
"Gue rasa iya Ndre, sorry kalo gue kemaren kemaren emosi sama kalian berdua.. harusnya gue enggak gitu"
"gapapa Dika, aku ngerti.. kamu cuma engga mau kalo hal yang terjadi sama kamu kemaren terjadi lagi kan. yang penting sekarang kamu sama aku harus selalu terbuka dan jangan ngedepanin emosi, aku percaya sama kamu, aku juga minta kamu harus percaya sama aku juga yaa" ujar Sena dengan tenang.
"Nahhh gitu dong akur" Andre bercanda.
"hmmmmmmm, jadi rencana kita gimana nih jangan malah bercanda loe Ndre kita lagi seriuss" Dika yang terlihat malu dengan guyonan Andre mengalihkan pembicaraan.
"hahahaha sedikit bercanda Dik, jangan serius mulu ntar loe cepet tua, Kasian Sena kalo dapet jodoh mukanya udah tua"
"hahaha Andre bisa aja nih, Dika aku buatin kamu minum dulu yaa"
"Oke sayang, enggak usah manis manis banget, liat kamu udah maniss" Serentak semua yang ada didalam ruang tamu tertawa.
Sena pergi menuju dapur meninggalkan Dika dan Andre berdua.
"Sebenernya gue enggak mau Ndre kalo Sena harus mikirin masalah ini, gue pengen Sena tau beres.. gue ngerasa bersalah banget marah marahin dia kemaren karena salah orang geje sih tuh kagak tau gue dia pengennya apa"
"iyaaaa, loe kan banyak orang Dik, loe suruh aja orang orang loe buntutin si Fani ini sama si Aldi, Oiya gue weekend ini ada rencana mau maen sama si Tari, loe mau ikut enggak"
"hayooo, udah lama gue enggak ajak Sena maen, pasti dia mumet dahh"
"iyeeeee gara gara loe, kata si bibi Sena ngerem di kamar aja mikirin loe tuh, untung kagak sakit juga, kalo ada apa apa sama Sena awas aja loe, kagak bakal gue liat loe abang lagi"
"anjaaayyyy, serem amat sih nih bocah ngomongnyaa, iyaaa kalem gue udah sayang banget sama Sena.. masalah ini biar orang orang gue yang urus"
Sena yang datang membawa baki dengan membawa minuman dan cemilan untuk kaka beradik Wiguna ini "lagi ngomongin apa sih serius amat".
"Sen, kita maen yooook, si Tari ngajakin maen"
"kapan Ndre?"
"Weekend ini"
"Kemana?"
"Udah kamu ngga usah tau, Jumat pagi aku jemput yaa sayang" Dika memotong pembicaraan.
"resto gimana?" tanya Sena lagi.
__ADS_1
"resto nanti aku kirim orang buat stay disana selama kamu ngga ada, jadi kamu bisa tenang holiday.. kamu enggak usah takut orang ini aman ko dia udah bertahun tahun kerja di resto aku juga daaaaaaan buat ngusut si Fani sama si Aldi ini Dika udah ngirim orang juga"
"iyaa sayang, kamu enggak usah khawatirin itu semua yaa, aku engga mau kamu banyak pikiran lagi nanti kamu sakit gara gara stress. hihihi"
"Dikaaaaa, kamu maaahhhh" wajah Sena memerah seraya tersenyum ketika sedang dirayu oleh pacarnya itu.
"yaudah, gue pulang dulu, loe masih mau disini Dik?"
"iyeeelaaaah, gue mah masih mau disini, loe kalo disini baru aneh"
"hmmmmm, yaudaaah gue cabut.. bye Sena.. ada apa apa kabarin lagi yaa"
"hahaha iyaa Ndre, makasih banyak yaa, hati hatiii".
Kini giliran Dika dan Sena, mereka bercanda tawa berdua seolah seperti tidak bertemu lama sekali, hari sudah sore Dika pamit untuk pulang.
"bye sayang, maafin aku yaa terlalu emosional sama kamu, kamu jangan terlalu cape, lusa kita main yaa"
"iyaa Dikaaa, selow ajaa".
