Suamiku Seorang Pangeran

Suamiku Seorang Pangeran
Bab 10 Jatuh Cinta


__ADS_3

Setelah makan malam dan minum jamu yang diberikan Nenek Sira, dimas langsung istirahat dikamar. Elina juga sudah tidur karena kecapean menyelam.


Didalam kamar, Dimas terus memikirkan cerita paman Arya tentang Elina, dia juga mengingat semua yang dialaminya bersama Elina seperti saat Elina menyuapinya, membantunya berjalan dan selalu sabar menghadapinya.


"Baru beberapa hari aku disini tapi gadis itu sudah membuatku terus memikirkannya, sepertinya ini bukan hanya rasa kagum tapi aku sepertinya sudah jatuh cinta padanya, saat berada didekat Elina jantungku terus berdetak tak karuan, huh....gila kamu Dimas, kamu jatuh cinta dengan seorang gadis muda, haaa....lebih baik aku tidur" dalam hati Dimas.


Dimas lalu mencoba memejamkan matanya tetapi dia terus gelisah dan tidak bisa tidur.


"Kenapa aku selalu ingin berada didekat gadis itu, buat kesal saja" gumamnya sambil bolak balik kiri kanan ditempat tidur.


Keesokan paginya sekitar pukul 7:00 pagi, Dimas bangun dengan mata lelah dan berkantung. Ia melihat Elina sedang menyiapkan sarapan.


"Kenapa tadi subuh dia tidak membangunkan aku shalat subuh. Apa dia tahu aku tidak bisa shalat. aah itu tidak mungkin " dalam hati Dimas.


"Mas Dimas sudah bangun" Kata Elina.


"Ia...." jawab Dimas.


"Kenapa wajah Mas Dimas terlihat lelah. Apa mas baik - baik saja" tanya Elina.


"Oh...tadi malam aku memikirkanmu sampai tidak bisa tidur" jawab Dimas.

__ADS_1


"Apa?" dengan wajah kaget melihat Dimas.


"Aku cuma bercanda El. Kamu jangan berwajah serius begitu" kata Dimas sambil tersenyum.


Dimas terus melihat disekelilingnya seperti mencari seseorang.


"Mas Dimas cari nenek ya?" tanys Elina.


"Ia....kemana dia?" tanya Dimas.


"Nenek pagi - pagi sudah pergi ke kebun, obatnya juga sudah dibuatkan tadi, tinggal mas dimas minum kalau sudah selesai sarapan" jawab Elina.


"Tapi....kenapa nenek Sira itu jarang ada dirumah El?" tanya Dimas.


Setelah selesai sarapan, mereka jalan - jalan ke pantai. Disana mereka duduk dipantai sambil memandang laut.


"Pemandangan disini sangat indah" kata Dimas.


"Ia....mas" jawab Elina.


"O...ya. Kenapa kamu tidak melanjutkan sekolahmu?"tanya dimas.

__ADS_1


"Disini tidak ada sekolah mas dan aku tidak bisa meninggalkan nenek hanya untuk pergi sekolah" jawab Elina.


"Tapi.....yang aku lihat kamu bukan seperti orang yang tidak pernah sekolah. Kamu terlihat gadis pintar dan tahu semuanya" Kata Dimas.


"Itu karena aku belajar dari buku - buku pemberian wisatawan yang datang kesini, setiap tahun mereka datang kesini, aku sering bantu mereka dan mereka memberikanku buku sebagai imbalannya" jawab Elina.


"Apa kamu sering berpikir jika suatu hari nanti kamu akan jatuh cinta dari salah satu wisatawan itu" tanya Dimas.


Elina yang mendengar pertanyaan dimas langsung tertawa.


"Hahahahaha......" sambil melihat dimas.


"Kenapa kamu tertawa, aku kan hanya bertanya?" tanya Dimas dengan wajah kesal.


"Hemm....aku tidak pernah berpikir itu mas tapi kalau masalah pendamping. Aku lebih memimpikan seseorang yang sederhana dan bertanggung jawab, itu sudah cukup untukku" kata Elina.


"Kenapa....mungkin saja nanti kamu akan jatuh cinta dengan wisatawan yang datang kesini?" tanya Fimas.


"Aku tidak suka mereka, mereka semua adalah orang kaya dan punya status sedangkan aku hanya orang biasa, aku hanya ingin hidup damai dan bahagia dengan orang yang berstatus sama denganku" jawab Elina.


Dimas yang mendengar perkataan Elina hanya terdiam. Dia seperti sudah ditolak oleh Elina.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2