Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 11


__ADS_3

"Andre, Tari gue balik duluan yaa.. maen aman lho gue tinggalin disini, hahahaha" Canda Dika.


"apaan sih loe Dik"


"hahaha kakak, ada ada aja.. emangnya kita mau maen apaan harus aman segala" ucap Tari.


"sampai jumpa Tari, sampai ketemu di jakarta ya" salam Sena sambil memeluk Tari.


"aku balik duluan ke jakarta Ndre, bye kalian" pamit Sena


"kakak hati hati yaa, kabari kita kalo udah sampe"


***


Sesampainya di jakarta Dika mengantar Sena pulang ke rumah Om Irwan dan Tante Mira.


"kamu engga masuk dulu ke rumah Dik?" tanya Sena.


"engga sayang, aku harus siapin berkas buat meeting besok, aku mau ke kantor sebentar habis ini, sampai ketemu besok sayang" pamit Dika.


"baiklah, kabari aku dan jaga kesehatanmu Dika, sampai jumpa.. Sampai jumpa Alfiiin"


"Sampai jumpa Nona".


kedatangan Sena sudah disambut Tante Mira dan Om Irwan yang menunggu di teras depan rumah.


"Senaaaaaa, tante kangen apa kabar sayang" sapa Tante Mira.


"Kabar Sena baik Tante, Tante dan Om Irwan gimana kabarnya" tanya Sena.


"Kita semua baik Sena, ayo kita masuk pasti kamu sudah lelah di perjalanan pulang" ajak Om Irwan.


"yasudah kamu istirahat yaa Sena, pasti kamu cape"


"iyaa Tante, aku ke atas dulu yaa, Om Tante"


Sena masuk ke kamarnya, dilihat sebuah pesan di henponnya dan itu dari Dika, "Apakah kamu sudah rindu padaku, Nona?"


Sena hanya tersenyum melihat pesan dari Dika dan membalas, "kenapa kamu begitu yakin kalo aku sudah rindu padamu Tuan Muda, bukankah 10 menit yang lalu kamu baru saja berpamitan?"


"yasudah, aku akan menunggumu, selamat beristirahat, besok kita akan bertemuu" tutup Dika.


"Dika...Dika...apa benar dia seorang yang lembut seperti yang dikatakan Alfin" gumam Sena.


Keesokan harinya,


"Pagi tante, Om kemana?" tanya Sena


"Om udah pergi pagi sekali sini kita sarapan, kamu dijemput Andre?"


"ohhhh, tidak Tante, aku pergi naik umum saja"


"bareng sama Tante, tante mau ke butik"


"baiklah"


di tengah Sarapan, Bi Minah menghampiri, "Maaf Non Sena, ada yang mengirim ini"

__ADS_1


"apa Bi?"


Bi Minah memberikan sebuah Bucket bunga besar dan ada kartu ucapan di dalamnya.


"Dari siapa ini?" Sena menerimanya dan membuka kartu Ucapan itu, "good morning love, see you. Dika"


Sena tersenyum membaca ucapan dari Dika, dan Tante Mirapun heran melihat Sena yang tersenyum sendiri, "heyyyy, ini kenapa pagi pagi udah senyum senyum sendiri begitu, dapet bunga dari siapa bagus banget"


"ini dari Dika tante"


"dari Dika, ko bisa Dika memberi bunga itu, maksudnya apa"


"tidak apa apa tante, ayo tan kita berangkat"


"ayo sayang".


Sena dan Tante melihat seorang pria paruh baya berumur 40an berdiri di depan rumahnya, "Nona Sena?"


"iya, saya Sena pak..."


tiiiiiiiing, suara henpon Sena berbunyi dan itu dari Dika "dia adalah Pak Bayu, supirmu sekaligus orang yang akan menjagamu mulai hari ini dia yang akan mengantarmu kemanapun kamu pergi"


"Mari Nona Sena, Tuan Muda sudah menunggu Nona" ucap Pak Bayu sembari membuka pintu mobil.


"ohhh iyaa pak.. Tante ini orang yang di suruh Dika untuk menjemputku, aku pergi yaa Tan"


"yaa ampun, Dika sebegitunya, yasudah kalo begitu hati hati yaa sayang" ukar Tante Mira.


Senapun pergi dengan supir barunya Pak Bayu yang dikirim oleh Dika, "Nona, Nona jangan sungkan meminta bantuan saya, saya sekarang supir sekaligus bodyguard Nona Sena, saya di utus oleh Tuan Dika"


"terima kasih pak, saya Sena"


Tibalah Sena di kantor Tuan Besar Deri Arya Wiguna, Ayah Dika.


