
Waktu menunjukkan pukul 12 malam, Dimas terus memikirkan perkataan nenek Sira dan Elina.
"Aku tidak bisa pergi dari sini sebelum mendapatkan Elina, aku rela melakukan apapun asalkan Elina terus disisiku bahkan kalau harus terus berbohong padanya aku rela melakukannya" dalam hati dimas.
"Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menikahinya dulu" gumamnya sambil menutup wajahnya dengan bantal.
Dia kembali berbicara dalam hatinya.
"Ia....pertama yang harus aku lakukan adalah menikahinya dulu, kalau sudah menikah baru akan kukatakan semua padanya...karena kalau sekarang aku jujur, pasti dia tidak akan menikah denganku jadi setelah menikah, apapun yang kukatakan pasti akan dia terima dan dia tidak mungkin akan lari" kata dimas.
Besoknya, Dimas pagi - pagi sekali sudah keluar. Elina saat itu kebingungan mencari keberadaan Dimas. Dia berpikir kalau dimas mendengar semua yang dikatakan nenek sira membuatnya tersinggung dan pergi. Dia kawatir karena Dimas masih belum tahu asal usulnya.
Tiba - tiba Jerry datang dan mengatakan kalau terjadi sesuatu dengan dimas dipantai. Elina pun berlari sangat cepat ke pantai.
Setelah sampai dipantai, dia melihat paman arya, nenek sira dan beberapa orang didepannya. Dia berjalan pelan ke depan dan melihat Dimas tengah berlutut didepannya, disampingnya ada sebuah istana pasir yang dia buat...Istana pasirnya berbentuk seperti sebuah Kastil yang mewah.
"El....maukah kau menikah denganku" kata dimas yang berlutut didepannya.
Elina hanya terdiam dengan mata kaget sambil menutup mulutnya. Dia tidak percaya kalau dia dilamar oleh dimas karena baru kemarin dia mengatakan cinta padanya tapi hari ini dimas melamarnya.
__ADS_1
Dimas kembali mengatakan sesuatu padanya.
"Sekarang aku tidak punya apa - apa untuk kuberikan padamu, hari ini aku hanya punya istana pasir ini sebagai maharnya tapi suatu hari nanti aku berjanji padamu bahwa istana pasir ini akan kubuat menjadi kenyataan" kata dimas.
Semua orang disitu terharu dan bertepuk tangan, mereka berteriak menyuruh Elina menerimanya.
"Terima.....terima....terima" mereka secara bersamaan sambil bertepuk tangan.
Elina lalu berbalik melihat paman dan neneknya yang ada dibelakang. Dia melihat paman dan neneknya mengangguk tanda bahwa mereka setuju. dan elina pun menerima lamaran dimas.
"Aku terima" jawab Elina.
Setelah acara lamaran selesai, mereka pulang dan kemudian merencanakan hari pernikahan mereka.
Nenek sira dan paman arya berdiskusi tentang hari baik mereka, dan nenek Sira berencana melangsungkan pernikahan mereka pada tanggal 20 bulan 02 tahun ini karena hari itu adalah hari saat pelangi muncul setiap tahun dan pastinya akan ramai.
Elina saat itu mengeluh karena terlalu cepat melangsungkan pernikahan.
"Kenapa cepat sekali sih?" tanya elina.
__ADS_1
"Bukankah itu hari keberuntungan el" jawab nenek sira.
"Ia....biarkan saja El!! Bukankah itu hari dimana semua orang menyaksikan kemunculan pelangi dipulau ini jadi setiap tahun kita bisa merayakan hari pernikahan kita sambil melihat pelangi" Kata dimas.
"Baiklah....terserah kalian" jawab elina.
Tiba - tiba Paman Arya mengeluarkan sebuah cincin pernikahan untuk mereka.
"Tadaaaa....."memperlihatkan cincin kepada dimas dan elina.
"Paman sejak kapan mempersiapkan ini" kata Elina.
"Paman sudah lama membelinya, paman pikir suatu hari saat kau menikah, kau pasti membutuhkan cincin pernikahan jadi paman mengumpulkan uang untuk membeli ini. yaaaaa....meskipun modelnya sudah kuno tapi paman harap kau suka" balas paman arya.
"Terima kasih paman, seharusnya aku yang menyiapkan cincinnya" kata dimas.
"Tidak masalah dim....paman senang kau menikah dengan El" jawab paman arya.
Mereka pun sibuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk pernikahan karena tiga hari lagi mereka akan menikah.
__ADS_1
Bersambung