
Jam menunjukan pukul 1 dini hari, bel depan rumah Tante Mira berbunyi. ternyata yang datang adalah Tari dan Andre.
"ehhh Andre, masuk dulu sini" sapa tante Mira.
"makasih Tan, aku mau langsung pulang, udah malem. aku cuma nganter .."
"ini Tari ya, Sena udah cerita ko nanti ada temennya yang bakal dateng terus tidur disini"
"iya Tante aku Tari, Senanya mana ya Tan?"
"Sena udah tidur, tapi kamu ngga usah canggung Sena udah titip pesen ko sama Tante bakal ada kamu dateng"
"yaudah Tan, aku pulang dulu yaa udah malem, salam ke Sena" pamit Andre.
"iyaa hati hati yaa nak Andre
"thanks yaa Ndre, udah mau anter aku, kabarin aku ya kalo udah dirumah, bye"
Tari ditemani Tante Mira diantar ke kamarnya, dan menunjukan salahsatu ruangan yang tidak lain adalah kamar tidur Sena, "itu kamar Sena, kamu istirahat yaa, yang kerasan disini"
"Makasih banyak yaa Tante, Tante baik banget"
"samasama Tari, yasudah Tante tinggal yaa"
***
Jam 7 pagi hape Sena sudah berdering, Sena yang masih bergelut dengan selimutnya meraba raba dimana hapenya berada.
"halooooooo" suara Sena yang masih serak terdengar seksi.
"hallo sayang, kamu masih tidur??? coba lihat ke jendela"
Sena menuju ke jendela dengan jalan yang masih sempoyongan karena setengah rohnya belum mengisi raganya.
Dari jendela kamar Sena yang berada dilantai dua rumah Tante Mira dilihatnya sesosok Pria tampan, tinggi gagah dengan kaos dibalut jacket celana jeans dan sepatu sportnya.
"Dikaaaaa, kamu udah ada disini aja siih" Sena yang membuka sedikit gorden jendelanya masih mengobrol lewat hape.
"aku pengen sarapan sama kamu, kamu mandi yaa aku tunggu dibawah.. jangan lupa tuh iler lap yaa. hahahaha" Dika bercanda.
"hmmm bisa aja kamu Dik, yaudah aku mandi dulu yaa"
__ADS_1
Beda seperti biasanya, Sena hari ini kebingungan memilih baju untuk dipakainya dan membutuhkan waktu yang lama untuk itu. dia takut jika Dika melihatnya biasa biasa saja. akhirnya pilihan Sena jatuh kepada mini dress berwarna peach dengan lengan pendek dan sepatu wedges tidak lupa rambut yang dibiarkan terurai dengan keriting gantung, make up yang flawless membuat Sena terlihat lebih anggun.
"Pagi Tante" sapa Sena yang turun dari tangga, melihat Tante Mira sedang membereskan meja makan untuk mereka sarapan.
"Pagi sayaaaang, cantik banget.. mau kemana sih ini" timbal Tante Mira.
"iyaa yaa Tan, Cakep banget pacarku sampe lama aku menunggunya berdandan hampir satu jam loh" Dika memuji Sena, spontan wajah Sena merah merona karena pujian pacarnya itu.
"hmmmmmmmm jadi juga kalian yaaa, Tante kecolongan nih kurang update tentang kalian.. yang lagi pada kasmaran, tante doain mudah mudahan kalian berjodoh yaa dan romantis terus kayak gini.. Oia, temen kamu udah sampe samalem kecapean kayaknya jadi belum bangun"
"aamiin makasih yaa Tante, ohh Tari yaudah Tan gausah dibangunin biarin aja sebangunnya, kasian"
"yaudah yuk kita sarapan bareng bareng" ajak Tante Mira.
Sarapan selesai, hape Dika berbunyi tanda ada pesan masuk dan itu dari Andre dia memberitahu bahwa dia sudah ada di tempat.
"Andre udah ada disana sama yang lain, apa kita mau berangkat sekarang ?" tanya Dika.
