Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 5


__ADS_3

Dika mencoba menelpon hp Sena, Sena enggan untuk menjawabnya.


Terpaksa Dika menuliskan pesan untuk Sena "aku harap besok kamu bekerja, masalah ini kita selesaikan"


Sena membacanya, Sena berpikir jika dia tidak bekerja akan membuat keluarga Om Irwan malu, secara Sena di tunjuk oleh Om Irwan sebagai Sekretaris di perusahaan Wiguna Group.


"baiklaaah besok aku bekerja" gumam Sena sendiri


***


Keesokan harinya seperti biasa Andre menjemput Sena, "loe yakin mau kerja Sen?"


"Iya, aku yakin" balas Sena.


Di kantor Dika,


"Fin, kalo Sena udah dateng suruh langsung masuk ke ruangan saya yaa" pinta Dika.


"Baik Tuan" Alfin menurut.


tidak lama Sena muncul, dan Alfin langsung memberitahukan apa yang di amanatkan Dika, "Sen, langsung masuk saja, Tuan Dika sudah menunggu kamu"


"Tuan ...." belum habis Sena berbicara


"sini duduklah sebelahku" ujar Dika.


spontan Dika langsung menggenggam tangan Sena, "Sena, aku minta maaf atas kejadian kemarin harusnya itu tidak aku lakukan"


"itu tau, dasar boss killer.. tapi dia bisa lembut juga ya sampe seperti ini" kata Sena dalam hati.


"ii..iiyaa Tuan" Sena gugup


"tidak usah panggil Tuan, panggil saja Dika.. aku merasa tidak pantas lagi di panggil tuan olehmu" tutur Dika.


"Tapi Tuan"


"Sudahh jangan membantah, kamu masih menjadi sekretarisku dan masih terikat kontrak kerja bersamaku. sekarang kamu hari ini tidak usah bekerja, kemasi barang barang kamu, besok kita berangkat ke luar negeri untuk meeting disana dan jangan sampai aku lihat kamu malah pergi bersama Andre, beristirahatlah dulu" jelas Dika


"Tapi Tuan, jadwalnya masih dua hari lagi" ungkap Sena


"kamu itu banyak tapinya, kerjakan perintahku, dan ingat, tidak ada tuan untukmu panggil Dika saja.aku akan menyuruh Alfin mengantarmu"


"Baik tuan, maaf .. Dika, aku permisi"


Alfin mengantar Sena pulang, di perjalanan Alfin ingin menanyakan sesuatu, "Sena, saya ada pertanyaan untukmu"


"Apa Tuan?" tanya Sena

__ADS_1


"Ga usah panggil Tuan, panggil Alfin aja. Tuan itu Khusus untuk Tuan Dika. hahahaha" Alfin bergurau.


"oiya Sen, apa kamu ada hubungan serius dengan Tuan Dika atau Tuan Andre?" lanjut Alfin


"Apa??? kamu ga salah menanyakan itu? yaa enggalah, tapi ...." Sena terbata.


"tapi apa??" Alfin penasaran.


"emang sih Tuan Dika itu Ganteng, tapi Keras dan sombong, kalo tidak begitu mungkin aku akan menyukai boss seperti dia, kalo Andre dia baik banget beda sama Dika"


"sepertiii itu" senyum Alfin.


Tidak terasa perjalanan mereka sudah mencapai tujuan.


"Terima Kasih Fin"


"sama sama Sena, oia di depan Tuan Dika kita jangan so akrab begini yaa nanti tuan Dika cemburu bisa bisa aku di goroknya" ujar Alfin sambil tertawa


"maksudmu?" tanya Sena sambil mengerutkan dahinya


"ahhh tidak, sudah sana masuk.. besok aku jemput lagi sesuai perintah Tuan Dika" ucap Alfin dan langsung kembali ke kantor Dika.


