Suamiku Asisten

Suamiku Asisten
Eps 4


__ADS_3

Keesokan Harinya di Kantor Dika,


lewat telepon Dika memanggil Sena, "Sen, kamu ke ruangan saya sekarang"


"Baik Tuan" jawab Sena.


Tidak lama Sena masuk, mengetuk pintu ruangan Dika,


"Masuk"


"Ada apa Tuan memanggil saya" imbuh Sena.


"Sena, apa kamu pacaran dengan Andre?" Tanya Dika.


"Apa Tuan? Maksud Tuan?" Sontak Sena kaget.


Belum Dika melanjutkan pembicaraan tiba tiba seorang wanita menerobos masuk ke ruangan Dika.


"Monic" Dika kaget melihat wanita itu.


"perempuan itu.. perempuan itu kan yang di siram sama Tuan Dika" Sena penasaran.


"ada apa kamu kesini hah!! sudah aku bilang, aku tidak mau melihat kamu lagi. pergi sana dengan laki laki pilihan kamu itu" Dika membentak Monic di depan Sena.


Sena juga kaget melihat Dika yang membentak perempuan dengan begitu marahnya.


Monicpun kaget melihat Dika berada berdua dengan Sena di dalam ruangannya.


"Siapa dia???" tanya Monic


"bukan urusan kamu Monic, sekarang kamu pergi dari sini atau saya panggil Alfin untuk menggusur kamu keluar?!!!"


"Dika, Dika, dengerin aku.. aku ga bisa hidup tanpa kamu Dika, aku mau minta maaf.. aku pengen kita balikan lagi kayak dulu Dik, kita bisa benerin semua dari Awal lagi" pinta Monic memohon.


"Apa kamu bilang? setelah kamu tidur dengan laki laki itu kamu ingin kembali sama aku? Cuiiiiiih, kemana laki lakimu? main serong dengan perempuan lain? maaf Monic aku sudah tidak selera dengan kamu.. lagipulaaa.... saya sudah mempunyai calon istri" timbal Dika berbohong.


semenjak Dika berpisah dengan Monic, Dika trauma dengan perempuan, dia sudah terkhianati saat sedang merencanakan surprise untuk melamar Monic, tetapi disana Monic sedang bermain curang dengan pria lain di Apartemen Monic.


"calon istri"


"iya, calon istri" tegas Dika


"Aku tidak percaya Dika, kamu tidak usah berbohong, kamu tidak mudah untuk move on Dika" ujar Monic dengan PDnya.


"Dia calon istriku"


"Dia??? ngga salah Dika? type wanita kamu seperti dia?? lagipula aku tidak melihat ada cincin di jari manis wanita itu" ujar Monic.


Tanpa berpikir panjang Dika menarik lengan Sena, memeluk Sena dan mencium Sena tepat di bibir tipis manis Sena. Sena tidak percaya dengan apa yang di lakukan Tuannya itu.


Dika lalu menelpon Alfin, menyuruhnya datang ke ruangannya dan mengusir Monic.

__ADS_1


"apa yang harus saya lakukan Tuan" ujar Alfin


"Usir Wanita ini dan jangan sampai dia masuk lagi ke kantor ini lagi" suruh Dika.


Alfinpun melakukan apa yang Dika suruh, Monic meninggalkan Dika dan Sena yang masih berada dalam pelukannya.


Sesudah Monic keluar, Sena melepas tangan Dika yang memeluknya.


Plaaakkkkkk, Sena menampar tepat di pipi Kiri Dika.


"Ini masalahmu kenapa kamu membawaku kedalam masalahmu, aku memang sekretaris kamu yaa, jangan main memeluk dan mencium aku seperti ini" bentak Sena


"Kamu...." Dika kaget.


"Kenapa? kamu pikir aku tidak berani? saya permisi" jawab Sena meninggalkan Dika sendiri.


selama ini tidak ada yang berani menamparnya, apalagi seorang wanita, dan hari ini Sena melakukan itu.


