Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 10


__ADS_3

Tari seketika Pingsan, beruntung disana ada Andre yang menangkap tubuh Tari.


Andre menidurkan Tari dan memanggil dokter, tidak lama Tari bangun kemudian memeluk Andre sambil menangis, "Andreeee...... Papaaaaa"


"Papa kenapa Tari?"


"Papaaa meninggal dunia Andre, aku sekarang sendiri" Tari terisak


semua yang ada dalam ruanganpun terdiam dan tertegun melihat Tari yang sangat terpukul atas kehilangan papanya, mengingat orang tua Tari hanya tinggal Papanya.


"kita temui papamu sekarang" ucap Andre.


"maaf aku tidak bisa kesana Tari, aku turut berbela sungkawa"


"Tidak apa apa Sena, aku mengerti, aku pergi dulu"


Andre dan Taripun pergi ke ruangan Papanya untuk melihat wajah papanya yang terakhir kali.


Tari tidak henti menangis, namun ada Andre yang bisa meredakan tangis Tari di saat seperti ini.


"sudah Tari, Papamu sudah tenang, kamu tidak usah merasa sendiri, ada aku disini dan tentu ada Dika, Sena mereka akan baik padamu, sudahlah" Andre memberikan pelukannya agar Tari merasa dia tidak sendirian sepeninggal papanya.


***


Pemakaman digelar, Andre Sena dan Dika ada menemani Tari.


"Aku turut berduka cita yaa Tari, kita pulang" Ajak Sena.


"Ayo kita pulang Tari, kamu ikutlah denganku" Andre mengajak Tari juga.


setibanya di villa.


"Andre, bisakah kamu menemaniku istirahat? Sebentar saja" pinta Tari


"ohhhh, tentu"


"padahal aku ingin menemani Sena"


Dika yang melihat Sena berjalan dipantai, mencoba menghampiri.


"permisi sekretaris, bagaimana tentang pengajuan Tuanmu ini yang ingin menjadi pasanganmu? apa kamu ingin mewawancaraiku terlebih dulu?" Dika mengajak Sena bercanda.


"Apa apan sih kamu ini Dik" Sena membalas Dika tersenyum.


"aku pernah melihatmu menyiram Monic di sebuah Resto di bandung, dan pada saat itu aku berbicara pada diriku sendiri bahwa kamu adalah seorang pria yang sangat kasar terhadap perempuan" lanjut Sena.


Dika menghela nafas, "kamu melihat seorang pria memperlakukan wanitanya dengan kasar, tapi kamu tidak tau bagaimana perasaan pria itu pada saat disana"


"Tuaaaaaaannnn, ada telpon dari Tuan Besaaarrr" teriak Alfin.


"baiklaaaahhh aku segeraa kesanaaa" jawab Dika

__ADS_1


"Andaikan kamu tau Sena diriku pada saat itu..."


Dika meninggalkan Sena dengan seribu pertanyaan di benaknya, apa sebenarnya yang terjadi.


"Hai Nonaaa" panggil Alfin.


"Haii Fin, tidak usah panggil Nona, Tuanmu sudah tidak ada. hahahaha" Mereka tertawa.


"Tuan itu pria yang sangat baik, lembut terhadap perempuan apalagi kepada perempuan yang dia sayangi apapun akan dilakukan, dia tidak akan membiarkan perempuannya di sakiti atau tersakiti, menurutku tidak ada pria yang selembut dia, begitu juga perlakuannya kepada Nyonya Monic, tapi Nyonya Monic berbuat kesalahan, dia mengkhianati Tuan disaat Tuan sedang sibuk dengan perusahaan yang kini sekretarisnya adalah kamu..." Aflin memulai pembicaraan yang serius.


"Apa yang dilakukan Monic?" Sena penasaran.


"Tuan berencana melamar Monic pada saat ulang tahunnya, makanya sebelumnya, Tuan tidak memberitau Monic akan kejutannya itu, namun yang di dapat Tuan tidak sesuai dengan ekspektasi, Realitanya Monic sedang bercumbu dengan pria lain di apartemennya"


"Apaaaaaaaa" Sena kaget.


"iya Sena, makanya yang dilihat kamu sekarang bukanlah Tuan Andika yang aku kenal, dia menjadi Sombong, Angkuh dan tidak peduli, tapi sepertinya Tuan bisa berubah menjadi seperti dulu lagi sekarang"


"memangnya kenapa?" tanya Sena.


"karena kamu Sena, aku melihat lagi seorang Tuan Andika yang penyayang. kamu tau waktu kamu berada dirumah sakit aku mengantarnya ke tempat Monic, dia marah dan mengancam Monic akan menjebloskannya ke penjara, baru kali ini aku melihat kepalanya mendidih, itu karena kamu Sena.."


