Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Kepulangan Natasha


__ADS_3

~ halloo, welcome to kehaluanku ... mohon maaf jika ada nama, tempat, atau cerita yg sedikit mirip dengan karya karya yang lain mohon dimaafkan karena tidak ada unsur sengaja yaaa, dan jika ada kata kata yang typo atau kurang nyambung bisa koreksi .. semoga ceritanya bisa tembus ke dalam imajinasi dan kehaluan temen temen yaa, Happy reading ~


.


.


.


.


dengan cepat Steven mengendarai mobilnya menuju ke bandara,


"Sial, kenapa harus macet sih ..."


Steve mengklakson di dalam kemacetan yang padat di kota itu dengan selalu melihat ke arah jam tangannya.


"ini orang kemana sih lama amat, aku harus telpon papi nih..." mengobrol dengan diri sendiri.


Nat lalu merogoh handphonenya dari dalam tas kemudian mengcalling papinya.


"Papi, ini siapa sih yang jemput aku, lama banget udah 10 menit aku nunggu nih.. akaran aku.." manja Nat.


"tunggu aja, nanti juga dateng kok, kaya yang enggak tau aja macetnya gimana.. sabar ya sayang" Jawab seorang pria yang di telpon Nat.


Steve sudah memakirkan mobilnya, dengan bekal poto yang ada di hape steve lalu mencari seorang gadis sambil berkeliling.


"sepertinya dia, sama persis dengan yang ada di poto" Gumam Steve


"Nona Natasha ?"

__ADS_1


"kamu yang di suruh papi buat jemput aku ?" jawab Nat ketus karena sudah bosan menunggu


"betul nona, maaf kalo ..." belum sempat menjawab Nat memotong pembicaraan


"aku enggak mau denger alesan kamj, yang jelas sekarang aku pengen pulang, rebahan, istirahat"


"baik, silahkan nona"


Steve dan Natashapun menaiki mobil, sesekali Steve melihat ke arah Nat yang duduk di belakang.


"kamu orangnya enggak bisa ontime ya? ko bisa sih papi memperkerjakan orang kayak kamu, ampun deh" Nat mulai mencairkan suasana yang daritadi hening.


"maaf nona, tadi saya sudah berangkat setengah jam lebih awal tetapi memang waktunya sedang padat keluar kantor, mohon maaf sekali lagi, ini tidak akan terjadi lagi nona"


"whatever" jawab Nat singkat.


"Papiiiii..... Piiiiii..... i'm homeeeeeeeee" teriak Natasha langsung menerobos masuk.


"my little girl, welcome home" jawab seorang pria paru baya sambil merentangkan tangan memeluk.


Natasha membalas pelukan papinya.


"sayang, kamu tambah cantik.. bagaimana perjalananmu ? Sini sini kita makan malam sambil cerita cerita"


"yaa gitu deh piii, over all sih baik sampe aku dibuat bete sama supir papi itu"


"Supir ? Steve maksud kamu? Oia steve mana ya? Steve.... steve... sini makan bareng kita"


"Steve siapa pi?"

__ADS_1


"yang jemput kamu barusan sayang, dia bukan supir dia asisten pribadi papi semua pekerjaan papi dia yang menghandle-nya, maklum papi sudah tua harus ada selalu yang menemani, lagian kamu sibuk ingin mengejar gelarmu menjadi profesor muda diluar negri" cerita papi Nat.


"kan aku sekarang sudah disini, aku akan tinggal disini bersama papi, aku juga sudah melampirkan beberapa dokumenku untuk menjadi dosen di beberapa universitas disini, jadi papi tidak usah khawatirkan aku lagi" jelas Nat sambil melanjutkan makannya.


"maaf Tuan, Nona.. saya mengganggu makan malamnya, barang barang nona Natasha sudah saya simpan dikamarnya" kedatangan Steve menghentikan pembicaraan Ayah dan Anak itu sejenak.


"Hei Steve, sini makan malam bersama kami" Ajak Papi Nat sembari memukul kecil meja makannya.


"Baik Tuan, terima kasih..."


"Yaudah, aku capek pi, aku ke kamar duluan ya.." Nat mendorong kursinya dan berjalan untuk mencium pipi papinya itu.


"lhoo, ko udahan?"


"ngantuk pi, good night"


"Good night sayang"


Nat yang melihat Steve dengan sinis membuat Steve semakin canggung dengan anak majikannya itu.


Tinggal Tuan Aditya Hartawan dan Asistennya di meja makan, Tuan Adityapun memulai pembicaraan.


"Steve, anakku sekarang ada disini, aku memintamu agar menjaganya untukku, anggap saja Natasha adalah adikmu, lakukan apapun agar dia aman"


"Baik Tuan, saya akan menjaga Nona Natasha dengan baik"


"Dia baik orangnya baik hanya saja dia seperti air yang dengan siapapun dia bergaul dia akan selalu bisa terbawa pergaulannya, itu yang saya khawatirkan, terakhir dia pulang dengan keadaan mabuk parah, maka dari itu aku izinkan dia mengejar study-nya di luar negri, kalau perlu tegas tegaslah dia sedikit keras kepala.. Yasudah jika sudah kau boleh pulang saya istirahat dulu"


"Baik tuan saya mengerti"

__ADS_1


__ADS_2