
Setelah beberapa bulan Sena menyesuaikan diri di tempat tinggalnya yang baru, Sena mencoba untuk melamar pekerjaan ke perusahaan yang di tunjuk oleh Om Irwan.
Di sebuah Gedung tinggi Sena duduk di depan Meja Resepsionis menunggu panggilan dari pihak HRD keterkaitannya dengan penawaran Om Irwan untuk menjadi Sekretaris di Perusahaan Wiguna Group.
"Mbak Sena" Panggil seorang resepsionis
"Iya, saya Mbak" Jawab Sena
"Mari ikut saya Mbak, saya di perintahkan mengantar Mbak Sena langsung kepada Tuan Deri" jelas resepsionis.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" suara seorang pria dari balik pintu.
"Tuan, ini saya mengantarkan Mbak Sena Rekomendasi dari Tuan Irwan untuk menjadi sekretaris" ujar resepsionis, seraya langsung keluar dari ruangan Tuan Besarnya
"Oh Sena, Masuklah dan duduklah.. Irwan banyak menceritakan tentang kamu, tapi disini sedang tidak membutuhkan sekretaris, tapi perusahaan anakku yang sedang membutuhkannya. sebentar lagi dia akan datang, tunggulah" perintah Tuan Besar.
"Baik Pak" tutur Sena.
Tak lama datang seorang Pria Muda, Tinggi dan Tampan.
"Ayah.." panggilnya.
"Andikaaa, duduklah.. Ayah perkenalkan kamu, Sena ini Andika dan Andika ini Sena" ucap Tuan Besar.
"Kamuuuuuuuuu" Sena Kaget
"Kenapa Sen" tanya Tuan
"Ohhh tidak apa-apa Pak" jawab Sena
"dia kan yang waktu itu menyiram pacarnya, apa dia yang bakal jadi bossku nanti? Ohhh God aku akan mendapat Boss killer, semoga aku diberi kekuatan" kata Sena dalam hati.
Sena dan Andika saling menjabat tangannya, dan sepertinya Andika menyukai Sena dari pertama melihatnya terbukti Andika lama tidak melepaskan jabat tangan dengan Sena.
Tuan Besar membuyarkan pandangan Andika, seraya berkata "Sudaaaaah sudaaaah berjabat tangannya lama sekali kalian ini"
Andika dan Sena yang malu satu sama lain sontak melepas tangan mereka.
"Jadi ini Yah yang akan menjadi sekretarisku di kantor?!" tanya Andika
__ADS_1
"manis, cantik, dan sepertinya pintar" gumam Andika dalam hati
"iya betul Dika, dia ini Rekomendasi dari Pak Irwan, sekaligus keponakannya Pak Irwan dari bandung dia baru lulus S1 Manajemen Bisnis dia mencoba mencari pekerjaan di Jakarta karena di Bandung dia tidak mempunyai keluarga selain Keluarga Pak Irwan, kamu tau kan Pak Irwan itu sangat Teliti dalam pekerjaan tidak mungkin dia merekomendasikan orang yang malas untuk bekerja dengan kita, dan Sena juga pernah menjadi sekretaris di beberapa perusahaan di Bandung" Tuan Besar menjelaskan
"Benar Pak, saya Sena calon Sekretaris Bapak" Sena memperkenalkan diri.
"Apa" Sentak Dika "Bapak? kamu kira saya udah jadi Bapak Bapak, panggil saya Tuan"
"Baik Tuan" Sena menurut
"Jangan begitu Dika, dia masih baru disini jangan kau buat dia takut bekerja denganmu, bawa dia ke kantormu" bela Tuan Besar.
"tuh kaaaan, belum apa apa dia sudah besar kepala kalau bukan karena Om Irwan aku akan menolak tawaran untuk bekerja disini" ucap sena dengan kata hatinya
Sena dan Dika keluar dari Ruangan Tuan Besar, semua karyawan yang melihat langsung berdiri menunduk mengingat Dika adalah Anak dari Tuan Besar dan Calon Presiden Direktur setelah Tuan Besar.
"Baiklah, apa kamu kesini bawa kendaraan Sen?" tanya Dika
"Tidak Tuan" jawab Sena
"Oke, kamu pergi bersama saya, kita pergi k Cafe dulu ya, kita langsung saja makan Siang kamu temani saya dulu makan siang sekaligus saya akan mewawancarai kamu seberapa luas wawasan kamu yang akan menjadi sekretaris saya" pinta Dika dengan sombong.
lalu mereka memulai perjalanan dibawa oleh seorang supir, sebelumnya supir itu tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Tuannya.