Dika terus memikirkan Sena, bukan marah yang dirasa Dika, tetapi Dika memikirkan apakah dia salah telah membawa Sena kedalam masalahnya dengan Monic dan menciumnya.


"belum pernah ada yang menamparku, apalagi seorang wanita" ucap Dika dalam hati.


***


Sena yang saat itu bersedih pergi dari kantor dan datang ke Restoran Andre. Sena masih kaget dengan apa yang dilakukan bossnya.


"Sena, loe kenapa?" Tanya Andre.


"serius Sen, loe ngga apa apa?" Andre mengulangi pertanyaannya.


"aku cuma pusing dengan kerjaan, makanya aku kesini untuk nenangin diri aku" jawab Sena lagi.


"Oke, nanti gue mintain ijin ke Dika supaya loe hari ini ga usah masuk kerja daaaaan sekarang loe harus ikut gue" Andre menarik tangan Sena.


"Kita mau kemana Ndre?" Sena penasaran.


"udah diem aja, loe pasti lupa sama sedih loe" ujar Andre.


Andre membawa Sena ke Gamemister, berharap Sena melupakan kesedihannya dengan bermain main disana.


sementara itu Dika masih melamunkan Sena, Dikapun mencari Sena bermaksud meminta maaf dengan apa yang di lakukannya, tetapi Sena tidak ada di ruangannya.


"Fin, Sena kemana?"


"tadi saya lihat dia pergi ke Resto Tuan Andre" jawab Alfin.


Dika berlari mengujungi restoran Andre, tetapi dia tidak mendapati Sena di sana.


"Mbak, Andre mana?"


"tadi saya lihat pergi bersama seorang gadis Tuan" jawab waiters.

__ADS_1


"kemana perginya mereka, atau aku tunggu saja dirumah Om Irwan dan meminta maaf kepada Sena" niat Dika dalam hati.


Dika melaju dengan cepat ke kediaman Om Irwan dan menunggu Sena.


Waktu menunjukan pukul 8, belum ada tanda tanda Sena datang.


Om Irwan dan Tante Mira khawatir karena seharian Sena tidak ada kabar dan tidak bekerja.


Datanglah Sena dan Andre, mereka tidak melihat ada mobil Dika parkir di sana.


"Ayo Ndre masuk dulu" pinta Sena


sesampainya dirumah mereka berdua kaget karena di ruang tamu ada Dika, Om Irwan dan Tante Mira.


"Kamu" Sena kaget melihat Dika.


"Dika" Andrepun tidak berbeda dengan Sena.


Tante Mira mencoba mencairkan suasana,


"Sena, Andre, sini duduk.. Dika sudah lama menunggu kamu disini, yasudah Om dan Tante masuk dulu yaa"


"loe ngapain ada di sini Dik?" tanya Andre.


"bukan urusan loe" jawab Dika ketus.


"mau apa kamu kemari?" lanjut Sena


"aku mau minta maaf Sena, aku minta maaf" ucap Dika


"hahhh Dika minta maaf? seorang Dika minta maaf? apa yang di lakukan Dika terhadap Sena sampai sampai Dika mau meminta maaf, ini bukan Dika yang gue kenal" rasa penasaran Andre timbul.


"yaudahlaah" timbal Sena dengan malas dan pergi.


Dika masih menyimpan rasa bersalahnya dan kecewa belum mendapatkan maaf dari Sena.


"Tante, Om kita mau pamit pulang dulu yaa" sahut Andre.


"Iya, kalian hati hati dijalan, terima kasih sudah mau main kemari" jawab Tante Mira.


Andre dan Dika pulang, seperti biasa Dika dengan mobilnya dan Andre dengan Mogenya.


Di rumah Tuan Besar Deri Arya Wiguna,


belum sampai ke kamar tidur masing masing, Andre memanggil Dika.


"Dik, loe udah apain Sena sampe Sena dateng ke Resto gue nangis nangis?" Andre penasaran.


"bukan apa apa" ketus Dika.


"Dikaaa" Andre Tegas

__ADS_1


"Gue udah Cium dia, Puas loe...."


__ADS_2