bian bingung karena dia tidak bisa menggendong ketiga anaknya secara bersamaan.


"Sayang cepetan, mereka nangis ini!" teriak Bian.


Mika pun segera menggendong Ghani dengan membawa ASI yang sudah dihangatkan, sedangkan Bian menggendong Garra dan juga Gaza, lalu mereka membawanya turun ke bawah.


"Ma, Mama, tolong bantuin sebentar," seru Mika.


"Ada apa sayang?" tanya Mama Nuri.


"Mereka lapar, tolong Mama kasih Garra susu ya. AA kasih Gaza."


"Ya Allah, cucu Ambu lapar ya sayang," seru Mama Nuri dengan mengambil Garra dari gendongan Bian.


Ketiganya pun fokus memberi susu kepada 3 baby boy tampan itu, Mama Nuri memang sudah tinggal bersama Mika karena permintaan Mika dan Bian juga biar Mika bisa ada yang bantu menjaga Ghani, Garra, dan Gaza.


Sementara itu, Ayah Rusdi tinggal di kampung karena dia masih punya perkebunan yang harus dia urus.


"Sayang, aku sudah dapatkan 3 baby sitter yang terbaik untuk anak-anak kita, nanti siang mereka akan datang," seru Bian yang baru saja mendapatkan pesan dari Irwan.


"Iya A."


"Kalian pakai jasa baby sitter?" tanya Mama Nuri.


"Iya Ma, biar Mika dan Mama tidak capek juga kalau ada baby sitter, kalian bisa istirahat," sahut Bian.


Mama Nuri menoleh ke arah Mika dan Mika hanya menyunggingkan senyumannya, Mama Nuri tahu kalau Mika tidak mau menolak perintah suaminya, dan Mama Nuri juga setuju untuk keputusan Bian kali ini karena biar anak dan menantunya itu bisa lebih banyak waktu untuk berdua-duaan.

__ADS_1


__ADS_2