
Sudah beberapa hari ini Sena sibuk dikantor membereskan barang barangnya, begitupun Alfin yang sibuk dengan Lamaran Lamaran yang masuk ke perusahaan Dika untuk menggantikan Sena menjadi Sekretaris.
"Hai Beb, Sibuk terus..." Manja Dika datang dari arah ruangannya.
"Dika..." balas Sena halus.
"Sena..." balik Dika dengan bercanda.
"Setelah ini kita makan siang yaa, aku sudah lapar, aku tunggu 10 menit lagi di lobby ya kita makan di resto si Andre aja yang deket"
Sena hanya mengangguk karena tangannya yang masih sibuk membereskan barang barang di mejanya.
Setelah 10 menit berlalu, hape Sena berdering tanda panggilan dari Dika.
"hmm.. ini anak ngga sabar banget", "Iyaa Dika.. aku turun sekarang.."
Sena langsung mendatangi Dika yang sudah menunggunya di lobby, tidak lupa meminta izin kepada Alfin takut takut ada keperluan dari Client Dika yang menelpon.
"Ayoo Dik, kita makan"
Sena dan Dika berjalan kaki menujur Resto yang tidak jauh dari gedung kantornya, tibalah mereka di dalam resto.
Sena melihat sosok gadis yang nampak tidak asing sedang duduk dengan segelas Orange juice di mejanya.
"Tariiiiiii"
"Senaaa"
merekapun berpelukan melepas rindu mereka.
"Kamu sudah pulang, kenapa tidak mengabariku sih"
"Maaf Sena, ini juga mendadak, Andre kelupaan kalo lusa dia ada Opening Resto Sunda makanya kita buru buru pulang deh"
"Oyaa, ko Andre tidak memberitahuku yaa"
"Mungkin dia lupa kaliii, sini duduk Na.. Haiiii Ka Dika makin Ganteng ajaa siiiii yang udah punya pacar" Canda Tari.
"Gue emang udah ganteng dari lahir Tar, mana Andre?" balas Dika.
"masaaaaaaaaaaaa??????? hahaha, itu Andre ada di ruangannya tadi ada telepon, sebentar lagi juga keluar"
__ADS_1
Tidak lama Andre keluar melihat di meja sudah ada Sena, Dika dan Tari langsung menarik kursi dan duduk di sebelah Tari.
"Heii kalian udah rame aja nih" sapa Andre.
"Haii Andre, apa kabar" tanya Sena.
"Baik Sen" jawab Andre singkat.
Sena merasa bahwa Andre berbeda kepadanya, biasanya Andre suka berbalik menanyakan kabar Sena, tetapi tidak hari.. Mungkin Andre sedang pusing dengan Openingnya nanti pikir Sena.
"Dik, katanya loe lagi nyari sekretaris ya buat gantiin Sena?" tanya Andre.
"Iya Ndre, Sena belum bisa berhenti kerja kalo belum ada penggantinya, gue suruh Sena buat buka Usaha aja macem loe gini, nanti loe ngobrol aja sama Sena, kasih tau Sena kudu gimana"
"Gini aja deh Dik, gue opening resto sunda lusa kan tuh, gue alihin ke loe aja, maksudnya ke Sena. soalnya yang punya tempat pengen buru buru nerima duitnya semua, sedangkan gue lagi pusing resto gue omsetnya turun anjirrrrr yang ada di Bogor, gue mau fokus dulu kesana, sebagai gantinya Sena loe coba Tari aja yang jadi Sekretaris loe itung itung di training dulu gitu"
"gue sih oke oke aja, coba nih Sena sama Tari mau enggak sama saran yang dikasih Andre"
"kalo aku sih ayoo aja Kak, kalo misalkan ada yang enggak aku ngerti di perusahaan Kak Dika aku kan bisa tanya Sena, pasti aku profesional deh kerjanya, kalo kamu Na, kamu gimana?" tanya Tari balik.
"sepertinya Ide bagus sih, tapi kan aku baru pertama kali ngelola Resto gini takutnya keteteran" balas Sena.