"aku belum pernah denger kamu manggil aku sayang, kenapa beb, kamu engga sayang sama aku".
"hmmm bucinnya keluaaaar nih, iyaa sayaang, aku sayang sama kamuu".
"bye beb".
***
Di lain tempat.
"weekend ini aku ada jadwal sama Andre, seneng banget akuuuuu, enggak sia sia aku ikutin rencana kamu"
"hmmm enak loe udah mau jalan sama doi, gue masih perlu tenaga buat deketin si Dika lagi, loe bantuin gue"
"iyeeee, kalem, ada rencana apa ini sekarang? oia tadi kan Andre ke kantor Dika tapi enggak ngobrol sih soalnya si Dika lagi meeting, katanya si Dika semalem tidur di apartement, engga pulang ke rumah"
"oke, besok malem gue ke apartement Dika deh, thanks yaa infonya, rencana selanjutnya nanti gue telpon"
***
__ADS_1
Keesokan harinya Sena seperti biasa diantar oleh Pak Bayu, diperjalanan Sena menyampaikan sesuatu, "Pak, bapak tau kan pegawai yang namanya Fani? hari ini bapak liat gerak gerik dia ya pak kalo ada yang mencurigakan bapak bisa hubungi saya langsung"
"Baik Non"
"yasudah pak saya masuk dulu yaa"
Senapun keluar dan menuju ke ruangannya.. Tidak lama kemudian Fani turun dari mobil dengan membawa sebuah box, Pak Bayu tidak lupa merekam semua gerak gerik Fani itu dan langsung mengirimkan videonya ke Sena.
"saya hanya mendapat video ini Non, saya rasa memang ada yang tidak beres. dia tidak turun tepat di depan resto, seperti tidak ingin ada yang tahu" Pesan dari Pak Bayu dengan menyertai videonya.
"baik pak terimakasih".
Waktu menunjukan jam istirahat, namun Sena tidak keluar dari ruangannya hanya meminta karyawannya mengantarkan makanan saja untuknya. Sena sibuk melihat lihat cctv sekitaran resto untuk mengetahui pasti apa yang terjadi.
Datang Fani dengan membawa makanan, "Mba ini makanannya, kenapa mba Sena engga istirahat keluar?"
"engga Fan, aku sedang sibuk.. sinii makanannya taruh di meja aja"
"Pantes, biasanya mba Sena suka keluar lihat lihat kondisi resto, makanya tadi saya mau masuk ke ruangan mba takut ganggu"
"emang kenapa Fan"
"Biasa mba, ada tukang ojol bawain paket buat mba Sena"
"paket lagi, mana coba kemarikan"
"sebentar mba saya ambil dulu"
Fani datang dengan sebuah box yang tadi pagi dibawanya, Senapun keheranan..
"Kenapa mba?"
"ohhh engga, kamu boleh keluar Fan, makasih ya"
"Siap mba"
"ini kan box yang sama yang dibawa Fani tadi pagi di video pak Bayu, kenapa dia bilang dari ojol, padahal dia sendiri yang bawa, aku harus hubungin Andre dan Dika" Sena bergumam sendiri dengan perasaan bingungnya.
Sena memberitahu Andre dan Dika apa yang terjadi, di dalam box itu ada sepasang sepatu dengan nama Andre sebagai pengirimnya. Sena melanjutkan pemantauan cctv-nya dan benar saja banyak yang ganjal di dalam video cctv itu, Sena mengunduh videonya dan menyimpannya untuk dilihatkan kepada Andre dan Dika.
__ADS_1
"sayang kamu ke kantorku saja sekarang, aku sudah menelpon Andre supaya ada orang yang menggantikan kamu disana, jangan terlalu banyak memikirkan ini. aku urus semuanya kamu bersiap siap saja kita percepat liburan kita"
Semakin hari Sena dibuat semakin aman oleh Dika, Dika memang orang yang sangat lembut tetapi sekali dia sudah marah atau di kecewakan Dika tidak melihat siapa siapa, namun sekarang hanga satu kelemahan Dika, yaitu Sena.