
"Senaaa ...." Dika dan Andre berbarengan, mereka langsung berlari ke arah suara Sena yang meminta tolong.
Mereka terkejut melihat Sena hampir tenggelam di kolam renang villa itu.
Andre tanpa berpikir langsung masuk ke kolam renang itu untuk menolong Sena, dan langsung menidurkan Sena di bibir kolam renang. "Sena.. Sena.. Banguun Sena.. Senaa" Andre berusaha menyadarkan Sena.
Dika yang hanya melihat Sena pingsan tidak bisa mengucapkan apa apa.
Akhirnya Sena sadar namun lemah, Andre memangku Sena ke kamar di ikuti Dika.
Andre menidurkan Sena, "loe ngapain kesini" tanya Andre
"gue pengen tau keadaan Sena" jawab Dika
"gue udah jagain Sena, loe boleh pergi" kata Andre
Dika pergi meninggalkan Sena dan Andre, Dika sangat penasaran apa yang terjadi dengan Sena kenapa dia bisa bisanya hampir tenggelam di kolam renang itu.
"Andree" panggil Sena lemah
"Sena, kamu sudah sadar, aku sangat khawatir, apa yang terjadi Sena"
"Maaf Ndre, boleh tinggalin aku sendiri, aku mau istirahat"
"tapi Sen, kamu ...."
"aku udah ngga apa apa Ndre, terima kasih kamu sudah sangat baik"
"kabarin aku kalo ada apa apa yaa" Andrepun meninggalkan Sena sendiri dikamarnya, melihat dari atas ada Dika yang tengah duduk bersama Alfin dibawah, Andre menghampiri Dika.
"Dika, gue keluar dulu nyari angin. loe jangan ganggu Sena dia lagi pengen sendiri, gue suruh dia buat istirahat" ujar Andre. Dika pun hanya mengangguk.
Dika melanjutkan lamunannya, "Oia Fin, ada cctv kan yang menghadap ke kolam renang?"
"Ada Tuan, cctv balkon itu menghadap ke kolam renang. kenapa Tuan?" tanya Alfin penasaran
"Ikut aku, aku ingin tau kenapa Sena bisa hampir tenggelam"
Dika dan Alfin pergi ke sebuah ruangan yang khusus untuk cctv, Dika berbicara perlahan sambil melihat lihat layar cctv "ini Sena, lagi duduk aja sendiri, teruuuussssss... haahhhh itu kan..." ucap Dika putus
"itu nyonya Monic tuan, ada apa dia disana bersama nona Sena" Alfinpun terkejut
"Sialan Monic, dia mendorong Sena ke kolam renang" Dika emosi, "Fin, kamu unggah cctv bagian ini aku akan ke kamar Sena simpan untuk barang bukti"
"Baik Tuan"
Dika berlari ke kamar Sena, dia tidak peduli jika Sena tidak menerima kehadiran Dika.
Tok.. Tok.. Tok..
Sena membuka pintu, Dika langsung masuk kamar Sena tanpa menutup pintu kamar Sena.
"Sena.. Sena.. maafkan aku, aku benar benar minta maaf" kedua tangan Dika memegangi pipi Sena sembari menjelaskan
__ADS_1
"lihat aku Sena, aku tau ini adalah ulah Monic"
"lepaskan aku Dika"
"tidak akan aku lepaskan Sena, apa yang dikatakan Monic"
tanpa sengaja Andre datang melihat Dika dan Sena,
"ehhhhh lepasin tangan loe dari Sena" Andre memegang pundak Dika dan langsung memukul Dika, terjadi adu jotos diantara kaka beradik itu, Sena yang melihatnya panik
"Berhenti kaliaaan" teriak Sena,
tetapi kakak beradik itu masih saja bertengkar tidak menggubris perintah Sena, Sena mencari cara agar bisa memisahkan mereka.
praaaaaaang, Sena membanting vas bunga yang ada di atas meja, seketika membuat Dika dan Andre berhenti, "kenapa kalian bertengkar, kenapa kalian tidak bisa berhenti" Sena menangis.
"Sena, Sena.. maafkan Aku" Dika memohon
"Cukup Dika, kalian pergi dari kamarku sekarang, aku mohon"
"Sena, tapi dia..." lanjut Andre
"Aku bilang sudah, aku mohon kalian keluar" Sena masih menangis
akhirnya Dika dan Andre meninggalkan Sena yang menangis sendirian di dalam kamar.
