
Pangeran Dimas sudah berada didalam mobil mewah Limousinenya itu bersama pengawal pribadinya yang duduk didepan sedangkan Sekretaris Halim menyusul dari belakang karena ada hal yang harus dia selidiki terlebih dahulu.
Sementara Dimas sedang menyandarkan kepalanya dikursi mobil sambil mencoba memejamkan matanya dan memikirkan istrinya itu.
“Apa yang terjadi pada Elina selama dua tahun ini.....apa dia mengalami banyak hal yang membuatnya menderita sampai tidak ingin mengenalku,aku mendengar ucapannya tadi membuatku sangat sakit....aku seperti ingin membawanya lari tadi dan menyembunyikannya disuatu tempat sampai dia tidak bisa kemana – mana lagi....tapi sampai aku tahu situasi yang sebenarnya, aku tidak boleh ceroboh dulu, aku harus tenang, aku harus membiarkan dia dulu seperti itu”dalam hati Pangeran Dimas.
Pangeran Dimas sampai di kastil mewahnya itu......Saat mobilnya masuk dan melewati gerbang otomotis yang ada didepan...para pelayan keluar berbaris dan menyambut Pangeran dimas didepan pintu kastilnya. Dimas berjalan masuk sampai ke kamarnya, dia langsung melempar jasnya itu ke para pelayan yang sudah berdiri dikamarnya. Sedangkan pengawal pribadinya berdiri diluar pintu kamar Dimas. Alex memang seperti robot....selama 24 jam, dia terus mendampingi Pangeran Dimas, dia hanya tidur 4 jam dalam sehari semalam. Dia terus berdiri diluar menunggu perintah Dimas.
Sedangkan para pelayan yang berdiri didalam kamar menunggu perintah Pangeran Dimas.
“Kami sudah menyiapkan semua yang anda butuhkan yang mulia” Kata salah satu pelayan perempuan. Dia adalah kepala pelayan yang bernama Nyonya Ulani, umurnya sekitar 50 tahun.
“Keluarlah....” perintah Dimas.
“Baik yang mulia “ sambil menunduk hormat dan pergi dari kamar Dimas.
Dimas berdiri dengan merenggangkan kepalanya kiri kanan sambil membuka kanci lengan bajunya. Tiba _ tiba Sekretaris Halim datang dan mengetuk pintu.
Tok....tok....tokkk.....
__ADS_1
“Siapa...?” tanya dimas sambil menengok ke pintu.
“saya yang mulia....” jawab Halim.
“Masuk” perintah dimas.
Sekretaris Halim masuk dan memberikan sebuah map berwarna coklat pada Pangeran Dimas, Pangeran Dimas pun membuka dan melihatnya. Dia melihat dengan teliti data pribadi sabrina yang diberikan Halim.
“Apa ini semua?" menunjukkan data yang dilihatnya."apa kau yakin ini data lengkapnya?” tanya Pangeran Dimas.
“Semuanya sudah lengkap yang mulia....!!Nama aslinya Sabrina Hadinata umur 20 tahun pindahan luar negeri, dia kuliah disalah satu universitas ternama di inggris mengambil jurusan seni, dia berteman dengan pangeran milan saat sekolah disana, dia adalah junior pangeran milan dikampusnya itu, ibu kandungnya bernama Wulan Hadinata istri kedua dari surya Hadinata, dia memiliki saudara tiri bernama Sandrina dan nyonya Ratna adik dari
surya hadinata dan terakhir Evan hadinata anak dari nyonya ratna, mereka semua tinggal satu atap yang mulia” jelas halim.
“haaa....yang mulia benar – benar teliti, aku saja tidak tahu masalah umurnya itu”dalam hati Sekretaris Halim.
“Mohon maaf yang mulia, itu kesalahan saya karena sudah melewatkan informasi pentingnya....tapi ada yang disini terlihat janggal yang mulia” kata sekretaris halim.
“Apa itu....coba jelaskan semua yang kau tahu?” tanya Dimas.
__ADS_1
“Selama nona sabrina tinggal diluar negeri, dia tinggal dengan seorang paman dan tantenya yang memiliki anak umur satu tahun lebih, tetapi mereka tidak menikah secara hukum, bisa dibilang mereka hanya tinggal serumah saja tanpa ikatan, mereka memalsukan data pernikahan mereka” jelas Halim.
“Apa kau tahu....siapa mereka?” tanya Dimas.
“Wanitanya bernama dokter Alia umurnya 35 tahun, dia seorang dokter psikolog dan si pria bernama Arya Saputra umurnya sekitar 42 tahun, dia seorang pengajar penyelam,” jelas halim.
Dimas kaget saat mendengar sekretaris Halim mendengar nama Arya Saputra yang merupakan paman Elina saat dipulau.
“Kau bilang namanya Arya Saputra?” kata dimas yang kaget
“Ia yang mulia....apa anda tahu?” tanya Sekretaris
Halim.
“Sekarang aku mengerti....!!" kata dimas yang berbalik membelakangi halim."kau selidiki tentang mereka berdua, dan tentang anaknya itu, aku ingin tahu apa yang terjadi dengan Elinaku sampai dia menganggapku orang asing” perintah Dimas.
“Baik yang mulia............ saya permisi!! jawab Sekretaris Halim.
Halim pun keluar meninggalkan Pangeran Dimas yang masih berdiri mematung. Saat diluar sekretaris Halim memikirkan perasaan yang mulianya sekarang.
__ADS_1
“Melihat tanggapan dan ekspresi yang mulia sepertinya nona Sabrina benar – benar adalah Elina istri pangeran Dimas, aku tidak tahu perasaan yang mulia sekarang, dulu yang mulia mencari nona elina seperti orang gila dan sekarang saat nona kembali, dia malah tidak mempedulikan yang mulia” Dalam hati Sekretaris Halim.
Bersambung