Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 15


__ADS_3

"Hai sayang, kamu udah nunggu lama?"


"lumayanlah"


"tumben kamu ngajakin aku keluar, ada apa nih"


"gapapa Dik, kita udah lama ngga makan malem berdua diluar kayak gini, aku pengen dinner sama kamu"


"makasih loh sayang akhirnya pacar aku ini romantis, itu yang lagi kamu pegang apa?"


"ohhh, ini.. ini anting dari Andre, aku sekalian mau bilang makasih ke dia udah ngasih ini ke aku, aku ngerasa akhir akhir ini hubungan aku sama Andre kayak sedikit renggang, kamu ngerasa gitu ngga sih Dik?"


"perasaan kamu gimana? tapi ngapain juga si Andre ngasih begituan ke kamu ngga ngehargain aku banget"


"mungkin mau memperbaiki hubungan kita yang berjarak ini, apalagi semenjak..." suara Sena menurun sambil menundukkan pandangannya.


"Semenjak apa Sena?"


"Semenjak dia bilang kalo dia sayang sama aku"


"apaaaaaaa? dia bilang begitu?"


"iya Dika, dia bilang kalo kamu juga sebenernya tau hal ini. kenapa kamu ga bilang ke aku Dik?"


"kalo aku bilang ke kamu, emang kamu mau apa? kamu mau pacaran sama Andre? mau ngejalin hubungan sama Andre? apa itu penting buat kamu? kamu sayang ngga sih sebenernya sama aku Sen, aku lagi usaha buat bikin kamu nyaman sama aku, percaya sama aku apa kamu lebih sayang sama Andre? hmmmm maaf Sen, kayaknya makan malam ini kita tunda dulu. aku mau langsung pulang aja" Dika pergi meninggalkan Sena, dia mulai tersulut emosi dia takut emosinya memuncak dan marah terhadap Sena.


"Dika, bukan gitu maksud aku, Dika... tunggu... Dikaa.."


panggilannya tidak di gubris sama sekali oleh Dika, Sena berpikir mungkin Dika bersikap seperti itu gara gara kecapean saja dikantornya.


Sena pulang dengan di supiri oleh pak Bayu, Dika-pun pulang dengan Alfin. Rencana makan malam mereka gagal saat itu.


Pikiran Dika kacau, dia terus memikirkan Sena dan Andre, apa mungkin Andre benar benar ingin merebut pacarnya.


"Fin, menurut kamu apa mungkin Andre bisa merebut Sena?"


"bisa saja Tuan, tapi saya rasa tidak mungkin, saya lihat Nona Sena type perempuan yang setia dan Tuan Andre juga tau Nona Sena adalah pasangan Tuan, jadi tidak mungkin kalo Tuan Andre bisa melakukan hal seperti itu"


"kamu benar Fin, harusnya aku tidak gampang emosi seperti tadi, aku mau telpon Sena sekarang".


***


triiiiiiing....


hape Sena berbunyi tanda ada sebuah pesan dari Fani karyawan restoran. "*mba, maaf mengganggu, di restoran ada yang ingin bertemu mba Sena dia menunggu disini"

__ADS_1


"baik, saya segera kesana. bilang sebentar lagi saya sampai yaa*"


"Pak Bayu, kita ke Restoran yaa, saya ada perlu dulu"


"Baik Nona Sena"


Di sisi lain ...


"pokonya loe harus akrabin Mba Sena, bilang aja kalo loe temen kampusnya atau sekolahnya gitu, inget kita punya Boss cerewet jangan bikin dia ngamuk gara gara rencananya gagal, gue mau nyimpen surat ini di ruangannya mba Sena, loe jangan lupa bawa ini" Fani memberikan sebucket bunga kepada seorang pria bernama Aldi dan menjalankan rencananya.


Hape Sena tidak lama berbunyi kembali, panggilan dari Dika.


"Sena, kamu sudah dirumah?"


"Aku menuju ke resto Dik, ada apa?"


"yasudah aku kesana sekarang" tanpa panjang lebar Dika menutup panggilannya.


***


Sesampainya di resto..


Fani langsung menghampiri Sena, "Mba, tamunya sedang menunggu, dia seorang lelaki katanya temen mba Sena"


"dia cowok Fan?"


