
sebuah Mobil sudah terparkir didepan pintu masuk, Steve dengan setelan ngantornya duduk di ruang tamu sambil melihat proyek saham pada ponselnya, si Mbokpun yang tengah membereskan ruang tamu melihat Steve.
"Ko Tuan Steve ada disini? ndak dikantor?" tanya si Mbok
"Saya diperintah Tuan Aditya untuk mengantar Nona Natasha, Mbok bisa panggilkan Nona Natasha?"
"nggeh si Mbok panggilkan dulu"
"terima kasih Mbok"
Mbokpun berjalan menuju lantai 2 kamar Natasha.
"Non... Ada Tuan Steve dibawah menunggu Non" si Mbok setengah teriak dari bilik pintu kamar Nat.
'tumben ngga ngaret' celetuk Nat.
"Iya Mbok tunggu sebentar, bentar lagi aku kebawah" jawab Nat.
"Siap Non, Mbok permisi".
"Ayo" ajak Nat.
Steve yang masih fokus pada layar ponselnya tidak mendengar ajakan Nat tersebut.
"heyyyyy, ayoooo udah siang nihhh, kalo ngga ngaret kamu budeg ya"
__ADS_1
"ohh, maaf maaf.. silahkan" Steve beranjak lalu pergi bersama Nat.
Nat membuka pintu mobil belakangnya,"apa kamu benar menganggapku sebagai supir?"
"lalu kamu itu siapa? memang supir bukan?" Nat yang tidak mendengarkan Steve langsung masuk ke dalam mobil dan tetap duduk di bangku belakang.
Steve mulai melajukan mobilnya, sesekali Steve mendengar bunyi ponsel Nat yang selalu berbunyi membuat Nat senyum senyum sendiri atas pesan itu.
"Apa kamu liat liat? jangan kira aku tidak memperhatikan kamu ya celingak celinguk ke belakang, kenapa? aku cantik?" dengan Nada sombong Nat.
"Apa menghabiskan study diluar negri tidak mengajarkan Nona ini bahasa yang lembut dan sopan?"
"Terserahku sajalah, tidak tau kenapa dari pertama melihat kamu dan feel pertama yang kamu kasih bikin aku bete"
Steve tidak menggubris omongan Nat yang memang keras wataknya itu.
----
"lho kol kamu ikut keluar sih, kamu tunggu aja disini"
"Aku disuruh Papimu untuk mengantar dan menjaga kamu, jika terjadi sesuatu padamu aku yang akan kena omelan Tuan Aditya"
"tunggu saja disini, Papi tidak akan tau"
"Atau aku akan lapor Papimu kalau kamu tidak ingin dibarengi?" ancam Steve
"yasudahhh... yasudahhh...." Nat Pasrah
__ADS_1
Stevepun tersenyum kecil melihat Nat yang harus mengikuti keinginannya itu.
Mereka masuk ke sebuah department store, Nat dan Steve berjalan seolah seperti sepasang kekasih, tidak sedikit mata yang melihat mereka karena keserasiannya.
Dirasa cukup berbelanja, Natpun langsung menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya, dibelakangnya masih tetap sama ada Steve yang terus mengintil Nat kemanapun dia pergi.
"totalnya dua juta tujuh ratus empat puluh tiga ribu rupiah kak" seru kasir yang melayani belanjaan Nat.
"pembayarannya Debit ya" seru Nat sambil reflek tangannya seolah membuka tas.
"lho... lho... tasku mana" Nat kaget kalau tasnya tertinggal di dalam Mobil.
"Tasmu tertinggal diMobil, daritadi kau berkeliling apa tidak sadar?" imbuh Steve yang langsung menyodorkan kartu prioritas ke meja kasir.
Nat melihat Steve kesal, karena belanjaannya ini harus Steve yang membayar, "Tenang, nanti aku ganti"
"Tidak perlu, anggap saja ini menebus rasa salahku karena telat menjemputmu dibandara tempo hari, ayo pergi"
"tunggu heyy, bantu aku bawakan semua paperbag ini" seru Nat yang kesulitan membawa belanjaannya.
"siapa suruh belanja banyak banget" selonong Steve meninggalkan Nat.
"awass kamu aku bilang papi tau rasa kamu yaa" Nat berjalan dengan kesal.
-------
~terima kasih yang sampai saat ini masih membaca cerita ini dengan kehaluannya, maaf author masih baru dengan hal ini jadi harap dimaklum yaa untuk banyak kekurangannya, happy reading ~
__ADS_1