"ini aku ngelamar kerja jadi sekretaris kan bukan untuk jadi polisi wanita, dasar aneh" cibir Sena dalam hatinya
"Siap Pak, ehhhhh Tuan.. saya siap menjadi sekretaris Tuan dan akan bekerja dengan sungguh sungguh" jawab Sena
"Bapak lagiiii Bapak lagii, saya itu baru berumur 29 tahun janganlah kamu menganggap saya seperti Ayah saya yang sudah tua" ucap Dika sambil menepok Jidatnya.
Setibanya di restoran, Andika dan Sena langsung menduduki sofa dan di datangi oleh waiters yang ada disana.
"ada yang bisa saya bantu Tuan" tanya Waiters
"mana Andre, bilang saya disini" jawab Dika
"Baik Tuan" waiters itu kemudian memasuki sebuah ruangan bertuliskan Owner.
"Jadi kamu sudah punya pacar?!" tanpa basa basi Dika langsung menanyakan hal yang menurut Sena sangat sensitif
"Apaa" Sena kaget
__ADS_1
"Apanya yang apa? Saya tanya, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Dika kembali
"Apakah itu penting Tuan?" Sena malah balik bertanya.
"kali saja kamu itu sudah punya pacar, biasanya perempuan yang sudah punya pacar kerjanya akan sedikit tidak fokus karena galau atau kasmaran" jelas Dika.
Dari kejauhan seseorang ikut nimbrung dengan obrolan Sena dan Dika, "Bilang aja loe sirik sama orang pacaran, loe kan kagak punya pacar jomblo terus"
"ehhhhh loe Ndre, enak aja loe banyak yg deketin gue cuma gue trauma sama perempuan" ucap Dika sambil ujung matanya melirik ke arah Sena.
"trauma? dia bilang trauma? yang ada cewe cewe kali yang takut sama dia secara kan dia kasar sama perempuan" kata sena dalam hati.
"Ada apa loe kesini Dik dan siapa cewe ini, cewe loe?" tanya Andre sambil melihat kearah Sena , Sena pun kaget di bilang dia adalah pacar Dika
"napa siiiiiih cowocowo kota pada belaguuuu" Sena yang masih berkutat dengan hatinya melihat dua orang lelaki duduk dihadapannya.
Sena ingin menjawab, tetapi Dika mendahului Sena.
"Yaa kali dia cewe gue, loe tau selera gue gimana, masa iya dia jadi cewe gue. jangan gosip loe.. ada awak media hancurr reputasi gue"
"Yaaa Tuhaaaaaaan, ini belum masuk kantor tapi mentalku sudah di ujiiii.. lihat saja biasanya kalo ada lelaki yang bilang seperti itu sama aku, dia akan berubah menjadi menyukaiku" Sumpah Sena dalam hati.
"Kenalin Dre, dia Sena.. Sena itu bakal jadi Sekretaris gue nanti, and Sena ini Andre pemilik Restoran ini, yaaaah lumayan restorannya udah ada dimana mana dan ini salahsatunya" ujar Dika memperkenalkan mereka
"Senang berkenalan dengan anda Tuan" Sena menyodorkan tangan untuk bersalaman
Andre membalas salam dari Sena, "kagak usah panggil gue Tuan, panggil saja Andre, gue engga kayak Abang gue yang sukanya di panggil Tuan Hahaha"
Sena terkejut ternyata dua orang ini adalah Kakak dan Adik, mereka sama sama tampan dan memiliki Usaha masing masing tetapi tidak dengan wataknya Andika yang sedikit sombong dan Tegas berbeda dengan Andre yang Humble dan Ramah namun tetap sedikit belagu pikir Sena.
"Gue laper Ndre, siapin makanan terBaik loe disini, tapi jangan kasih cewe ini makanan yang aneh aneh gue takut lidahnya belum terbiasa sama makanan kita, Hahahahaha" Kata Dika bergurau
"Siaaaap, loe mau apa Sen?" tanya Andre
"Saya.. saya.. saya.. mau air putih saja Tuan" jawab Sena dengan gugup
Sontak Andika tertawa melihat tingkah gugup Sena "Hahahaha seriusan kamu pesen air putih ? kamu ga laper apa ? tadi kan saya sudah bilang bekerja dengan saya harus kuat mental dan fisiknya, kita belum mulai bekerja lho"
"ingeeettttttttt Om Irwan, inget Tante Mira jangan bikin dia malu Senaaaaaa, kamu kuat kamu kuat" kata Sena di dalam hatinya.
"loe kasih dia spageti aja deh Ndre, gue jg kagak tau makanan kesukaan dia apaan, minumnya orange juice aja. masa air putih doang siiih" tegas Dika
__ADS_1
Andre yang menjadi pemilik restoran tersebut memanggil salahsatu waitersnya untuk menghidangkan makanan yang dipesan Dika dan Sena.