Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 6


__ADS_3

Sesampainya di tempat singgah, "iiiiinndaaaah bangeeeeettttttt, ini mau meeting apa mau liburaaaaan" Sena memandang sekitar Villa yang depannya menghadap ke pantai.


"meetinglaaah, udaah jangan norak, jangan malu maluin depan clien kamu norak begini. nanti orang orang mikir, masa seorang Andika punya sekretaris norak" timbal Dika dengan sombong


"kamu tuh ya, bisa ngga sih ga usah sombong begitu, gimana mau punya pacar kalo kamu begini, anehh" Sena sontak membentak Dika.


"yaaeelaaaah emangnya kamu punya pacar juga Sena ? Hahahaha, yasudah kita masuk nanti aku tunjukan kamarmu, setelah itu terserah kamu mau lihat lihat tapi jangan jauh jauh, aku takut kamu ilang" jawab Dika.


"apa pedulimu?" Sena menoleh ke arah Dika


"Pedulilah, karna aku itu suk ..." ucap Dika putus


"kenapa diam?" tanya Sena


"karena aku.. aku sudah berjanji pada tante Mira akan menjagamu" tutur Dika.


Dika mengantar Sena ke depan pintu kamarnya, "Sena ini kamarmu, dan kamarku ada sebelah sana"


"Oke terima kasih"


Sena memasuki kamarnya, dan wow Sena sangat terkejut melihat kamarnya itu interior dan design kamar yang sangat indah ditambah pemandangan dari kamar Sena adalah Laut yang biru.


Setelah Sena beristirahat dan membereskan barang barangnya, Sena berniat untuk keluar dari Villa melihat sekitar Villa dan berjalan jalan di pinggiran pantai.


Sena tidak mengetahui bahwa Dika dan Alfin sedang memperhatikan Sena dari balkon Villa itu. Dika melihat Sena sangat senang.


"Fin, menurutmu Sena perempuan yang seperti apa?" Dika memulai pembicaraan


"Menurutku nona Sena adalah gadis yang anggun tuan dan apa adanya, cantik sudah tentu. kenapa tuan bertanya tentang nona Sena?"


"Fin, kamu tau, tidak ada yang pernah berani kepadaku selain Ayah dan Ibu, tapi gadis ini bukan membuatku marah tetapi dia membuatku.... Ahhh sudahlah, dia pernah menamparku Fin" ungkap Dika


Alfin yang tadinya duduk santai meminum Jus yang dia pegang langsung tersedak dan duduk tegak, "Apaaaa Tuan?????"


"Iya Fin, dan aku tidak marah, aku hanya diam.. memang semua kesalahanku, aku menciumnya di depan Monic" jelas Dika


"dari awal aku sudah menduganya, pasti tuanku ini menyimpan rasa pada Sena" gumam Alfin dalam hati.


"Heiiiiii, kalian sedang apa" seru Sena.


Karena obrolan yang serius Dika dan Alfin tidak menyadari jika Sena menghampiri mereka.

__ADS_1


"ehhh Sena, ganti baju mu, kita akan makan malam di luar sekalian kita di undang di acara Anniv Rekan Bisnis Ayah di pusat kota dan untukmu Fin kamu bawa mobil sendiri saja, aku akan berangkat dengan Sena" Dika memerintah


"kita berdua aja?"Tanya Sena sambil mengejar langkah Dika memasuki Villa


"Iya, kenapa, gamau? kalo gamau pulang sendiri"


Sena memonyongkan bibirnya tanda kesal pada Dika "judes, untung ganteng"


Sena yang keluar dari kamarnya dan menuruni tangga melihat Dika sudah menunggu, tampilan Dika tidak seperti biasanya, menurut Sena ada sesuatu yang beda, yang membuat Dika lebih tampan.


"apa apaan kamu Sen"


"Ada apa? ada yang salah?"


"Kita ini mau mendatangi pesta, kamu malah pake baju ngantor"


"aku kan tidak punya gaun, aku kira kita tidak akan ada acara seperti ini"


"Yasudah kamu ikut aku Sena, Fin kamu berangkat duluan saya akan sedikit telat, saya pergi dulu dengan Sena ke suatu tempat" tutup Dika


Ternyata Dika membawa Sena ke butik yang besar di kota itu.