"ayo, Tante aku pergi dulu yaa"
"hati hati yaa sayang, jagain ponakan Tante yaa Dika"
"Siap Tante, pasti aku jagain"
"ehh Tari, iyaa itu Sena sama Dika"
"kenapa mereka ngga nungguin aku"
"Sena bilang ngga usah ganggu tidur kamu, kasian katanya pasti kamu kecapean. yasudah kamu sarapan dulu yaa, Tante mau ke belakang"
"Oke Tan, aku mau prepare nyusul mereka, kebetulan aku udah tau alamatnya dari Andre".
***
"Dika, makasih ya kamu udah manjain aku"
"it's oke babe, aku kalo udah sayang yaudah aku pasti bakal jadi bucin. hahahaha"
"tapi ngga usah berlebihan ya, semua semuanya pasti kamu yang ngurus, kapan aku mandirinya coba kalo kamu sediain terus apa yang aku mau"
"aku kan mau bikin kamu mandiri, dengan kamu ngelola resto ini kamu belajar mandiri kan"
__ADS_1
"he'em, Oia Dik kamu tau ngga Cewe yang di sukain sama Andre? Andre lagi suka sama cewe loh tapi bukan Tari, biasanya dia suka cerita semua ke aku tapi kayaknya untuk yang ini dia ngga terbuka sama aku"
"kamu tau darimana Andre lagi suka sama cewe?"
"kemaren dia cerita lagi suka sama cewe tapi ngga bilang siapa, malah ngalihin pembicaraan gitu"
"yaudah biarin aja, lagian ngapain mikirin hal itu, itu kan urusannya si Andre, dia udah gede ini"
"kamu kenapa sih ko ketus gitu, aku kan cuma nanya. kamu cemburu? ngga usah cemburu kali bukan aku ini yang dia suka, hahaha ada ada aja kamu Dik"
"kalo Sena tau cewe yang si Andre suka itu dia gimana ya, gue takut si Andre ngomong apa apa ke Sena, tapi ngga mungkinlah masa ade gue mau nikung abangnya sendiri" hati dan pikiran Dika berkecamuk, dia takut jika cintanya terkhianati lagi.
"Dikaaa, udah siiiih ngga usah begitu, nyetirnya yang fokus ah jangan bengong"
"iyaa sayang" jawab Dika lembut menengok ke arah Sena dan mengusap rambut panjang Sena.
Setibanya mereka di resto, disana sudah ada Andre dan beberapa karyawan yang nantinya akan bekerja dengan Sena.
Dika yang melihat didepannya ada Andre langsung menggiring badan Sena lebih dekat dengan memegang pinggangnya.
"Haii Sena, Dika" sapa Andre dengan sedikit ketus melihat kemesraan mereka berdua.
"Hai Ndre, maaf kita telat" jawab Sena.
"gapapa Na, oia aku kenalin ini beberapa karyawan yang akan bekerja dibawah pimpinan kamu nanti kamu bisa kenalan secara personal sama mereka, aku disini cuma mau liatin secara spesifik tempat ini ke kamu"
"Halo semuaaaa mudah mudahan kalian betah yaa bekerja sama dengan saya kita disini sama sama belajar" Sena mengakrabkan diri dengan semua karyawan.
"Halo Bu" para karyawan sedikit membungkuk menghormati Sena.
"Ayo Sen, kita mulai"
Andre yang memulai perjalanan seperti study tour itu diikuti oleh Dika yang tangannya belum lepas dari pinggang Sena. seakan akan Dika takut jika wanita yang ada di sebelahnya itu akan kabur.
"apa apaan mereka, apa tidak bisa profesional sedikit disaat seperti ini? apa mereka sengaja mengumbar kemesraan dihadapanku" gumam Andre yang mulai terbakar cemburu.
Study tour itupun selesai, Sena dan Dika terlihat sedang duduk melihat beberapa pembukuan, "Dika, aku ke toilet sebentar yaa"
"Oke sayang".
Setelah keluar dari toilet Sena kebetulan melihat Andre yang sedang berdiri mematung melihat ke halaman belakang resto.
__ADS_1
"Andre, ngapain kamu disini ..."