Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 9


__ADS_3

"pergi ke Apartement Monic" perintah Dika


"Apa tuan?" tanya Alfin.


"sudah turuti saja perintahku"


Dika yang amarahnya sudah di ubun ubun ingin memberikan peringatan kepada Monic, karenanya Sena sekarang berada dirumah sakit.


Sampailah mereka ke Apartement Monic.


Bel berbunyi, Monic yang mengintip dari dalam apartementnya melihat Dika sedang menunggu diluar.


"apa?? Dika datang mengunjungiku, aku harus terlihat perfect depan Dika"


Monic membuka pintu, Dika yang melihat Monic tanpa basa basi masuk, "ada apa sayang, kita bisa bermain pelan pelan, jangan seperti ini"


"apa yang kamu lakukan terhadap Sena sudah keterlaluan Monic, aku tau kamu yang mendorong Sena ke kolam dan sekarang aku punya bukti untuk menjebloskan kamu ke penjara aku sudah pernah memperingatkan kamu, jangan mengganggu Sena dan ini adalah peringatan terakhir".


Dika meninggalkan Monic yang terkejut atas perkataan Dika.


Dika langsung membuka pintu mobil dengan emosi, "Fin, kita minum dulu sebentar, aku lelah"


"maaf Tuan, saya lihat tuan tidak pernah seperti ini, saya baru pertama kali melihat tuan semarah ini"


"Aku mencintai gadis ini Alfin"


"yang anda maksud Nona Sena?" tanya Alfin penasaran.


dengan wajah yang kusut dan helaan nafas yang dalam Dika menjawab pertanyaan Alfin, "iya Alfin, Aku mencintai Sena, aku tidak mau ada yang menyakiti Sena lagi, aku akan terus menjaganya apalagi dari Monic.. cepatlah kita harus ke rumah sakit".


"Baik Tuan"


***


Sementara itu di rumah sakit.


Sena yang terbangun melihat Andre tertidur di Sofa bergumam dalam hati, "Andre... kemana Dika, ini semua kan ulahnya, apa seperti ini dia ingin meminta maaf malah meninggalkanku dan tidak bertanggung jawab"


"Andre...." Suara Sena lemah.


"Sena, kamu sudah sadar, bagaimana keadaanmu"


"aku mendingan, aku ingin pulang Andre, aku tidak betah disini"


"kalo kamu sudah benar benar pulih, kita pulang ya, sekarang kamu istirahat dulu"


"Kemana Dika?" tanya Sena


Andre bingung, kenapa yang Sena tanyai terus saja Dika, dengan gugup Andre menjawab "emm tidak tau Sena, tadi dia bilang dia ada keperluan sampai sekarang belum balik lagi, memang ada apa kamu mencari Dika" tanya Andre menyelidiki.


"Aku ingin berbicara dengannya"


"sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan juga denganmu Sena" lanjut Andre.


"Apa?" tanya Sena.


Andre ingin mengungkapkan perasaannya terhadap Sena, namun Andre bingung dengan perasaannya itu.

__ADS_1


belum beres Andre berbicara, datanglah Dika langsung membuka pintu dan menghampiri Sena.


"bagaimana mungkin si Dika ada saat aku ingin mengatakannya" gumam Andre dalam hatinya


"Sena, syukurlah kamu sudah siuman, aku khawatir denganmu, apa kata dokter?" ucap Dika dengan penuh khawatir.


"aku tidak apa apa, hanya kelelahan saja Dik, besok aku sudah boleh pulang oleh dokter"


"syukurlah" Dika menghela nafas


"Oiya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu Dika"


"well, apa yang ingin kamu bicarakan dan aku akan mendengarkan"


"sepertinya, aku sudah tidak bisa bekerja lagi denganmu, aku berhenti menjadi sekretarismu Dika, nanti aku akan membicarakan ini dengan Om Irwan dan meminta maaf padanya" tutur Sena.


Andre yang masih ada didalam ruangan terkejut dengan apa yang dibicarakan Sena, tapi di sisi lain Andre senang berarti Sena tidak akan selalu bersama Dika.


"tapi kenapa Sena?" tanya Dika


"kamu sudah tau kalau ini ulah Monic, dan aku tidak ingin kalau Monic bertindak lebih dari ini terhadapku"


"tidak Sena, kamu tidak boleh berhenti bekerja, kamu tidak boleh jauh dari aku Sena, aku pasti akan menjagamu dari Monic dan dari siapapun yang akan menyakitimu, Aku Mencintaimu Sena..."