"Baik Tuan" ucap penjaga butik.


Sena yang sudah beres di dandani langsung berdiri di depan Dika yang duduk membungkuk sambil memainkan hapenya.


"Dika.." panggil Sena dengan manis


Sontak Dika yg terduduk melihat ke arah Sena dari ujung kaki hingga ujung kepala Sena.


"Astagaaaaa dragooooon, ini si Sena cupu.. seriusaan dia beda banget dari biasanya ko bisa seperti ini sih" ucap Dika dalam hati.


Jantung yang berdegup kencang, mata yang terbelalak, mulut yang terbuka melihat pesona Sena yang sangan menawan, kenapa tidak, Sena yang menggunakan gaun berwarna cream hampir menyerupai warna tubuhnya yang mulus dengan bagian lingkar dada yang jatuh memperlihatkan sedikit belahan dada Sena dan bagian punggung yang terbuka sampai pinggang, tidak itu saja gaun yang panjang menjuntai itu terbelah sampai di atas lutut Sena, di tambah lagi rambut Sena yang di ikat dengan indah.


"ni orang kenapa sih, ko melongo begitu emang ada yang salah dengan penampilanku" kata Sena dalam hati sambil melirik lirik penampilannya.


"Halloooooooooo, excuse me ....." Sena melambaikan tangan di depan wajah Dika.


"ehhhhh maaf, kamu cantik sekali Sen" puji Dika


"kamu baru nyadar kalo aku cantik?" timbal Sena

__ADS_1


"ini cewe, nyebeliiin banget siiiih bukannya terima kasih, yaudah ayo kita berangkat"


Di perjalanan, Dika tidak henti melirik ke arah Sena sambil menyetir mobilnya, kekaguman Dika terhadap Sena tidak putus. tidak lama hape Sena berbunyi, sebuah panggilan video.


"Siapa Sen?"


"Andre nih"


"ngapain si Andre vc si Sena, dia ga tau kalo si Sena lagi pergi sama gue buat meeting" Dika cemburu.


"Aku angkat ya"


"jangan, biarin aja kita mau nyampe nanti kamu malah sibuk sama si Andre lagi. hape kamu silent aja biar engga ada yang ganggu, ga enak nanti di dalem di liat banyak rekan bisnis Ayah Sekretarisnya begitu" Dika melarang Sena


"ohh yasudah"


***


Sampailah mereka di acara pesta, bertempat di Hotel berbintang tujuh dan dilantai yang paling tinggi mereka menaiki lift, dan hanya mereka berdua.


Dika melihat Sena seperti tidak nyaman memakai gaun yang dipakainya "kenapa Sena?"


"Tidak apa apa, hanya saja aku tidak terbiasa memakai gaun yang seperti ini" ucap Sena sambil membenarkan gaunnnya


"Biasakan, kamu akan selalu menemaniku setiap ada acara seperti ini" ujar Dika


"memang sekretaris mu yang kemarin selalu menemanimu juga?" tanya Sena


"Tidak, Selalu Ayah yang pergi tapi sekarang aku yang akan menggantikannya, ayah sudah malas menghadiri acara acara seperti ini" tutur Dika, Sena hanya mengangguk tanda mengerti.


lift terbuka sesampainya mereka di pintu masuk ballroom, mata memandang langsung ke arah pesta , ruangan yang sangat besar hanya untuk acara itu saja, mata Dika melirik ke arah sudut jendela Hotel dia melihat Monic, "Monic, dia ada di sini"


Monic pun sama melihat ke arah Mereka karena semua mata tertuju pada Dika dan Sena.


Spontan tangan Dika langsung memegang pinggang Sena yang berada di sebelahnya, "ehhhh kenapa ini" Sena panik


"sudah diam saja dulu, nanti ku jelaskan" jawab Dika dengan kepala menoleh ke kiri dan ke kanan.


"tapi kenapa mereka semua melihat kita" Sena menjadi gugup.


gugup Sena bertambah saat Dika memalingkan wajahnya dan bertatap langsung ke arah Sena sambil memegangi dagu Sena "Karena kamu sangat Cantik".

__ADS_1


__ADS_2