"jadi karena itu Dika pernah menyiram Monic, aku tidak percaya" gumam Sena dalam hati sembari mengerutkan dahinya.


"heiiii, sedang apa kalian.. Wajah kalian serius sekali" Dika yang datang menghampiri mereka.


"maaf Tuan, kami berbincang sedikit. aku permisi Tuan"


"Ayo Sena, kita makan Bi Surti sudah menyiapkan semuanya, Andre dan Tari sudah menunggu kita" Ajak Dika menarik tangan Sena.


"maksudmu?" tanya Dika.


"masalahmu dengan Monic, kenapa kamu tidak menceritakannya kepadaku, kamu membiarkan aku dengan semua pikiran jelek ini tentang kamu Dika"


"heyyy, liat aku Sena untuk apa aku menceritakan itu, itu masalaluku dan aku tidak ingin mengingatnya, sekarang yang aku pikirkan adalah masa depanku.. dan kamu..." Wajah Dika dan Sena yang hanya berjarak sejengkal telapak tangan itu membuat Sena malu apalagi mendengar perkataan Dika yang membuatnya deg-degan.


"sedikit saja kamu kasih aku percaya Sena, aku akan membuat kamu bahagia. apa kamu mempercayaiku Sena?? tolonglaaaah jawab Sena"


Sena hanya mengangguk tanda dia menerima Cinta Dika.


"apa itu tandanya ?????"


"iyaa Dika, aku mempercayaimu, dan buat aku lebih lebih mempercayaimu"


"terima kasih Sena, terima kasih sayang, dan hari ini sekretarisku menjadi pacarku" Dika memeluk Sena dengan sangat kuat.


"Tuan Tuan, pelukanmu membuat aku tidak bisa bernafas"


Dika sontak melepaskan pelukannya "ohh maafkan aku sayang, aku terlalu senang, ayoo kita pergi, yang lainnya sudah menunggu"


setibanya di ruang makan,

__ADS_1


"Hai kak, maafkan kita mendahuluimu karena kita sudah lapar, kalian dari mana saja.. ehhhh tangan kalian ??????"


Tari dan Andre melihat Dika menggenggam tangan Sena.


"beri selamat kepadaku Tari, akhirnya sekretarisku ini menerimaku" ucap Dika.


"Ohh my God, kaliaaaaaaan sudah resmi berpacaran??? aku senang mendengarnyaaa selamat yaa Kak Dika dan Kak Sena" lanjut Tari.


"apaaaaaaaa, mereka berpacaran?????" Andre kaget.


"mmmm aku sudah selesai makan, aku permisi" Andre meninggalkan orang orang yang ada di ruang makan itu.


"Heyyyyyyy Andreee, kau mau kemana" seru Tari mengejar Andre.


"Andre kenapa?" tanya Sena.


"tidak tau, biarkanlah ada Tari, ayo kita makan , oiyaa Sena besok kita harus balik ke jakarta, Ayah bilang ada masalah di perusahaan"


"masalah itu, aku akan tetap mengundurkan diri, aku tidak bisa bekerja dengan pacarku sendiri, itu akan membuat aku tidak fokus" ujar Sena.


"baiklah, tapi kamu temani aku dulu meeting bersama Ayah yaa, kita bereskan masalah ini dulu"


"baiklah"


***


"Andre, kamu kenapa seperti itu"


"Tidak apa apa tari, aku sudah kenyang dan ingin mencari angin saja"


"kamu tidak cemburu kan?"


"Cemburu?? maksudmu melihat Dika dan Sena pacaran?? yaaa tidaklaaah, masa aku cemburu kepada pacar kakakku sendiri"


"baguslahh berarti hatimu masih kosong, dan aku ada kesempatan untuk mengisinya" canda Tari.


"maafkan aku tari, aku telah berbohong, aku tidak kuat melihat Dika dan Sena"


"yasudah kita masuk kedalam, disini panas Ndre" ajak Tari.


***


"Dika, aku ke kamar dulu yaa, aku ingin istirahat sebentar"


"okee, jangan lupa untuk siap siap yaa kemasi barang barang kamu, aku akan pergi menemui Alfin"


ketika Dika ingin menemui Alfin, Dika bertemu Andre dan Sena.


"ehhh Ndre, besok gue sama Sena mau balik ke Jakarta, kalo loe mau ikut balik bisa bareng sama gue"


"kalian balik aja duluan, gue disini masih ada urusan sama Tari, nanti gue balik bareng Tari aja ke jakarta, iya kan Tar?"

__ADS_1


"hahhh ?? ohhh... iyaa, nanti Andre pulang bersamaku Kak"


"si Dika kayaknya sengaja bikin aku panas, aku harus bisa mengontrol emosiku"


__ADS_2