"loe apa apan sih Ndre maen nyosor nyosor aja, gue cuma mau minta maaf ke Sena" ucap Dika
"bukan urusan loe Ndre, gue cuma mau minta maaf aja, dia begitu gara gara gue"
"maksud loe apa Sena begitu gara gara loe?" Andre penasaran
"iya, Monic yang dorong Sena ke kolam renang" Ucap Dika lirih
"apa loe bilang?? Mulai sekarang apa yang menyangkut Sena udah jadi urusan gue, mending loe urusin masalah loe sama si Monic, gue ga mau yaa si Monic nyelakain Sena lagi"
"kenapa loe ngomong gitu, emang Sena siapa loe" Dika heran
"gue sayang sama dia dan gue ga mau liat dia Sedih lagi apalagi gara gara loe" ungkap Andre dan pergi meninggalkan Dika.
Dika sangat terkejut mendengar apa yang di katakan Andre, dia tidak menyangka bahwa adiknya itu menyayangi gadis yang dia sayangi juga.
***
Sudah jam 8 pagi, Sena tak kunjung turun untuk sarapan, "Bi Surti, antarkan makanan ini ke kamar Sena mungkin dia sedang tidak ingin sarapan disini" ujar Dika
"sama aku aja Bi" Andre menawarkan
"engga usah Ndre, Sena mungkin masih trauma liat kita kemaren, biar Bi surti aja yang anterin kesana"
Andre hanya mengangguk.
"Bi, bilangin ke Sena kalo dia udah tenang suruh dia turun ya" lanjut Dika
__ADS_1
"Baik Tuan"
***
"Non, ini Bibi.. Bibi mau anterin sarapan"
"Masuk aja Bi"
"Non, non kenapa tidak ikut sarapan bersama yang lain, Tuan Dika dan Tuan Andre menanyakan Non"
"Badan aku ngga enak Bi"
"iya, wajah non pucat, non demam.. saya beritahukan dulu Tuan Dika dan Tuan Andre ya non"
Bi Surti mempercepat langkahnya, "Tuan, non Sena demam, badannya panas sekali"
"Sena sakit Bi?" Dika panik tanpa mendengar penjelasan Bi Surti, Dika disusul Andre melihat keadaan Sena dikamarnya
"Yaa ampun Sena badan kamu panas sekali, kita ke rumah sakit sekarang" tangan Dika langsung memegangi wajah Sena yang pucat
"aku istirahat saja disini" bantah Sena
sambil memangku Sena Dika tegas, "kamu itu sedang seperti ini saja masih suka membantah"
"Alfiiin, Alfiin, antar aku sekarang kita ke rumah sakit" teriak Dika
"gue ikut Dik" kata Andre
"loe pake moge aja" ucap Dika meninggalkan Andre
Di perjalanan dalam mobil, kepala Sena bersandar di dada bidang Dika, "kamu sakit kenapa diem aja Sena kenapa tidak bilang, dasar kamu so so kuat" sesekali tangan Dika mengusap kepala Sena yang setengah tertidur dia sangat khawatir dengan keadaan Sena
"Fin, cepat sedikit" perintah Dika, mobil mereka melaju cepat menuju rumah sakit.
"Suster.. Dokter.. tolong dia segera" teriak Dika.
Suster langsung membawa Sena ke ruangan pemeriksaan, "Tuan tunggu sebentar, biar kami memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu"
"Sena gimana Dik" Tanya Andre yang baru saja datang
"Sena lagi di periksa di dalem, badannya demam, panas tinggi banget Ndre, gue khawatir sama dia" ujar Dika
"semua ini gara gara loe" sambil menunjuk Dika
"maksud loe"
"kalo loe ngga masukin Sena ke dalam masalah loe sama Monic ga bakalan Sena kayak gini, ga bakalan Sena itu di incar sama Monic"
"Monic" dalam hati Dika
Dika yang sedang duduk membungkuk langsung berdiri, "Ndre, jagain Sena gue ada urusan sebentar kalo ada apa apa sama Sena kabarin gue.. Fin, kamu ikut aku sekarang"
"loe mau kemana Dika ..."
__ADS_1