Suamiku Seorang Pangeran

Suamiku Seorang Pangeran
Bab 34 Kuliah Pertamaku


__ADS_3

Jam 7 pagi......Sabrina masih berada ditempat


tidurnya, ibunya masuk dan membuka tirai jendela Sabrina. Sabrina menggosok – gosok matanya dan mulai membuka matanya dengan pelan , dia sudah melihat ibunya sedang berdiri didepannya.


“Bangun sayang.....hari ini kuliah pertamamu kan, kau harus bangun pagi” kata ibunya.


Sabrina bangun sambil meremas kepalanya melepaskan pusing dikepalanya.


“Sekarang jam berapa bu?” tanya Sabrina.


“sudah jam tujuh pagi sayang” jawab ibunya


Sabrina beranjak dari kasurnya dan langsung berlari kekamar mandi, ibunya hanya tersenyum melihat Sabrina. Ibunya keluar setelah melihat sabrina masuk ke kamar mandi.


Dimeja makan.....semua orang sudah siap untuk sarapan, Sabrina juga sudah turun dan ikut bergabung, dia tak lupa menyapa


orang yang ada disitu.


“Halo semuanya....” sapa Sabrina.


Mereka hanya tersenyum pada Sabrina kecuali Nyonya Ratna dan sandrina.


“Duduklah sayang.....ibu sudah menyiapkan makananmu” kata ibunya.


“Huh.......hidupmu benar – benar suram, setiap hari hanya makan sayuran saja” kata sandrina dengan ekspresi mengejek.


“Sandrina.....diamlah, jangan bicara saat kita makan.” Kata ayahnya


Sabrina pun duduk dan sarapan, setelah sarapan, dia siap – siap  kekampus bersama Evan, kecuali Sandrina, dia pergi sendiri karena sandrina punya mobil pribadi


sendiri. Sebelum pergi ibunya memberi bekal makanan untuk sabrina karena saat


dia depresi dua tahun lalu, dia tidak bisa makan makanan yang lain selain


sayuran.


Tidak lama kemudian...Sabrina dan Evan sampai dikampus, Sabrina turun dari mobil bersama Evan. Dari belakang datang mobil


sport merah milik Pangeran Milan, saat Pangeran Milan datang dan berhenti

__ADS_1


dibelakang mereka, semua murid gadis berbisik memuji ketampanan pangeran Milan.


“Ada apa sih?” tanya Sabrina yang masih ada dimobil evan. Dia lalu menengok ke belakang dan melihat Pangeran Milan yang tak jauh


darinya.


“Haaaa...aku pikir siapa, ayo..kita masuk kak?” kata sabrina yang berjalan masuk kedalam kampus.


Pangeran Milan yang melihat sabrina dan evan masuk kampus, berlari menyusul mereka.


Evan sudah masuk kelasnya sedangkan sabrina masih berjalan mencari kelas barunya, tiba – tiba pangeran milan datang menghampiri


sabrina.


“Kau cepat sekali jalannya” kata pangeran milan yang sudah berdiri disampingnya.


“eh.....kamu datang sendiri?” tanya sabrina.


“Memangnya....kau kira aku datang dengan siapa?” balas milan.


“Bukan.....aku kira kau datang dengan putri meisya” jawab sabrina.


“Oooo.....Meisya itu jarang ke sekolah, dia sibuk modeling” jawab Pangeran Milan.


“Aku belum cerita padamu ya”


Mereka asyik ngobrol sampai tidak sadar kalau sudah sampai dikelas mata pelajaran ilustrasi yang akan dipelajari sabrina. Kelasnya sangat luas dan besar.


“eh.....aku sudah didepan kelas nih, aku masuk dulu ya” kata sabrina.


“Ok.....nanti kita makan siang bareng ya” kata


pangeran milan.


“Ibu sudah menyiapkan bekal dari rumah, mungkin aku tidak bisa menemanimu makan”


“Hem...baiklah, kalau gitu aku pergi”


Pangeran milan lalu pergi meninggalkan sabrina yang sudah masuk kelasnya

__ADS_1


Didalam kelas....Sabrina duduk sendiri, murid yang ada disitu sibuk dengan urusan mereka sendiri. Bell kelas pun berbunyi dan


dosen sudah masuk kedalam kelas, para murid pun duduk tenang melihat dosen


ilustrasi mulai pembahasannya. Satu jam berlalu dan pelajaran pun selesai,


mereka kembali ke kelas mereka masing – masing untuk istirahat.


Sabrina juga sudah kembali ke kelasnya........saat dia masuk kelas, dia sudah melihat kelasnya yang sangat ramai. Para siswa baru yang baru masuk kuliah, memperkenalkan dirinya didepan para seniornya saat itu.


Dia pun menunggu giliran untuk memperkenalkan dirinya. Setelah murid yang lain selesai, dia dipanggil oleh seniornya untuk naik memperkenalkan dirinya.


Saat kembali duduk dikursi, salah seorang seniornya datang menghampirinya.


“Hai.....kau sabrina kan” sapa senior itu yang sudah duduk disamping sabrina.


“Ia kak”


“Kenalkan.....aku bagas teman evan” sambil


mengulurkan tangannya pada sabrina.


“hallo kak....aku sabrina” saling bersalaman


“Aku melihatmu waktu dipesta dansa, saat kau berdansa dengan pangeran milan, waktu itu kau sangat cantik”


“Terima kasih”


“Oyah....Kalau ada yang kau tidak tahu, kau bisa bertanya padaku nanti” kata bagas.


“Baik, terima kasih kak......”


“Kapan – kapan datang kerumah ya, sama evan....lagian rumahku dan evan berdekatan, aku juga sering kerumah om surya ketemu sama evan” jelas bagas


"Dia ini cerewet sekali sih" dalam hati sabrina


“Ia kak, nanti kalau ada waktu...aku ajak kak evan, karena ada banyak hal tentang lukisan yang aku tidak tahu dan aku baru belajar setahun ini”


“Ok....kalau gitu aku masuk kelas dulu ya, ini sudah waktunya” kata bagas sambil melihat jamnya.

__ADS_1


Karena bosan, sabrina pun ke ruang lukis untuk belajar melukis sambil menunggu jam pelajaran selanjutnya.


Bersambung


__ADS_2