
Tidak terasa, Sena, Andika dan Andre bercengkrama sampai sore hari.
"Loe dikantor ada siapa maen tinggal tinggal aja Dik" tanya Andre.
"Ada Alfin, gue tadi lagi kerja tapi Ayah nelpon gue nyuruh k kantor buat ngejemput cewe ini sekalian wawancarain dia" jawab Dika.
"Iya Tuan, saya belum tau dimana kantor Tuan bekerja dan saya tidak tau apakah saya di terima bekerja di perusahaan Tuan atau tidak" Sena menyambung obrolan.
"Tuh kantornya Dika Sen" Andre melanjutkan sambil menunjuk Gedung tinggi di sebrang Cafe Andre.
"udah ini kita ke kantor sebentar, terus kamu di terima kerja jadi sekretaris saya, saya sudah sangat percaya dengan Om Irwan dan kalo kamu tidak benar dalam bekerja, gampang banget tinggal bikin perusahaan Om Irwan Bangkrut Hahahaha" tutur Dika yang tidak hentinya mengerjai Sena.
"sompral" celetuk Sena dalam hati.
"Sen, kalo loe lagi istirahat kerja kesini aja, makan disini jangan sungkan sama gue, gue bakal bantu loe klo loe merasa terancam sama abang gue hahaha, loe udah jadi temen gue sekarang" Andre mencoba mengakrabkan diri dengan Sena
"So Akrab banget sih loe" singgung Dika
"Baik Tuan Dika, Baik Tuan Andre, ehhh maaf... Andre" ujar Sena yang masih gugup.
"yang kerja sama loe itu kudu di rangkul Dik, takutnya ga betah kerja sama loe. Hahahaha" Gurau Andre yang langsung meninggalkan Dika dan Sena.
"Oke, udah jam 4 kita ke kantor, saya akan perlihatkan ruangan kamu" ucap Dika.
Merekapun berangkat ke Gedung tinggi di sebrang Restoran. Di perjalanan menuju gedung Dika menjelaskan apa apa saja yang harus dikerjakan oleh Sena.
Lift sudah berhenti dilantai paling tinggi, "Ini ruangan kamu, itu ruangan Alfin, dan itu ruangan saya" Dika menunjuk ruangan ruangan mana yang menjadi tempatnya untuk bekerja.
Ruangan Sena dan Alfin berada di depan ruangan Dika, yang berarti ruangan Sena dan Alfin bersebrangan.
"Alfin, apa ada masalah hari ini?" tanya Dika
"tidak ada Tuan, semua stabil" Jawab Alfin
"Fin, ini Sena sekretaris baru itu, Sena ini Alfin dia kaki tangan saya dia orang kepercayaan saya kalo ada apa apa dia bisa bantu" jelas Dika.
"Baik Tuan" tutur Sena.
"Oke, hari ini cukup.. Sena, Catat besok kita meeting untuk semua karyawan, kita akan memperkenalkan kamu kepada semua karyawan jam 10 ya" perintah Dika.
"Baik tuan, kalo begitu saya ijin pulang, terima kasih telah menerima saya disini dan memberikan waktu luang tuan" ucap Sena.
Sena keluar dari kantor tetapi Dika dan Alfin masih berdiri di kantor mengingat Dika adalah orang yang Tegas dan Tekun bekerja.
__ADS_1
Sena berencana untuk langsung pulang menceritakan tentang hari pertama bekerjanya kepada Tante Mira.
Sena belum memiliki kendaraan, karena menurut Sena, Sena belum mengetahui pasti jalan jalan yang ada di kota besar itu, jadi cukup menaiki transportasi umum saja.
Hari menunjukan pukul 6, tetapi Sena belum saja pulang dia masih menunggu di luar Gedung Dika.
Di sebrang Andre melihat Sena gelisah, dengan niat Andre dia mendekati Sena.
"Sen, loe lagi ngapain disini, belom pulang?" tanya Andre
"Sayaa... saya..." Sena Gugup
"Sen, loe ga usah gugup gitu, loe biasa aja, gue kan udah jadi temen loe, loe ga usah canggung. jadi loe itu kenapa" Tanya Andre lagi
"Aku.. aku.. mau pulang, tapi aku ga tau harus naik apa, naik transportasi online aku ga tau alamat Om Irwan, aku lupa menanyakannya" jawab Sena
"Sena.. Sena... loe gitu aja susah amat siiii, yuk gue yang anter gue pernah ke rumah Om Irwan waktu nganter Ayah, sini naek.." ucap Andre sambil menepuk jok Mogenya.
berbeda dengan Dika yang selalu memakai supir, Andre selalu ingin memakai Moge untuk pergi kemana mana, bukan tidak mempunyai mobil, tetapi memakai Moge lebih simple dan bisa melewati kemacetan kota.
