
tiiiiing, suara pesan masuk dari ponsel Natasha, terlihat group whatsAppnya muncul dilayar.
📲 *Jam 4 ready yaa, kita tunggu ladies night di hotel Java City.
📲 oke, see you girls*
Tok... Tok...
"Siapa?" seru Nat dari dalam kamar.
"Mbok Minah Non mau mengantarkan sarapan"
"Oiyaa, masuk Mbok" seru Nat lagi.
Mbok membuka pintu dengan nampan ditangannya, "Yaa Ampuuuun Nona Acha makin cantik lama tinggal diluar negri, apa masih inget sama Mbok yang waktu sekolah suka memakaikan sepatu Non"
"Ingetlah Mbok, masa aku sudah lupa Mbok sih yang suka membelaku kalo papi marah marah" Nat tertawa akan masa sekolahnya dulu.
"Ini sarapannya, Mbok taruh di meja yoo"
"Makasih Mbok"
"nggehhh, Mbok permisi"
__ADS_1
"Oia Mbok, Papi ada?" tanya Nat.
Mbok yang hampir dekat dengan pintu kamar Nat membalikan badan mejawab tanya Nat, "Tuan Aditya seperti biasa, ke kantor bersama Tuan Steve"
"Oia Mbok, Steve itu siapa?" Rasa penasaran Nat akan Asisten pribadi papinya itu mulai timbul
"ohh, pemuda Ganteng dan gagah itu ya"
"heem, sini Mbok coba ceritakan, sambil temani aku sarapan" tanpa sadar Nat mengiyakan jika Steve adalah seorang pria yang Tampan dan gagah.
"Non kenapa penasaran sekali sepertinya, Non suka yaa dengan tuan Steve?" Mbok yang tadinya mau membuka pintupun urung karena diajak bercerita, lalu duduk diatas sofa yang disuruh Natasha.
"Diiihhhhh, dia itu pemuda yang ngaret, tidak bisa menghargai waktu, aku tidak suka itu jadi aku mana mungkin bisa suka dengannya"
Mbok tersenyum kecil lalu menceritakan tentang Steve, "Orang tua Tuan Steve adalah teman seperjuangan dengan Papi Non, saat perusahaan Papi Non hampir gulung tikar, Orang tua Tuan Stevelah yang membantunya, pada waktu itu Non masih sekolah menuju SMP dan Tuan Steve SMA kelas 3 kalo ndak salah, Orang Tua Tuan Steve meninggal pada saat pulang dari acara perpisahan sekolah Tuan Steve, mendiang Orang tuanya berpesan untuk mau mengurus Tuan Steve dan perusahaannya itu, dari situ Tuan Steve kuliah sambil bekerja bersama Papi Non sampai saat ini menjadi Asisten pribadi Papi Non"
"gitu gitu Tuan Steve pemuda yang santun, pekerja keras dan ramah lhooo setiap hari disini sampai Tuan Aditya masuk kamar barulah dia pulang ke Mansionnya, pagi paginya sudah disini lagi untuk menjemput Papi Non, kadang dia tidur disini juga, tuh kamarnya yang di seberang kamar Non ini" si Mbok sambil menunjuk lurus.
"Tidur dirumah ini? ko papi mau mau aja sih, walaupun gitu diakan tetap orang asing"
"Tuan Steve sudah dianggap anak laki lakinya dirumah ini Non, dan Tuan Steve juga sudah menganggap Tuan Aditya orang tuanya sendiri, sebenarnya kalau Tuan Steve mau, Tuan Steve bisa mengurus perusahaannya sendiri karena terbilang sahamnya masih tinggi tapi Tuan Steve memilih untuk menjadi Asistennya Tuan Aditya dan mengelola perusahaannya bersama dengan Papi Non itu, Non sih keluar SMP sudah masuk asrama diluar negri jadi ndak tau ceritanya"
"itu kan gara gara papi, yang melarang aku untuk berteman dengan teman temanku, jadi aku memutuskan untuk sekolah diluar negri saja" Nat membela diri.
__ADS_1
"yoowisss.. jangan sampee Non salah pergaulan lagi nanti Papi Non marah marah, Papi Non tau yang terbaik buat Non, Mbok permisi yaa mau lanjutin pekerjaan Mbok" si Mbok pun pergi setelah berpamitan.
"tapi iya sih si Steve itu ganteng dan gagah juga, diiihhhh ngapain sih jadi ngomongin dia mending gue sekarang siap siap shoping buat ketemu sama temen temen SMP gue entar malem" sedikit muka mesem Nat terlihat membayangkan Steve.
Â
Selesai mandi Natasha mengambil ponselnya dan menelpon Papinya. tuuuttttt...... tuuuutttt...... suara dari ponsel Nat yang menunggu dijawab.
"Hallo piiii?"
"Iyaaa sayang, ada apa?"
"Pi aku mau keluar ya, aku mau ke Mall beli baju aku bosen dirumah terus"
"baiklah, tapi Steve yang antar yaa"
"Piiii, Acha bukan anak kecil yang harus dianter jemput" Nat merengek
"yasudah kalo tidak mau Papi tidak izinkan, Papi akan bilang Security untuk tidak membuka pagar rumah"
"Papiiiiiiiii, yaudah yaudah" wajah Nat mulai kesal
"Oke Steve sebentar lagi sampai, bye sayang"
__ADS_1
"bye piii"
"iiiiiissshhhhhh, malesss pasti ngaret lagi" Natasha bergumam sendiri dengan wajah kesal.