"saya mau meeting dengan Dika, ehhh maksud saya Tuan Andika" ucap Sena kepada salah satu resepsionis.


"silahkan ikut saya Nona, Tuan Muda sudah menunggu anda"


Sena langsung diantar keruangan meeting, di dalam sudah ada Dika dan Tuan Besar menunggu.


"Selamat pagi, apakah saya terlambat?"


"Tidak Sena, duduklah sebelahku" ujar Dika.


"Apakabar Sena, bagaimana kesannya bekerja dengan Dika, apakah dia mengganggumu?" tanya Tuan Besar.


"Tidak pak, Tuan Dika sangat baik" ujar Sena.


"baguslah kalo begitu"


"tapi ada sedikit yang mau saya bicarakan Pak, saya mau mengundurkan diri menjadi sekretaris Tuan Dika" lanjut Sena.


"Kenapa? apa kamu tidak betah?"


"begini Yah, aku memberi modal kepada Sena untuk membuka Usaha kuliner seperti Andre, jadi Sena harus fokus untuk membuka usahanya itu, benarkan Sena?" Dika memotong pembicaraan Sena dan Tuan Deri.


"haaahhh, apaa???? ohhhhh iyaa Pak, betul yang dikatakan Tuan Dika" jawab Sena gugup.

__ADS_1


"rencana kalian bagus, Ayah akan mendukung rencana kalian, semoga sukses yaa Dika dan Sena"


"Terima kasih Pak".


Dika yang tersenyum melihat wajah gugup Sena mencoba merayu Sena, Dika berbisik "Apakah Nona Sena ini sudah rindu dengan Tuan Muda?"


"Dikaaaa, jangan merayuku, Ayahmu melihat kita" Bisik Sena.


Ayah Dika hanya tersenyum melihat tingkah Dika dan Sena.


Meetingpun dimulai.


***


"Terima kasih yaa Sena atas meeting hari ini" salam Ayah Dika.


"Terima kasih Pak"


"Jago kan Yah pacarku" ucap Dika spontan sambil memeluk pinggang Sena.


"Kalian mempunyai hubungan ???? ohhh aku mengerti sekarang kenapa Sena ingin mengundurkan diri" Ayah Dika tersenyum.


"maafkan saya Pak, saya ..."


"tidak apa Yah, aku akan mencari sekretaris lain tapi tidak akan secantik pacarku ini takutnya Sena cemburu, yasudah Yah, aku akan makan siang dulu bersama Sena, apa Ayah mau ikut???"


"masa Ayah mengganggu orang yang sedang pacaran"


"okelah kalo begitu, kita pamit Yah"


Sena malu karena Dika memperlakukannya seperti itu di depan Ayahnya, "apa itu tidak berlebihan Dik?"


"berlebihan apanya sayang"


"perlakuan seperti barusan di depan Ayah kamu"


"tidak, kamu merasa canggung??? Santailah, Ayah orang mengerti kamu tidak usah canggung yaa" jelas Dika sambil mengelus kepala Sena.


Tibalah mereka di lobby, langsung menaiki mobilnya.


"Pak ke Restoran xxx yaa" pinta Dika.


"Baik Tuan" Pak Bayu menurut.


"Alfin kemana?" tanya Sena karena melihat tidak ada Alfin.


"Alfin ada dikantorku, sedang mengerjakan pergantian sekretaris"


"Dika, apakah kamu akan suka dengan sekretaris baru mu nanti?"


"kenapa? kamu cemburu? kalo kamu merasa keberatan aku bisa batalkan tapi kamu masih harus menjadi sekretarisku".


"aku percaya padamu Dika, oiya apa yang kamu katakan tadi itu benar kamu akan memberikan aku modal untuk membuka usaha Resto?"


"sekali aku berbicara pasti itu benar sayang, memangnya kenapa?"


"aku rasa kamu tidak perlu seperti ini, kamu sudah mengutus Pak Bayu untuk menjagaku, terus kamu membukakan Usaha untukku, ini sangat berlebihan"

__ADS_1


"Sini mendekatlah" sambil menidurkan Sena di pundak Dika, Dika menjelaskan "keamanan kamu lebih penting, aku hanya ingin menjaga kamu Sena, dan masalah Resto, kamu itu sudah menjadi milikku Sena, apa yang jadi milikku akan menjadi milikmu juga, jadi tidak usah seperti itu yaa"


__ADS_2