Suamiku Seorang Pangeran

Suamiku Seorang Pangeran
Bab 29 Pesta Dansa (part 1)


__ADS_3

Malam hari disebuah gedung tempat diadakannya pesta dansa sudah terlihat beberapa pengawal sudah berjaga didepan pintu masuk begitupun didalam pesta.


***


Para murid yang berdatangan harus memperlihatkan undangan atau Id kampus mereka pada penjaga yang ada diluar sebelum masuk pesta.


Mereka yang datang sangat menantikan acara pesta dansa ini, semuanya berpakaian indah. Seperti para pria yang memakai setelan jas rapi untuk menarik perhatian gadis yang disukainya.


Sedangkan para gadis, mereka sangat antusias apalagi saat mereka tahu bahwa Pangeran Dimas akan hadir di pesta untuk pertama kalinya. Agar mereka bisa tampil cantik dihadapan Pangeran Dimas, mereka berusaha berpenampilan sempurna seperti memakai gaun mewah dan menata rambut mereka seindah mungkin untuk menarik perhatian Pangeran Dimas......


Siapa sih yang tidak kenal dengan pesona Pangeran Dimas dinegara Luwis, wajah yang tampan tubuh yang berotot, badan yang tinggi dan sangat berwibawa, apalagi sekarang dia sudah mengambil alih kepemimpinan ayahnya raja Luwis, meskipun sekarang dia masih menyandang pangeran dan belum diangkat sebagai raja tetapi dimata para rakyatnya, Pangeran Dimas sudah menjadi raja mereka, hanya menunggu dia menikah saja dan saat itulah dia sudah menyandang sebagai raja Luwis.


***


Dipintu masuk....Sabrina datang dengan Sandrina dan Evan.


Sabrina memakai Party dress berwarna biru gelap memperlihatkan lekuk pinggangnya dan tulang selangkangannya yang putih dan mulus, rambutnya dia model sederhana seperti model half updo dengan menyelipkan aksesoris indah disela - sela rambutnya menambah kecantikannya malam itu.


***


Sementara Pangeran Dimas yang sudah berpakaian rapi dengan setelan jas mewahnya, tengah berdiri didepan jendela kaca ruang kerjanya sambil menikmati anggurnya. Hari ini dia sengaja berpakaian sempurna, semua pakaian yang dipakai dimas itu terbilang terbatas dan hanya dibuat khusus untuknya.

__ADS_1


Sedangkan sekertaris Halim dan Alex pengawalnya berdiri dibelakang menunggu Pangeran Dimas untuk turun ke pesta.


Tiba - tiba seorang gadis cantik masuk ke ruangan Dimas, penampilannya sangat elegan dan anggun. Dia adalah Belinda tunangan Dimas. Penampilannya yang anggun tidak sama dengan sifat aslinya yang sombong, dia hanya menunjukkan sifat baiknya didepan Dimas tapi saat dibelakang dia berubah menjadi gadis sombong, apalagi sekarang dia bertunangan dengan pangeran Dimas.


Dia langsung menyapa dimas dengan gaya anggunnya.


"Hallo sayang" sapa belinda sambil tersenyum.


Dimas langsung berbalik mendengar suara Belinda.


"Siapa yang mengizinkan kau masuk kesini" tanya dimas tegas.


Dimas langsung menatap tajam sekertaris Halim, Sekertaris halim menunduk seperti sudah tahu kesalahannya.


"Mohon maaf yang mulia....ini kelalaian saya" kata Halim sambil menunduk hormat.


"Apa kau tidak tahu kalau aku tidak suka diganggu oleh orang lain" kata dimas yang marah pada halim.


"Sayang..... jangan marah, para pengawal diluar itu tahu kalau aku adalah tunanganmu jadi dia membiarkanku masuk, jangan salahkan mereka" memasang wajah polosnya didepan dimas.


"Wanita yang sangat licik, kau pikir aku tidak tahu dengan sifat aslimu yang suka berpura - pura baik" dalam hati dimas.

__ADS_1


"Halim....sepertinya para pengawal itu sudah memiliki tuan yang baru, kau ganti mereka, aku tidak suka ada orang yang menghianatiku dan melanggar perintahku" perintah dimas.


"Baik yang mulia" jawab Halim.


"Dan kau" menunjuk Belinda. " Aku tidak suka kalau kau bertingkah seenaknya didepanku, kau bukan istriku kau hanyalah wanita murahan yang berkedok sebagai tunanganku, jaga sikapmu kalau kau masih menginginkan status sebagai tunanganku" jelas dimas.


"Baik....sayang" jawab belinda. Wajahnya yang tersenyum berubah jadi serius, tangannya sudah mengenggam erat tas pesta yang dia pegang sampai berlian tasnya rusak.


"Satu lagi.....jangan pernah memanggilku sayang, aku tidak suka mendengarnya" kata Dimas.


"Baik yang mulia" jawab Belinda membungkuk hormat.


Tiba - tiba sekertaris Halim menerima informasi dari salah satu pengawal yang dia tugaskan untuk mencari gadis yang mirip dengan Elina, mereka berkomunikasi melalui alat komunikasi yang sudah terpasang ditelinganya, lalu dia berbisik pada pangeran Dimas karena saat itu Belinda masih berada diruangan itu, dia tidak ingin jika ada orang yang menggagalkan rencananya, apalagi sekertaris halim tahu siapa Belinda.


"Yang mulia....Kami sudah menemukannya" kata sekertaris halim yang berbisik.


Dimas pun merapikan jasnya kembali, dan menghela nafasnya, perasaannya bercampur aduk, dia terlihat nervous karena ingin bertemu dengan Elina. Selama ini tidak ada yang membuat dia seperti itu selain istri yang dicintainya itu.


Sedangkan Belinda yang berada saat itu, bertanya tanya, apa sebenarnya yang mereka rencanakan, apalagi Dimas tiba - tiba ingin hadir di pesta seperti ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2