
Pukul 10 pagi, pemakaman nenek Sira berjalan lancar. Orang - orang saat itu merasa sangat kehilangan, mereka tidak tahu siapa yang mau membunuh Elina tapi semenjak kedatangan orang - orang Dimas, mereka sudah bisa menebak bahwa semua musibah yang terjadi pasti ada hubungannya dengan Dimas.
Sementara Elina masih berada dipuskesmas, Paman Arya sangat khawatir dengan kondisi Elina, dia berencana membawa Elina ke rumah sakit, tapi dia takut musibah kemarin terjadi lagi, dia tidak berdaya sekarang, dia hanya bisa duduk disamping Elina tanpa melakukan apapun. Tiba - tiba seorang wanita paru baya masuk dan menemuinya.
"Selamat siang.....apa anda pak Arya" sapa wanita paruh baya itu.
"Ia.....anda siapa" balas Arya.
"Bisakah kita bicara berdua sebentar diluar" Kata wanita itu.
"Baiklah" jawab Arya.
Mereka pun keluar meninggalkan Elina yang masih terbaring. Wanita itu lalu memberikan sebuah foto anak kecil pada Arya. Arya sangat kaget melihat foto anak kecil itu.
"Apa kau tahu gadis kecil difoto itu?" tanya wanita itu.
"Kau siapa?" tanya Arya sambil menatap tajam wanita itu.
Diwajahnya terlihat khawatir, yang ada dipikirannya sekarang bahwa wanita ini berniat jahat padanya dan elina, apalagi setelah kejadian yang menimpa mereka.
__ADS_1
"Aku Wulan Hadinata dan anak difoto itu adalah putriku yang hilang 15 tahun lalu" kata wanita itu.
Paman Arya hanya terdiam dan terus melihat foto anak kecil itu.
"Bagaimana anda tahu tentang saya?" tanya Arya.
"Saya tahu dari orang - orang sini saat saya memperlihatkan foto itu" jawab wanita itu.
Paman Arya sedikit tidak percaya tetapi melihat wanita ini memiliki foto elina waktu kecil membuatnya harus mempercayai wanita itu apalagi sekarang Elina sedang kritis dan membutuhkan pertolongan. Hanya wanita ini yang bisa menolongnya sekarang.
"Selama bertahun tahun aku mencarinya, sampai aku mendengar tentang informasi anda, bahwa anda pernah menolong seorang anak berumur 5 tahun, dan sekarang aku datang kesini untuk memastikan keberadaan putriku Sabrina.....Apakah anda tahu keberadaan gadis yang ada difoto itu?" tanya wanita itu.
"Apa syaratnya?" tanya wanita itu.
"Aku harus tetap berada disampingnya" jawab paman Arya.
"Baiklah....apapun yang kau inginkan, akan aku turuti, asalkan kau memberitahu dimana putriku sekarang" kata wanita itu.
"Kalau begitu.....ikutlah denganku" jawab paman Arya.
__ADS_1
Paman Arya mengajak wanita itu masuk kedalam ruangan tempat Elina berbaring. Wanita itu tampak kebingungan melihat seorang gadis yang tengah terbaring lemah dengan dibantu alat oksigen dimulutnya.
"Siapa dia?" tanya wanita tua itu.
"Dia adalah gadis kecil yang ada difoto itu" jawab paman Arya.
Wanita paruh bayah itu sangat kaget dan syok mendengar bahwa elina putrinya karena dia melihat putrinya sekarang, terbaring lemah tak berdaya ditambah dia sedang hamil besar.
"Dia putriku" sambil memegang kepala elina dan menangis tersedu sedu. "Putriku.....kenapa bisa begini" teriaknya sambil menangis diatas kepala Elina. "Apa yang terjadi padanya pak Arya" tanya wanita itu.
Paman Arya menceritakan semua dari awal yang terjadi pada Elina, mulai dari menolong Dimas, pernikahannya dengan Dimas sampai pembunuhan yang menimpanya. Paman Arya pun meminta untuk membawa Elina dari sini secepatnya.
Saat itu juga mereka membawa Elina pergi dari pulau itu, paman Arya pun ikut bersama mereka. Dia memberitahukan pada penduduk pulau, jika ada orang yang mencari mereka, katakan saja kalau mereka sudah meninggal dan tidak ditemukan mayatnya.
***
Mereka pun membawa Elina pergi dengan menaiki kapal yang disewa ibunya Elina. Setelah sampai didaratan, mereka disambut beberapa orang yang akan membawa mereka ke luar negri. Ibunya Elina merupakan istri dari seorang pengusaha bernama Surya Hadinata, dia menikah 13 tahun lalu dan memiliki seorang anak tiri bernama Sandrina Hadinata.
Bersambung
__ADS_1