"Andre kesini? tadi saya ke resto Andre dia ngga ada malah ngirim surat kesini, kenapa ngga telpon aja dia"


"ngga tau mba, tapi seperti biasa ojek online yang mengantarnya"


"makasih yaa Fan".


di ruang tunggu sedang duduk seorang lelaki yang terlihat cukup tampan namun masih tetap terlihat berkarisma Dika.


"permisi, saya Sena"


"Hai Sena, aku Aldi.. mungkin kamu lupa sama aku saya temen SMA kamu dulu emang sih kamu ngga bakal tau kita beda jurusan"


"oh.. kita bicara didalem aja yaa"


Aldi dan Sena melanjutkan obrolannya di dalam ruangan.


"silahkan duduk Di"


"makasih Sena, ini aku bawain bunga buat kamu"

__ADS_1


"repot banget bawa bunga segala, makasih yaa. oia jadi kamu Aldi tapi dulu aku ngga ngerasa ada temen yang namanya Aldi deh apa aku udah lupa yaa"


"kamu udah lupa kali, itu kan zamannya SMA, udah lama banget kan. kebetulan waktu kamu pertama opening restoran ini aku ngga sengaja lewat sini liat kamu, aku baru nyempetin dateng kesini buat ngasih selamat kamu udah sukses sekarang"


"makasih banget yaa Al, kamu berlebihan.. ini semua bukan karna aku ko, banyak orang lain juga yang bantu aku jadi seperti ini" jelas Sena.


"yaudah, kapan kapan aku boleh kan main lagi kesini?"


"tentu Aldi, nanti aku kenalin sama Boss Besarnya yaa" ajak Sena bercanda.


"Sampai nanti".


Aldi keluar dari ruangan Sena, tampak Aldi sedang mencari seseorang. yaa.. dia mencari Fani.. Aldi merogoh hape dari saku celananya dan menelpon Fani menanyakan dimana keberadaannya.


Aldi dan Fani bertemu di parkiran depan resto.


"udah beres Fan, dia ngga curiga kalo gue pura pura jadi temen SMA-nya, tapi kasian juga cantik cantik dijahatin"


"bagussss, sekarang gue mau nelpon majikan kita.. loe jangan macem macem kalo kagak mau di gorok sama itu nenek lampir yang penting kita nerima duit" timbal Fani.


Fanipun menelpon orang yang menjadi majikannya, "hallo mba Monic, semua udah beres sesuai rencana, Sena udah masuk ke dalam perangkap kita mba, oke.... makasih mbaa.."


"gimana Fan?" tanya Aldi.


"semua beres, nanti mba Monic transfer ke rekening kita, yaudah loe pergi dari sini, gue balik kerja dulu.


***


Dika yang baru sampai ke restoran langsung saja menuju ke ruangan Sena, disana Sena sedang memegang bunga yang diberikan Aldi.


"bunga dari siapa?" tanya Dika.


"ehhhh Dika dari temen SMA-ku, tadi dia..."


belum beres Sena berbicara Dika langsung mengambil kartu ucapan yang ada didalam bunga itu "semoga kamu suka ya"


"Ohhhh jadi gini kelakuan kamu kalo jauh dari aku"


"maksud kamu apa Dika, aku ngga ngerti"


"kamu emang polos atau pura pura polos? aku kesini mau minta maaf gara gara aku ketus tadi sama kamu, aku mau ngajak kamu makan malam lagi terus kamu kedapetan nerima bunga dari cowo maksudnya apa.. terus apalagi ini?"


Dika yang melihat ada sepucuk surat tergeletak diatas meja Sena mengambil dan membuka suratnya, Sena baru sadar bahwa ada surat yang belum dia baca daritadi.


Setelah membaca surat itu Emosi Dika naik, dia menggebrak meja dan meremas surat yang dipegangnya, melihat Sena yang keheranan Dika melempar surat itu ke wajah Sena dan pergi tanpa pamit.

__ADS_1


Fani melihat Dika keluar dari ruangan Sena dengan Amarah yang besar, keadaan ini tidak dilewatkan Fani sedikitpun dia memberi pesan langsung kepada Monic, "semua beres mba, Dika sepertinya sudah marah kepada Sena".


__ADS_2