Sena seketika diam, terlebih lagi Andre dari awal dia yang ingin mengatakan perasaannya tapi di dahului oleh Dika, Andre tidak kuat melihat pemandangan yang ada di hadapannya pergi tanpa pamit.


"tapi.. tapi.." Sena terbata terbata


"lihat aku Sena, aku berjanji kepadamu aku akan selalu menjagamu, termasuk dari jahatnya Monic, aku akan menjamin keselamatan kamu Sena, kamu bisa mempercayaiku"


"tapi..."


"aku tidak bisa menjawabnya sekarang"


"baiklah, aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir, by the way apa kamu sudah makan?" Dika mencoba mencairkan suasana yang dari tadi tegang.


"belum"


"yasudah, aku suapi dan kamu tidak boleh menolak karena ini perintah dari atasanmu"


"baiklah Tuaaan" Sena bercanda.


***


Andre yang masih tidak percaya kakaknya mengungkapkan perasaan di depan matanya, Andre berlari melewati lorong rumah sakit dan tidak sengaja Andre menabrak seorang gadis.


"Aawwwwwww"


"maaf nona, maafkan ...."


"Andreeeeee, ini kamuu" seru gadis itu


"apa ini, Tariiiiiiiiii???" Andre penasaran.


"iyaaa aku Tari, teman kuliahmu dulu"


"yaa ampuun, maafin aku Tari, kamu terlihat berbeda, sedang apa kamu disini?"

__ADS_1


"Papa aku di rawat disini Ndre, kamu sendiri sedang apa disini?" Tanya Tari balik.


"ohhh itu, temanku yang sedang dirawat disini"


"teman apa teman niiiiih hahaha, oiya kita duduk sebentar sambil ngobrol kebetulan aku ingin membeli makan siang"


Andre dan Tari pergi ke sebuah Resto dekat rumah sakit merekapun berbincang bincang.


"kamu lagi liburan Ndre?" tanya Tari.


"bukan, aku nemenin Dika dan sekretarisnya kesini, kemaren abis meeting, kamu stay disini Tari?"


"aku stay di Jakarta, cuma papa ada urusan disini jadi aku ikut sekalian liburan, cuma papa kecelakaan dan koma sekarang lagi di temenin sama Om aku"


"maafin aku Tari"


"it's oke Ndre, kamu engga usah minta maaf, oiya bisnis kuliner kamu udah banyak cabangnya yaa.. hebat banget kamu, kapan kapan boleh dong maen ke tempat kamu, dulu waktu beres kuliah kamu langsung ngilang gitu aja siiiiih"


"boleh, maen aja.. aku suka diem di Resto pusat kota, nanti aku kasih tau alamatnya"


"boleh minta nomor kamu?" tanya Tari sembari menyodorkan henponnya.


Andrepun mengetikkan nomornya ke dalam hape Tari, tidak terasa mereka berbincang sangat lama hingga sore hari.


"boleh aku jenguk temen kamu Ndre?"


"hahhh, bolehh bolehh disana ada Dika kok"


"Dika kakamu? yang sakit pacarnya Kak Dika ya?"


"apaaa???" Andre kaget, "ummmmm sekretarisnya sekaligus temen aku juga sih" jelas Andre.


"oooowwwww, oke.. let's goow"


Tok.. Tok..


Andre dan Tari masuk ke ruangan terlihat Dika dan Sena sedang bercanda gurau mereka tertawa satu sama lain. Andre yang melihatnya cemburu.


"permisi.. Kak Dika" Seru Tari.


"Tari, gebetan Andre waktu kuliah yaaa. hahahah" timbal Dika


"iya kak hahaha, kakak bisa aja.. yang sakit siapa ka"


"ini sekretaris aku Tar, Sena"


"sekretaris apa sekretaris nih kak, cocok kok udah pantes" Tari mengakrabkan diri.


"Sekretaris, cuma udah aku tembak dia ko, cuma belum ngasih jawaban aja dianya doain ya mudah mudahan aku di terima. hahahaha"


"aamiin aamiin, aku doain mudah mudahan kalian jodoh, ehhhh aku belum ngenalin diri aku, aku Tari Kak" Tari mengajak berjabat tangan Sena.


"haiii Tari, aku Sena, benerrr Tari gebetan Andre.. jadiin dong" Canda Sena.


"hahaha aku nunggu Andre nembak aja deh hahaha"


"lelucon apa yang mereka buat ini, apa mereka ngga tau hati gue panas denger mereka" ucap Andre dalam hati.

__ADS_1


Di tengah candaan mereka hape Tari berdering, seketika Tari berteriak.


"apaaaaaaaaaaaaaaaaa"


__ADS_2