Suamiku Seorang Pangeran

Suamiku Seorang Pangeran
Bab 26 Acara Penyambutan Mahasiswa Baru


__ADS_3

Jam 8 pagi, kampus Prayuda sudah sangat ramai, para mahasiswa sudah berada diaula kampus tempat diadakannya acara penyambutan mahasiswa baru, mereka semua memakai seragam kampus prayuda.


Dikampus Prayuda memang memiliki seragamnya sendiri, baju kemeja putih lengan panjang, dasi berwarna merah gelap, celana panjang merah gelap dan almamater yang warnanya sama dengan dasi dan celananya serta Bros emas lambang kerajaan luwis yang menempel disamping kanan almamater mereka. Sedangkan untuk wanita sama dengan pria hanya bedanya mereka memakai rok pendek diatas lutut. Seragam yang mereka pakai itu hanya dipakai jika ada acara tertentu seperti acara resmi sekolah tetapi jika hari biasa mereka tetap memakai baju bebas.


Seperti hari ini, mereka memakai seragam kampus dan berbaris disebuah aula yang sangat luas dan mewah tempat diadakan acara penyambutan.


Dibarisan tengah sudah ada Sabrina, Evan, Pangeran Milan dan Sandrina. Sedangkan didepan sudah duduk beberapa petinggi dan rektor kampus yang menunggu kedatangan Pangeran Dimas.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 10. Lonceng kampus sudah berbunyi tanda Pangeran Dimas akan memasuki ruangan. Pangeran Dimas muncul dengan memakai Setelan Jas putih bergaris dihiasi bros emas lambang kerajaan Luwis, penampilannya sangat sempurna saat itu. Dengan gaya angkuhnya dia berjalan ditengah para siswa yang sudah berbaris rapi disamping kanan kirinya, wajah dinginnya yang dia tunjukkan dan tatapan mata yang tajam saat melihat para siswa membuat para mahasiswa saat itu menunduk.


Pangeran Dimas diikuti sekertaris halim dan Alex pengawal pribadinya. Terlihat sekali bahwa dia sangat berkuasa karena memang saat ini dia sudah menduduki kepemimpinan ayahnya meskipun dia masih belum dinobatkan sebagai raja tetapi dia sudah bisa melebihi kekuasaan ayahnya.


***


Dimas pun duduk dikursinya dengan santai sambil terus melihat para siswa. Dan satu persatu rektor naik memberikan sambutannya.

__ADS_1


Sedangkan dibarisan siswa, para gadis saling berbisik memuji - muji pangeran dimas yang gagah.


"Gadis - gadis ini sungguh buta ya, masa laki - laki sombong dan angkuh seperti dia dibilang keren" kata sabrina yang berbisik pada milan.


"Kakakku itu memang seperti itu....Orangnya sangat keras tapi sebenarnya dia baik" jawab milan.


"aah...Maaf, aku lupa kalau dia kakakmu" jawab sabrina.


"Tidak apa - apa!! Sebenarnya kakakku itu sudah menikah tapi istrinya kabur" kata milan.


"haa Kasihan sekali" dengan wajah sedikit kaget. "Terus alasan istrinya kabur karena apa?" tanya sabrina.


"Pasti istrinya kabur gara - gara wajah dinginnya itu, wanita manapun juga akan bosan jika memiliki suami seperti dia.....semoga saja aku tidak jatuh cinta pada laki - laki seperti itu" dalam hati sabrina.


hei.....panggil milan membuyarkan lamunan sabrina.

__ADS_1


"aah.....apa" kata sabrina.


"Kau jangan beritahu siapapun ya, karena hanya keluarga kerajaan saja yang tahu" kata milan.


"Terus kenapa kau ceritakan padaku" tanya sabrina.


" Karena kau adalah orang yang sangat penting bagiku" jawab milan.


"Apa maksudmu?" tanya sabrina.


"Sudahlah.....jangan bicara lagi, kakakku sudah mau naik memberikan sambutannya" balas milan.


***


Pangeran Dimas pun naik dan berpidato panjang lebar sambil terus melihat ke para mahasiswa....Saat ditengah - tengah pidatonya, dia tiba - tiba berhenti dan matanya tertuju pada Sabrina yang berada diantara para mahasiswa tetapi sabrina tidak menyadari itu. Saat itu dimas tidak bisa melihatnya dengan jelas karena sabrina berada ditengah - tengah para mahasiswa.

__ADS_1


Sontak saja semua orang bertanya - tanya, kenapa pangeran Dimas tidak melanjutkan pidatonya. Tetapi saat sabrina hilang dari pandangannya, dia melanjutkan kembali pidatonya sambil terus melihat disekeliling mahasiswa mencari keberadaan sabrina.


Bersambung


__ADS_2