Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 7


__ADS_3

Sena dan Dika langsung menghampiri Tuan Albert tokoh utama dalam acara tersebut.


"Happy Anniv Mr.Albert dan Miss Albert semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan" sapa Dika sambil memeluk Tuan Albert


"Thank you Andikaaa, kemana Tuan Wiguna? saya kira Wiguna Group akan datang semua kemari" timbal Tuan Albert


"aaah tidak Tuan, Ayah mengurusi perusahaan di sana, makanya saya dan sekretaris saya yang datang kesini" lanjut Dika.


"Hallo Tuan Albert.. Hallo Nyonya Albert.. Saya Sena sekretaris Tuan Andika" sapa Sena


"Senang bertemu denganmu Sena, terima kasih sudah datang, silahkan nikmati hidangannya" tutup Tuan Albert


***


di sisi lain Monic sedang merencanakan sesuatu untuk membalas malunya kepada Sena, dan di situlah Monic melihat Sena masuk ke dalam toilet.


"Dika, aku ke toilet sebentar yaa" ijin Sena


"oke, jangan lama, jika kamu mencari aku ada di sana bersama Alfin"


Dika menghampiri Alfin, "Fin, kenapa kamu tidak memberitahuku kalo ada Monic disini".


"saya sudah menghubungi Tuan dan mengirim pesan, tetapi tidak ada jawaban Tuan"


Dika melihat hapenya dan melihat 15 missed call dan 3 pesan dari Alfin.


"yasudah kita harus hati hati, aku takut dia membuat ulah, dia wanita yang nekad" Dika mengingatkan


20 menit sudah berlalu, tetapi Sena tidak kunjung keluar.


Monic menghampiri Sena yang berada di ujung cermin "jadi ini calon istrinya putra sulung Wiguna" ucap Monic mengancam, Tangannya memegang kedua pipi Sena dan Sena ketakutan bahkan menangis.


Sena memang gadis yang manja, sedikit dia dibentak di pasti akan merasa tersakiti.


"kamu tidak tau berurusan dengan siapa sekarang, sekali ada orang yang menggangguku dia akan menyesal dan aku tidak akan membiarkan hidup kamu tenang Sena sebelum kamu menjauhi Dika, atau aku buat muka mu yang manis ini sedikit di beri tanda dari darah hahh" Ancam Monic sambil membuang wajah Sena dari tangannya


Plaaaaaaaak, suara tamparan keras mendarat di pipi kiri Sena tidak hanya itu, Monic langsung menjambak rambut Sena "Jangan macam macam kamu Sena sama saya, saya tidak akan segan untuk melukaimu"


"MONIIIIIC" Teriak Dika, "Jangan sekali lagi kamu menyentuh Sena"


Dika melihat keadaan Sena yang menangis langsung memeluk Sena, Senapun kembali memeluk Dika yang ketakutan karena ulah Monic.


"Alfin bereskan wanita ini, jangan sampai dia menyentuh Sena lagi" perintah Dika


"Baik Tuan"


Sementara itu, Dika membawa pulang Sena dengan memeluk Sena, "kamu tidak apa apa Sena?"

__ADS_1


Sena yang belum berhenti menangis hanya menggeleng, "berasa aman banget ada dipelukan Dika, hangat dan dia ternyata bisa care begini"


Di perjalanan Sena tertidur, Dika yang menyetir sambil mengusap rambut Sena bergumam dalam hati "ini salahku Sena, seharusnya aku tidak membawamu dalam masalah ini. kamu jadi korban masalahku, maafkan aku Sena"


Sampai di villa Sena belum terbangun, dan Dika tidak tega untuk membangunkan Sena. Dika memangku Sena ke kamar, menidurkan Sena di kasurnya.


Bunyi getar dari hape Sena terdengar, Dika melihat ada panggilan dari Andre "ini ngapain sih si Andre ngehubungin si Sena terus"


Tanpa ijin Sena, Dika mengangkat telepon dari Andre.