***


"Tanteeeeee"


"iya, besok aku ikut meeting bersama Dika ke luar negeri, dan aku di suruh istirahat sebelum pergi" jawab Sena


"ciyeeee kok bisa panggil Dika, engga panggil Tuan Dika???" tanya Tante Mira sembari merayu keponakannya itu


"Dia itu yaa Tan, orangnya sombong keras dan kasar sama perempuan. aku ga mau punya pacar seperti dia untung Cakep jadi pantes pantes aja hahaha" Sena bercanda


"jangan gitu, kalo kalian jodoh gimana coba?? lagian kenapa kamu bisa bilang kalo Dika itu kasar sama perempuan, buktinya dia rela menunggu kamu berjam jam di sini kemarin berarti dia itu lelaki yang manis" timbal Tante Mira.


"aku pernah melihatnya menyiram air kepada pacarnya tan waktu kita makan di restoran di bandung waktu itu, tapi yasudahlah bukan urusanku, aku ke kamar dulu yaa tante" ungkap Mira


"iyaa sana, istirahat dan kemasi barang barang kamu" lanjut Tante Mira.


***


Dikamar,


"Ndre, besok ngga usah jemput aku, ada Alfin yang jemput aku, aku akan ikut meeting bersama Dika ke luar Negeri" Sena mengirim pesan.


"loe udah baikan sama Dika? loe yakin mau ikut Sen?" balas Andrew


"aku yakin, lagian ini masalah pekerjaan Ndre, aku masih terikat kontrak dengan Dika jika aku membuat kacau kasihan Om Irwan dia pasti malu dengan keluarga Ayahmu" balas Sena lagi.

__ADS_1


"gue bisa omongin k Dika masalah kerjaan loe Sen, loe bisa keluar dari kerjaan loe kalo loe mau, nanti gue yang bantuin bicara ke Dika loe ga usah takut" balas Andre membantu.


"ngga usah Ndre, ini masalah kerjaan aku, aku engga mau ngerepotin kamu terus. kamu udah banyak membantu aku. sudah ya Ndre aku mau istirahat" tutup Sena.


"kamu tidak mengerti Sena, Aku menyukaimu, aku menyayangimu, aku ngga mau liat kamu menangis lagi, apalagi gara gara Dika" dalam Hati Andre.


***


"semua udah siap, tinggal berangkat"


Dari depan rumah terdengar suara klakson. Tante Mira memberitahu Sena berteriak "Senaaaaa, udah ada yang jemput kamu di depaaaaan ayooo turun"


"iya tante, aku turuuuun" Sena membalas sembari menuruni tangga rumahnya.


di dalam rumah sudah duduk seorang Dika, Andika Putra Wiguna..


Sena bengong melihat Dika dengan baju casual, kaos hitam berlengan pendek, celana Jeans dan sepatu sport karena setiap hari melihat Dika memakai baju yang formal jas dan kemeja.


"God, itu Tuan Dika.. ehhh maksudku si Dika sombong itu .. baru pertama kali aku melihat penampilannya yang seperti ini" puji Sena dalam hati.


"hehh Sena, dipanggil panggil juga, mau ikut ngga" Dika membuyarkan lamunan Sena


"ehhhh iyaa ayo, Tante aku pergi dulu yaa" Sena memeluk Tante Mira


"iyaa sayang, hati hati .. Nak Dika tante titip Sena yaa" ucap Tante Mira.


"iyaa tante, pasti aku jagain dengan penuh kasih sayang" Rayu Dika


Sena dan Tante Mira kaget dengan pernyataan Dika yang seperti itu.


Merekapun keluar dan memasuki mobil, disana sudah ada Alfin yang siap menyetir.


"Pagi Fin" Sahut Sena


"Pagi Sena" timbal Alfin


"hehhhhh yang sopan kalo ngomong, panggil Nona sama dia.. kenapa sih semua orang so akrab banget sama ini cewe" Dika mencolek Alfin dari kursi belakang


"maaf tuan, maaf nona" imbuh Alfin


"kenapa sih kamu, biarin aja kaliii.. itu tandanya akutu orangnya ramah engga kayak kamu sombong dan keras" Celetuk Sena


"hmmmmmmm, terseraaaaaah. Fin kita sarapan dulu yaaa udah itu lanjut kita pergi. kasian ini anak orang belum makan" jawab Dika malas


"Siap Tuan" jawab Alfin.


mereka menuju salah satu Restoran Andre untuk sarapan dan pergi k luar negeri menggunakan pesawat pribadi.

__ADS_1


__ADS_2