
Disebuah ruang kerja kampus prayuda yang terlihat mewah, didalam ruang kerja itu terdapat lemari berisi buku dan dokumen yang berjejer disamping kiri kanan, ditengah terdapat meja kerja yang besar, dan dibelakang meja kerja terdapat jendela kaca yang ditutupi dengan horden berwarna coklat keemasan.
Tampak sosok pria gagah berdiri tegap memandang luar jendela yang terbuka sambil memegang sebuah kotak cincin merah. Dia adalah pangeran Dimas. Dia terus menunggu kedatangan Halim sekertarisnya yang sedang mencari gadis yang dia lihat diaula tadi. Alex pengawal pribadinya sudah berdiri dari tadi dibelakangnya.
Beberapa saat kemudian halim masuk dan melapor kepada pangeran dimas.
"Yang Mulia...." panggil halim sambil menunduk memberi hormat.
"Apa kau menemukannya?" tanya Dimas yang membelakangi Halim.
"Mohon maaf yang mulia....saya tidak menemukan gadis yang mirip dengan Nona Elina" jawab Halim.
"Apa kau sudah mencari dengan benar?" tanya Pangeran Dimas.
"Sudah yang mulia.....dan sebagian murid sudah pulang lebih awal, kalau memang gadis yang anda lihat adalah murid disekolah ini, mungkin lebih memudahkan kita untuk mencarinya" jawab Sekertaris Halim.
"Gadis yang kulihat memakai seragam kampus ini dan berdiri dibarisan para mahasiswa, aku yakin sekali itu dia..!!" Dimas lalu berbalik dan kembali duduk dikursi kerjanya. "Kau....berikan semua data para murid baru yang masuk hari ini, aku ingin lihat semua" perintah Dimas.
"Maaf yang mulia.....Para murid yang baru masuk belum memberikan datanya dengan lengkap karena ada beberapa murid pindahan dari luar negri" jawab Halim.
__ADS_1
"Siapa yang menangani data siswa, cepat panggilkan dia" perintah Dimas dengan tegas.
"Baik yang mulia" jawab Halim.
Halim pun keluar ruangan untuk memanggil seseorang.
Setelah beberapa saat....Halim kembali bersama staff laki - laki yang bertugas menerima mahasiswa baru, Dimas saat itu sedang sibuk menandatangani beberapa dokumen yang ada didepannya.
"Salam....yang mulia" sapa staff itu sambil menaruh tangan kanan didadanya dan menunduk memberi hormat pada Dimas yang masih sibuk menandatangani beberapa dokumen.
"Apa kau yang bertugas menerima mahasiswa baru dikampus ini?" tanya Pangeran Dimas sambil menunjuk dengan pulpen yang dia pegang dari tadi.
"Saya yang mulia" jawab staff itu.
"Sudah yang mulia tapi ada beberapa yang belum lengkap karena kebanyakan yang datang mendaftar pindahan dari luar negri, paling lambat tiga hari mereka mengirim data mereka kembali dengan lengkap" jawab staff itu.
"Apa selama ini kau bekerja seperti ini...hah" teriak Dimas sambil melemparkan pulpen ke wajah staff itu. "kampus ini menerima mahasiswa yang mengirim data lengkap mereka terlebih dahulu bukan menerima siswa tanpa data yang lengkap" kata Dimas tegas.
"Mohon maaf yang mulia.....itu kesalahan saya karena lalai" jawab staff itu mununduk ketakutan.
__ADS_1
"Kau dipecat...." kata dimas.
"Tolong beri saya kesempatan yang mulia" sambil berlutut dan memohon pada Dimas.
"Alex....seret dia keluar" perintah dimas.
Dengan sigap....Alex menyeret staff itu keluar dari ruang kerja dimas, tapi staff itu tidak mau pergi dari situ dan masih berusaha memohon pada Dimas, dengan tenaga Alex....staff laki - laki yang tubuhnya besar itu tidak bisa melawan Alex.
Alex memang seorang pengawal yang sangat cekatan dan menguasai beberapa jenis karate dan kungfu meskipun tubuhnya tidak besar tapi dia bisa menjatuhkan sepuluh orang yang lebih besar darinya bahkan lebih. Dengan perawakannya yang tinggi dan memiliki tubuh seperti model membuat kita tak bosan melihatnya.
Kembali ke Dimas.
Setelah mengusir dan memecat staffnya, Dimas menyuruh sekertaris Halim untuk memajukan tanggal pesta dansanya yang diadakan untuk para mahasiswa baru agar bisa saling mengenal satu sama lain seperti menjalin pertemanan dan persahabatan antar mahasiswa.
"Kenapa yang mulia memajukan pesta dansanya menjadi besok bukankah kita mengadakan pesta dansa setelah para murid masuk kuliah selama tujuh hari" kata sekertaris Halim.
"Aku ingin secepatnya melihat gadis itu, aku harus memastikan sendiri, kalau memang dia Elina, aku ingin tahu kenapa selama dua tahun ini dia bersembunyi dariku...!! Kau aturlah pestanya sesempurna mungkin, aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun" perintah dimas.
"Baik yang mulia" Jawab Halim.
__ADS_1
Sekretaris Halim pun mempersiapkan pesta dansanya, semuanya terlihat sangat mewah, dalam satu hari persiapan yang dia lakukan selesai dengan lancar dan sempurna.
Bersambung