
Tanpa berpikir panjang Dika yang melihat Sena menangis langsung memeluknya, ini adalah hal yang membuat Dika hancur juga ketika ada air mata yang jatuh dari wajah kekasihnya. Merasa tak terima, Dika berniat pergi dengan emosi.
"Ini udah engga bisa di biarin, aku harus kasih pelajaran si Monic".
"Dika.. Dika.. udah engga usah, biarin.. aku butuh kamu sekarang, kamu jangan pergi, disini aja temenin aku".
Dika terenyuh, dipeluklah lagi perempuan yang ada dihadapannya, "yaudah jangan nangis ya sayang, sekarang kamu istirahat, capek tau nangis tuh, muka kamu udah merah begitu, tidur yaa.. kalo aku udah siap aku bangunin kamu yaa sayang, maafin aku yaa"
"kamu nyuruh aku tidur disini? sekamar sama kamu?"
"hahaha kenapa sayaang? kamu takut? Sena, percaya sama aku, aku engga bakal macem macem sebelum aku nikahin kamu, daan kesalahan dulu aku betul betul menyesal, maafin aku yaa".
Sena hanya mengangguk dan mulai tertidur, di saat Sena terlelap tanpa sepengetahuannya Dika keluar apartement dan menelpon.
"Alfin kamu ke apartemenku sekarang, saya tunggu di lobby".
Dikapun kembali menelpon seseorang, "kirim alamat loe, gue kesana sekarang".
Tidak menunggu lama, Alfin datang, "Tuan kita akan kemana? mana Nona Sena?"
"Kita ke Apartement Monic" ucap Dika tanpa basa basi.
"Tapi Tuan ada apa?".
"Ikuti saja perintahku".
"Baik".
Kecepatan mobil yang dibawa Alfin kencang, dia melihat Dika seperti gunung yang akan meletus, pasti ada yang tidak beres dengan Tuannya sampai Tuannya bisa seperti itu, Alfinpun tak ingin banyak bicara, karena seucap saja dia berkata pasti terkena omelan Dika.
Tibalah mereka di lobby Apartemen Monic, Dika langsung keluar mobil tanpa berkata apapun disusul dengan Alfin, dia tidak ingin jika Tuannya kebablasan jika sudah marah itulah sebabnya Dika selalu membawa Alfin.
Tidak ada kelembutan, Dika menggedor pintu Apartemen Monic, Monicpun membukanya, pintu dibuka Dika langsung memegang wajah Monic dengan keras dan terdorong.
"Gue udah sabar ngadepin loe yaa, untung disana ada Sena yang nyabarin gue, tapi gue engga bisa diem waktu cewe gue dihina. sekarang gue disini mau ngasih peringatan terakhir ke loe. jangan ganggu hidup gue lagi apalagi sampe loe ngusik hidup Sena, kalo itu terjadi loe berurusan sama gue, ngerti loe b*tch"
Dika melepaskan tangannya dan mendorong Monic, Monic jatuh tersungkur, satu tamparan lagi akan didaratkan oleh Dika tapi ada Alfin yang menahannya.
"Sudah Tuan, ingat Nona Sena, mending Tuan sekarang kembali ke apartement takut Nona Sena kebingungan mencari Tuan tidak ada disana".
Dirasa omongan Alfin ada benarnya, Dika lantas pergi tanpa menoleh lagi ke arah Monic.
Sesampainya di Apartement Dika, Dika masih melihat Sena yang tertidur.
***
Waktu menunjukan jam 21.30WIB, henpon Dika berdering.
"loe masih dimana? kita mau ke airport".
__ADS_1
"iya gue kesana sekarang".
Dika tidak ingin membangunkan gadisnya, Dikapun mengendong Sena sampai ke mobil, dan sudah sampai ke airportpun Sena belum saja terbangun.
Dika keluar dari mobil, sudah ada Tari dan Andre yang menunggu.
"Mana Sena?" tanya Andre.
"Tidur, masih di dalem mobil, mau gue gendong aja".
Dika menggendong Sena sampai ke dalam pesawat dan menidurkannya, "cewe aku ini kebo juga yaaa".
"ehhg Sorry udah bikin kalian nunggu, gue ada urusan ngedadak tadi" Ujar Dika.
"hmm iyeee gapapa, yaudah gue mau tidur dulu, Tari loe tidur aja"
"iyaa Ndre".