"Halo, Sena loe kemana aja" kata Andre tanpa basa basi


"ini gue Dika, ada apa loe nelpon Sena?" tanya Dika


"kenapa hapenya Sena ada di elo Dik, Sena kemana, kasihin telponnya ke Sena gue mau ngomong"


"Sena lagi tidur, gue ga mau bangunin dia"


"Maksud loe? loe lagi tidur sama Sena? loe apain Sena Dik? jangan macem macem loe Dik"


"loe banyak nanya Ndre" telpon langsung di tutup oleh Dika tanpa menjawab semua rasa penasaran Andre.


Andre yang terus memikirkan Sena merasa khawatir apalagi setelah mendengar apa yang di katakan Dika, tanpa pikir panjang Andre berencana besoknya menyusul Sena dan Dika.


Malam itupun Sena tertidur dikamar Dika, dan terpaksa Dika tidur di Sofa kamarnya.


***


Pelan pelan Sena bangun, melihat di ujung ranjang ada Dika yang sedang tertidur, "oohhh mungkin ini kamar Dika, hari ini ada meeting itu aku harus bersiap siap"


"Dika.. Dika.." Sena membangunkan Dika pelan


"Dika.. bangun.. jam 11 nanti kita ada meeting"


"Sena, kamu sudah tidak apa apa?" tanya Dika


"aku sudah baikan, aku akan siap siap untuk meeting jam 11 nanti. kamu siap siap juga"


"Terima Kasih Sena dan maafkan aku.. kamu langsung ke ruang makan ya Sena kita sarapan"


"sama sama" Sena tersenyum manis.


***


Meeting selesai sore hari, Sena Dika dan Alfin pulang.


sesampainya di villa mereka bertiga heran kenapa kolam renang di hiasi lampu lampu dan banyak bunga.

__ADS_1


"Surprise ......"


"Andreeeeeeee" seru Sena gembira


"elo" gumam Dika


"sejak kapan disini Ndre, aku senang kamu disini" kata Sena


"tadi siang, yaudah loe ganti dulu baju yaa mandi dulu sana gue mau nyiapin makan malem special" ajak Andre


"Baik aku ke atas dulu yaa" tutur Sena


Dika yang heran melihat Andre ada disana langsung pergi tanpa mengucapkan apa apa.


Makan malam tiba,


Sena datang menghampiri Andre yang sudah menunggunya "Andre makanannya banyak banget, apa ini engga berlebihan"


"ngga apa apa Sena, sekali kali kan yook kita mulai makan"


"Dika mana? ngga makan bareng kita?" tanya Sena


"ehhh, kenapa loe nanyain Dika?" tanya Andre balik.


"aku disini" Dika menghampiri meja makan bersebelahan dengan Sena, "kenapa, kamu kangen sama aku?" Rayu Dika


"hahh?" Sena kaget


"udahlah ayoo kita makan keburu dingin nih makanannya" ajak Andre


Merekapun menyudahi makan malamnya.


Dika yang melihat Sena berada di depan balkon menghadap kolam renang rasanya ingin menghampiri namun Andre menepuk pundak Dika, "Dik, gue mau ngomong sama loe"


"ohh, iya apa"


Andre mengajak Dika duduk "apa sih yang terjadi loe sama Sena, waktu itu loe ngomong loe udah cium dia terus kemaren waktu gue nelpon Sena yang angkat telponnya elo, ini ada apa?"


Dika menceritakan semua kejadiannya termasuk masalahnya dengan Monic.


"Loe itu keterlaluan banget sih Dik, loe tau kan gimana Monic, loe masukin Sena k dalam masalah loe, sekarang Sena terancam tau Dik, Monic ngga bakal diem ngeliat Sena deket deket sama loe, loe bener bener" Andre menghela nafas, Andre yang tadinya bernada lurus berubah menjadi menjadi keras mendengar semua penjelasan Dika.


"gua tau Ndre, makanya sekarang Sena jadi tanggung jawab gue, gue bakal jagain dia, gue pastiin dia aman" jawab Dika


"justru Sena dapet masalah itu semua gara gara deket sama loe, kalo loe engga ...." pembicaraan Andre terputus


"Toloooooooong, Tolooooooooooong .........."

__ADS_1


__ADS_2