Taripun mengikuti Dika ke kantornya, Sena dan Andre yang ditinggalkan berdua di resto hanya melamun saja.
"Andreee, kamu kenapa sih ko bengong" Sena mengagetkan Andre yang hanya diam dengan tatapan kosong.
"Ehhhh... Sena maaf, apa yang kamu tanyain barusan ??" Jawab Andre gelagapan.
"Aku belum nanya apa apa Ndre, kamu cuma bengong aja daritadi, jadiiii kita harus mulai darimana Ndre??" Tanya Sena mencoba mencairkan suasana.
"Sena..." panggil Andre lembut.
"iyaa Ndre, kenapa?"
"kamu serius menjalin hubungan sama Dika ?"
"hahhh, ohhhh itu .. emmmm iyaa Ndre memang kenapa?" sontak Sena kaget atas pertanyaan yang dilontarkan Andre.
"gapapa, aku cuma aneh aja kalian kan ngga lama banget kenal terus keliatannya juga dulu kamu engga akur sama Dika terus kamu nerima Dika gitu aja, emang kamu ngga takut di sakitin?"
"Aku ngasih kesempatan buat Dika, karena aku yakin Dika ngga seganas yang aku kira, apalagi aku udah tau masalah dia sama Monic dan yang terjadi ke mereka itu aku pikir bukan salah Dika, terus gimana kamu sama Tari?"
__ADS_1
"ohhh itu, kami cuma temen ko, emang sih Tari baik banget orangnya tapi aku belum bisa ngasih hati aku ke Tari, hati aku udah keambil sama orang lain Sen"
"Jadi kamu suka sama orang lain selain Tari, siapa Ndre?"
"Ada deh, yaudah kita mulai aja ke obrolan bisnis yaa Sen"
Sampai sore Sena dan Andre membicarakan bisnisnya, begitupun Tari dan Dika seperti calon karyawan yang di interview oleh atasannya.
"Yaudah, besok kita survei tempat yaa Sen, sekalian besok karyawan karyawan baru buat di resto sunda juga pada ketemu disana, soalnya pertama opening kita ngadain promo all you can eat biar narik pelanggan & brosur brosur resto itu juga udah di sebar" jelas Andre menutup pembicaraan.
"oke Ndre, makasih banyak yaa"
Terlihat Tari dan Dika menghampiri mereka, sepertinya merekapun sudah beres dengan urusannya.
"Udah beres?" tanya Dika.
"Udah Dik, gue besok mau survei kesana sama Sena. terus Tari gimana?"
"lancar sih semuanya, besok kerja juga udah bisa, gue besok ikut survei yaa Tari kerja ada si Alfin ko" jelas Dika.
"Tari lusa aja kerja ditempat loe Dik, kita mau ngambilin barang barang Tari di Tangerang"
"Tariii, semoga betah yaa.. oia kamu malam ini tidur dimana?" tanya Sena.
"Paling nyewa hotel aja Na, rumah Orang Tua aku di sewain lagian aku mau nyari Kost aja Na, takut capek kalo pulang pergi Tangerang Jakarta"
"Kamu tidur di rumah Tante aku yaa Tar, biar aku juga ada temen nanti aku bilang Tanteku yaa, pokonya kamu jangan nolak, yuuk kita pulang"
"Tari biar gue aja yang anter, lagian kita mau ke Tangerang dulu kan mau ngambil kendaraan dan barang barang punya Tari dirumah orang tuanya" jelas Andre.
"Oyaa aku lupa, hati hati yaa kaliaan"
"Iya Na, kamu pulang sama Ka Dika aja nanti aku kerumah mu, nanti aku kabari yaa makasih banyak loh"
"Yaudah Ndre, gue duluan yaa jagain baek baek anak orang loh.."
Seperti biasa Dika mengantar Sena pulang ke rumah Tantenya dan Andre pergi bersama Tari.
"good nite beb, jangan kangen aku yaa, aku orangnya ngangenin.. besok aku jemput kamu lagi see you sayang" tutup Dika yang penuh manja seraya mengantar Sena ke depan pintu gerbangnya.
"malem Dika"
__ADS_1