Pesawatpun hening beberapa jam, Sena, Andre dan tari Tertidur tetapi tidak dengan Dika dia pergi untuk mengganti pakaian yang masih menggunakan baju formalnya saat bekerja dan kembali rebahan disebelah Sena.
Dika melihat Sena tertidur disebelahnya dengan mengusap kepala Sena. Senapun terbangun, kaget melihat ada Dika disebelahnya Sena terperanjat.
"Haaaaaa Dikaaaaaaa, mau ngapain kamuuuu".
"tenang sayaang, tenaaang, kita ini udah dipesawat tadi aku gendong kamu dari apartement sampe sini lhoo, masa aku mau kamu marah marahin"
"Seriusan? kenapa kamu engga bangunin aku aja Dika"
"ihhhh Dika apaan siiih, aku capek tau".
"iyaa aku tau, tuh mata kamu tuh pada bengkak kayak abis di tonjokin, udah jangan nangis terus yaa"
Andre dan Tari yang mendengar bahwa Sena habis menangis keheranan, "kamu nangis Sena?" tanya Tari.
"loe kenapa Sen?" tanya Andre juga.
Sena hanya tersenyum dan Dika yang menjawab, "biasa tuh si Monic cari gara gara, belum puas juga ganggu hidup gue, untung disana ada Sena dan Alfin, kalo enggak si Monic udah gue bikin cacatt".
"Dikaaaa, jangan gituu ihhh" Sena memukul tangan Dika kecil.
"maaf Sena, aku terbawa emosi".
Tari yang mendengar semua itu menyimpan rasa penasaran, apa yang sudah dilakukan Monic ada rasa takut yang besar jika suatu saat Dika dan Andre tau bahwa dirinya ikut campur dalam masalah mereka semua.
"Dik, si Alfin kagak ikut?"
"gue suruh nyusul, dia lagi beresin masalah karyawan Sena sama si Aldi itu tuh"
Wajah Taripun semakin ketakutan, terlihat ada keringat yang yang turun dari dahinya.
__ADS_1
"Tari, loe kenapa? pucet amat"
"gapapa Ndre, aku laper nih kayaknya"
"ohhh bilang dong, sampe keringetan gitu, nanti pingsan lagi, sekalian Sena juga kayaknya belum makan, pada makan gih sana".
Sena mengajak Tari untuk makan malam, Taru tidak seperti biasanya, sekarang dia banyak diam.
"Sena, kalo aku berbuat kesalahan apa kamu mau maafin?"
"enggak"
"Serius kamu engga maafin aku Sen?"
"Candalaaah Tar, aku maafin kamu kok. emang ada apa kenapa tiba tiba kamu nanya gitu".
"engga ada apa apa Sen, lanjut makan lagi".
"oiya Tari, katanya ada yang pernah kirim bunga ke kantornya Dika ya buat aku? dari Aldi"
"hahhhhh" Tari kaget.
"iyaa Sen, tiba tiba ada resepsionis dateng nganterin bunga itu, aku engga tau dari siapa".
"mmm padahal si Aldi itu ya, udah tau resto aku tapi kenapa harus ngirim bunganya ke kantor Dika. kayak mau bikin Dika marah aja. lagian aku engga tau si Aldi siapa katanya temen sekolah tapi aku bener bener engga inget dia"
"ada nyuruh kaliii" celetuk Tari.
"maksud kamu?"
"aduuuuhhhhh, maksud aku ...."
"Tari kamu akhir akhir ini kayak ada yang disembunyiin dari aku lho, ada apa sih"
"heiiiiii gurls, udah makannya? sebentar lagi pesawat landing. siap siap yaa"
Belum beres mendengarkan pengakuan Tari, obrolan mereka terputus oleh Dika yang datang.
***
Pesawat mendarat dengan aman, Sena seketika terkejut saat keluar dari pesawat.
"Dikaaaaaaaaa, ini Pariiiiissssssssss".
"iyaa sayang".
"yaa ampuuuuuuuuuuun aku masih engga percaya kamu ajak aku kesiniii, Tariiii kenapa kamu enggak ngasih tau aku kita mau kesini".
"aku juga baru tau tadi dikasih tau Andre, katanya Ka Dika mau ngasih surprise buat kamu".
__ADS_1
"makasih yaa Dika".
"sama sama sayang".