Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 14


__ADS_3

"Hei, Ka Dika lagi apa nih"


"Hei Tar, lagi begini ajaa nih, kamu nyusulin kita kesini sendirian hafal alamatnya?"


"iya hafal dong kan pernah kesini sama Andre, untung mobil aku udah dibawa semalem jadi gampang deh kemana mana, kenapa sih kalian malah ninggalin aku, aku kan pengen ikut juga"


"takutnya kamu kecapean, makanya Sena ngga tega buat bangunin kamu tadi"


"terus sekarang Sena dimana ka?"


"lagi ke toilet"


"Oke deh aku mau ke toilet juga, bye ka Dika"


"hmmmmm"


Tari menyusul Sena yang sedang berada di toilet, namun keadaan tidak mengenakan yang dilihat oleh Tari disana, dari kejauhan Tari melihat Sena dan Andre yang sedang berbicara serius, kedua tangan Andre yang memegang pundak Sena adalah pemandangan yang membuat Tari seperti tersambar petir apalagi mendengar perkataan yang keluar dari mulut Andre.


"gue suka sama loe Sena, gue sayang sama loe.. gue kira hubungan kita spesial, kita suka sharing, bercanda bareng, jalan bareng tapi kenapa loe malah sama abang gue, sebelum kalian pacaran Dika udah tau perasaan gue ke loe Sen, waktu loe lagi dirumah sakit sebenernya gue mau ngomong ini tapi disitu Dika muncul dan malah dia yang ngungkapin perasaannya. Bilang Sena, kalo loe sayang sama gue juga. loe jangan deket deketin gue sama Tari, gue sama Tari ngga ada apa apa, gue jaga perasaan gue buat loe Sen"


Sena bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Andre, dia hanya diam seribu bahasa tak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya "Aku... aku...".


Melihat pemandangan yang seperti pisau menancap dihatinya, Tari pergi meninggalkan Sena dan Andre dengan perasaan yang berkecamuk marah dan emosi, tidak sengaja Tari menabrak seorang karyawan yang sepertinya sedang menonton Sena dan Andre juga.


"heii Tar, mana Sena"


"Sena masih di toilet ka, aku harus pulang, aku lupa ada janji sama temen, aku duluan ka" Tari berlari tidak menoleh sedikitpun ke arah Dika.


"ehhhh tunggu Tari, kamu mau kemanaaaa... dihhhh kenapa sih tu anak". Dika keheranan.


Tak lama Sena datang.


"maaf yaa Dik, lama dari toiletnya, aku udah beres nih. pulang yuk aku sepertinya ngga enak badan".


"kamu sakit sayang, yasudah kita pulang. tapi mana Andre?"


"tadi aku ketemu dia, aku udah bilang aku pulang duluan"


"yaudah, beres aku nganterin kamu aku ke kantor ya, kamu istirahat besok hari pertama kamu buat ngelola resto ini jadi kamu harus sehat"


Melajulah mobil Dika menuju tempat tinggal Sena, di sepanjang jalan Sena terus memikirkan semua ucapan Andre yang sangat jelas mengungkapkan perasaannya, Sena hanya tak habis pikir Andre yang dianggapnya sebagai kakak mempunyai rasa yang lebih dari itu.

__ADS_1


"kamu gapapa? kita ke dokter dulu ?" ajak Dika.


"Ehhh ngga usah ini cuma kurang tidur aja".


Mobil Dika berhenti disebuah rumah besar dengan pagar kayu berwarna coklat. "kamu istirahat ya, kabari aku terus" tangan kiri yang memegang lembut tangan kanan Sena Dika-pun pamit.