"emang loe tadi pagi ke kantor Ayah gue naek apa? kok jadi gatau jalan pulang" Andre mencairkan suasana di dalam perjalanan.
"tadi aku di anter sopirnya Tante Mira, dan aku lupa menanyakan alamat Tante Mira tadi dia bilang tidak bisa menjemput karena Tante Mira sedang ada urusan" jawab Sena.
Sampailah Sena dan Andre di kediaman Om Irwan, penjaga pintu membuka kan pintu.
"Senaaa"
"Tanteeeee, Sena pulang"
"Kamu di anter siapa sayang, maaf tadi ngga sempat jemput kamu Tante saja ini baru pulang"
"gapapa Tante, Sena di anter ..." belum beres Sena bercerita Tante Mira melihat Andre yang turun dari motor.
"Andreeeeeee, Apa kabar? Sombong yaa ngga pernah main kesini mentang mentang lagi sibuk opening dimana mana" Tante Mira langsung mendekati Andre.
"hahaha Tante bisa aja, kabar baik Tante.. Tante apa kabar?" sahut Andre menjawab Tante Mira
"Tante juga baik, ayo ayo masuk dulu, kenapa Sena bisa di anter kamu Ndre"
"Tante, aku ke atas dulu yaa, badan Sena lengket mau mandi dulu" potong Sena
"Iyaa Sena , langsung turun ya kita makan malam mumpung ada Andre.. coba Ndre ceritain kenapa kamu bisa anterin Sena?" lanjut Tante Mira.
__ADS_1
Andre menceritakan apa yang hari ini terjadi antara Sena, Dika dan Andre.
Sena yang kini sudah berganti pakaian dari formal menjadi berpakaian casual, menjadikan Andre tertegun melihat Sena yang cantik bila memakai baju rumahan, celana pendek dan kaos yang sedikit longgar dengan rambut yang di ikat menggunduk.
"Sena cantik kalo seperti ini, mungkin tadi dia masih sedikit canggung dengan awal harinya bekerja jadi wajahnya sedikit kusut" kata Andre dalam hati yang diam diam mengagumi Sena.
"Ayooo kita makan malam, berhubung Om Irwan sedang ke luar Kota, kita makan bertiga saja ya" Tante Mira memulai.
"Sena cantik yaa Tan" Andre Memuji sembari melihat ke arah Sena.
Sena yang malu mulai melihatkan Wajah meronanya.
Sejak saat itu, Sena dan Andre dekat. Andre selalu menjemput atau mengantar Sena bekerja.
Sena merasa cocok dengan Andre karena Usaha Andre adalah pengusaha Kuliner mengingatkan Sena juga ingin seperti Andre yang mempunyai banyak restoran.
***
Di kantor Dika,
"Sen, apa saya ada jadwal meeting hari ini?" tanya Dika.
"Tidak ada Tuan, tetapi minggu depan Tuan ada jadwal meeting di luar negri dan tidak bisa di wakilkan" jawab Sena.
"Oke, thank you Sen"
Sudah waktunya pulang, seperti biasa Sena meminta ijin terlebih dulu kepada Dika untuk pulang.
Sena yang hari itu ada janji bertemu dengan Andre mendatangi Restoran Andre.
"Haiii Andre"
"Haiii Sena, Duduk"
"lagi ngerjain apa Ndre?" tanya Sena.
"Ini Sen, gue ada peluang buat buka lagi Restoran, tapi otak gue lagi buntu nih, gue bosen sama makanan makanan western begini. menurut loe, Restoran gue yang satu ini di kasih tema apa yaa" Andre meminta saran Sena.
"Terserah dong Ndre, kalo aku punya restoran sih aku pengen yang gampang aja kayak makanan sunda, bahan pokoknya kan ngga susah" Timbal Sena.
"Loe bener Sen, Makanan sunda. gue belum punya Resto makanan sunda, loe pinter Sen.. makasih yaa Sen"
dengan tidak sengaja Andre memeluk Sena dengan gembiranya, Sena yang kaget tidak bisa berbicara apa apa.
__ADS_1
Di sebrang Resto, Dika beserta Alfin, melihat keakraban Andre dan Sena.
"Tuaaan ......." sahut Alfin.