"kamu juga hati hati ya, aku masuk dulu".


di halaman Sena melihat Tari keluar dari rumah membawa koper dan barang barangnya.


dengan penuh keheranan Sena menghampiri "Tari, kamu mau kemana, tinggallah disini bersamaku Tari"


"Maaf Sena, anak buah papaku membelikan aku rumah disini, jadi aku mau tinggal disana saja, aku takut merepotkan jika terus berada disini"


"Engga Tari, tinggal disini yaa"


"Makasih banyak yaa Sena, tapi aku ngga bisa. aku pergi dulu, salamin ke Tante Mira, aku lihat dia tidak ada dirumah"


"yaudah kalo kamu maksa, hati hati ya Tari, nanti aku main ke tempatmu yaa"


"bye Sena"


"bye Tari"


***


Sebulan sudah lewat, Tari dengan pekerjaan barunya sebagai sekretaris Dika, dan Sena yang mengelola Restoran.


Tari yang masih terus ingat dengan kejadian di toilet belum bisa berdamai dengan keadaan.


Sama seperti halnya Tari, Sena yang sekarang jarang bertemu dengan Andre masih merasa bahwa mungkin perasaan Andre sesaat.


Tokk... tok.. tok..


"Masuk" seru Sena dari dalam ruangannya.


"Mba, ini ada kado tadi ojek online yang mengantarnya" jawab seorang karyawan sembari membuka pintu.


"ohhh bawa kesini aja Fan, makasih banyak yaa Fani"


Kado kecil dengan bungkus berwarna pink dan pita berwarna silver terlihat sangan menawan, "pasti dari Dika, dia kan suka bikin surprise gini"

__ADS_1


didalam kado tersebut ada sepasang anting yang indah bergelantung dan ada kartu ucapan kecil didalamnya, "Anting indah untuk kamu yang sangat Indah... Andre".


"haahhh Andre, ngapain dia ngasih kado ini ke aku, apa dia mau meminta maaf dan berdamai? yasudah abis ini aku akan menemui dia buat bilang terima kasih sekalian bertemu Dika, sudah lama aku ngga makan malam sama Dika".


Jam 4 sore Sena meninggalkan Resto dan menuju ke tempat Andre,


"Pak, anter aku ke tempat Andre ya"


"Baik Nona"


"Pak nanti bapak pulang dengan Alfin yaa, saya ada janji makan malam sama Tuan Muda, saya sudah hubungi Alfin, jadi ngga usah tunggu aku"


"Baik Nona"


Sesampainya di TKP, Sena tak melihat kehadiran Andre di restorannya.


"Mba, Andre kemana yaa" Sena bertanya kepada salahsatu karyawan Andre.


"Tuan Andre sedang keluar, tapi sebentar lagi datang".


Di sebrang restoran ada Tari yang sedang melihat Sena duduk dekat jendela memegang kado kecil ditangannya.


"kayaknya ada yang cemburu nih gue liat" Seru seorang wanita dari arah belakang Tari.


"siapa loe? sorry yaa apa gue kenal sama loe?"


"gue Monic, gue cewe yang nasibnya sama kayak loe"


"Maksud loe?"


"gue ceweknya Dika yang di rebut sama cewek gembel yang lagi loe liatin"


"maksud loe Sena?"


"siapa lagi, Sena itu udah ngerebut Dika dari gue, dan sekarang dia mau ngerebut Andre dari loe. loe ngga mau kan kalo nasib loe sama kayak gue? gue bisa bantu loe".


"bantu gue gimana?"


"gue bisa bantu loe deket sama Andre, dan loe bantu gue deket juga sama Dika. kita bikin si Sena kapok berurusan sama cowok cowok kita dan ngejauhin mereka, loe liat kado yang dipegang Sena? itu dari Andre loh, dan malam ini mereka ada janji ngedate emang loe mau diem aja apa?"


"bener bener ya si Sena, kasian aja ka Dika, di khianatin sama si Sena centil itu, gue harus bilang ka Dika"

__ADS_1


"loe mau kemana? jangan gegabah, loe ikutin cara gue aja. ini nomor gue nanti gue kabarin loe, gue pergi dulu Bye Tari"


pembicaraan singkat itu menjadi sebuah semangat untuk Tari, diapun meninggalkan Sena yang masih menunggu Andre.


__ADS_2